Home / Nasional / Pemerintah Aceh

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:37 WIB

246 Ribu Rumah Terdampak Banjir dan Longsor, Wagub Aceh Desak Pemerintah Pusat Percepat Pembangunan Huntap

mm Redaksi

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, saat melakukan pertemuan dengan Menko PMK RI, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc, Mendagri RI, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, MA, Ph.D, dan Mensos RI, Drs. KH. Saifullah Yusuf, S.IP, dalam rangka membahas progres pembangunan Huntara dan Huntap, serta penyaluran Dana Transfer ke Daerah (DTH) pascabencana hidrometeorologi Aceh, di Kantor Kemenko PMK RI, Jakarta, Senin (23/2/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, saat melakukan pertemuan dengan Menko PMK RI, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc, Mendagri RI, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, MA, Ph.D, dan Mensos RI, Drs. KH. Saifullah Yusuf, S.IP, dalam rangka membahas progres pembangunan Huntara dan Huntap, serta penyaluran Dana Transfer ke Daerah (DTH) pascabencana hidrometeorologi Aceh, di Kantor Kemenko PMK RI, Jakarta, Senin (23/2/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Jakarta – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, meminta pemerintah pusat menetapkan percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) sebagai prioritas nasional dalam penanganan pascabencana banjir dan longsor di Aceh.

Permintaan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, dan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, di Kantor Kemenko PMK, Senin (23/2/2026).

Dalam rapat tersebut, Fadhlullah menegaskan kebutuhan hunian tetap di Aceh masih sangat besar dan belum sebanding dengan rencana pembangunan yang tersedia.

Berdasarkan data kebutuhan huntap sesuai SK Bupati/Wali Kota (SK BNBA), total rumah rusak dan hilang di Aceh mencapai 246.484 unit. Dari jumlah itu, kategori rusak berat dan hilang sebanyak 97.936 unit.

Baca Juga :  Prabowo Serahkan Pesawat A400M, Perkuat Armada TNI AU

Sementara hingga 18 Februari 2026, rencana pembangunan huntap baru mencapai 9.246 unit atau sekitar 9,4 persen dari total kebutuhan. Adapun usulan Rencana Aksi (Renaksi) Kementerian PUPR/PKP untuk Aceh sebanyak 21.590 unit atau sekitar 22 persen dari kebutuhan.

“Gap antara kebutuhan dan rencana pembangunan masih sangat besar. Karena itu kami meminta dukungan penuh pemerintah pusat agar percepatan pembangunan huntap di Aceh menjadi prioritas nasional,” ujar Fadhlullah dalam paparannya.

Ia juga mengusulkan agar pembangunan dilakukan melalui skema konstruksi paralel, di mana penyediaan lahan, penyusunan detail engineering design (DED), hingga pembangunan fisik dilaksanakan secara simultan. Selain itu, penugasan langsung kepada BUMN Karya dengan pola cluster construction dinilai dapat mempercepat realisasi di lapangan.

Baca Juga :  Kemenag Luncurkan MOSS, Layanan Digital Kini Satu Pintu

Wagub turut menekankan pentingnya sinkronisasi dan penetapan satu data (single data) huntap berbasis JITUPASNA, BNBA, serta verifikasi lapangan, menyusul terbitnya SK Kemendagri Nomor 300.2.8-168/2026. Data final tersebut harus menjadi dasar resmi penganggaran agar tidak terjadi tumpang tindih maupun kekurangan alokasi.

Dalam kesempatan itu, Fadhlullah juga memaparkan progres pembangunan huntap melalui skema CSR di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Utara. Di antaranya rencana pembangunan 500 unit rumah tipe 36 di Desa Tanjung Seumantoh, Aceh Tamiang, serta pembangunan ratusan unit di sejumlah desa di Aceh Utara yang saat ini memasuki tahap pembersihan hingga finalisasi pembebasan lahan.

Baca Juga :  Plt Sekda Lepas Kontingen FORNAS 2025 ke NTB, Bawa Misi Budaya dan Sportivitas

Ia turut meminta dukungan anggaran masa transisi agar para pengungsi yang masih menempati hunian sementara (huntara) maupun tenda dapat segera menempati rumah permanen.

Pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan langkah konkret dalam percepatan pembangunan huntap, penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH), serta penguatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Wamenag

Nasional

Wamenag: Bahasa Indonesia Perekat Bangsa di Acara Forhati 2025

Pemerintah Aceh

Biro PBJ Aceh Berikan Pelatihan untuk Wujudkan Pengadaan Barang/Jasa yang Profesional dan Akuntabel

Nasional

Pemilihan Guru Ibadah Penting untuk Hindari Fitnah, Tekankan Menag Nasaruddin Umar

Pemerintah Aceh

Gubernur Mualem dan Dubes UEA Bentuk Tim Program Investasi di Aceh

News

Gubernur Aceh Resmikan Instalasi Rehabilitasi Terpadu Kuta Malaka, Harapan Baru bagi Penyintas Kesehatan Jiwa

Pemerintah Aceh

Mukarramah Fadhlullah Puji Komitmen Gampong Peunyeurat di Lomba Gelari Pelangi

Nasional

Reaksi Relawan Kala PSI Gelar Karpet Merah untuk Jokowi

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Susun R3P Pascabencana Banjir dan Longsor, Target Rampung Januari 2026