Banda Aceh – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, S.T, menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan pertemuan arsitek dunia yang membahas penguatan kolaborasi dalam pembangunan dan penataan kota yang berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, Irwansyah menekankan pentingnya keterlibatan arsitek dalam setiap proses pembangunan daerah, khususnya dalam perencanaan kota yang adaptif terhadap kondisi lingkungan dan potensi bencana.
Ia menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan profesional seperti arsitek menjadi kunci dalam mewujudkan kota yang tertata, manusiawi, dan berkelanjutan.
“Kolaborasi antara pemerintah dan arsitek sangat penting, terutama dalam menciptakan desain kota yang tidak hanya indah, tetapi juga aman dan fungsional bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman Aceh yang pernah menghadapi berbagai bencana menjadikan aspek perencanaan tata ruang dan desain hunian yang adaptif terhadap risiko bencana sebagai hal yang sangat krusial untuk diperhatikan.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa ide dan gagasan dari para arsitek dapat menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan, termasuk dalam sektor perumahan dan tata ruang perkotaan.
Forum pertemuan arsitek dunia ini juga menjadi ruang pertukaran gagasan antar praktisi dan pemangku kebijakan dari berbagai negara untuk memperkuat konsep pembangunan kota yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Irwansyah berharap, kolaborasi seperti ini dapat terus diperluas sehingga pembangunan kota di Indonesia, khususnya Banda Aceh, semakin terarah dan memiliki visi jangka panjang yang kuat.
Editor: Dahlan












