Home / Aceh Barat

Selasa, 16 Desember 2025 - 14:41 WIB

Pemkab Aceh Barat Perketat Pengawasan BBM dan LPG Usai Bencana Hidrometeorologi

mm Redaksi

Tim gabungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melakukan pengawasan dan penertiban di salah satu pangkalan LPG pascabencana hidrometeorologi, Selasa (16/12/2025). Foto: Dok. Pemkab Aceh Barat

Tim gabungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melakukan pengawasan dan penertiban di salah satu pangkalan LPG pascabencana hidrometeorologi, Selasa (16/12/2025). Foto: Dok. Pemkab Aceh Barat

Meulaboh — Pasca masa darurat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah, aktivitas pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Kabupaten Aceh Barat mengalami peningkatan signifikan. Kondisi tersebut memicu beredarnya berbagai informasi yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama terkait ketersediaan pasokan serta munculnya antrean panjang di sejumlah SPBU dan pangkalan LPG.

Menindaklanjuti situasi itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengambil langkah cepat dengan melakukan pengawasan terpadu bersama lintas instansi. Kegiatan pengawasan ini melibatkan Disperindagkop, DPMPTSP, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan WH, Diskominsa, serta unsur TNI dan Polri.

Baca Juga :  Di Perairan Aceh Barat, Satpolairud Evakuasi Boat Nelayan Rusak Mesin

Tim gabungan yang dipimpin oleh Dinas Perhubungan Aceh Barat menyisir sejumlah SPBU dan pangkalan LPG di wilayah Meulaboh dan sekitarnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi BBM dan LPG berjalan sesuai ketentuan, sekaligus mencegah terjadinya penimbunan maupun praktik penjualan yang tidak tepat sasaran.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh Barat, Dodi Bima Saputra, mengatakan bahwa pengawasan dilakukan menyusul adanya laporan masyarakat terkait dugaan penjualan LPG yang tidak sesuai peruntukan serta antrean panjang saat pembelian BBM di beberapa SPBU.

Baca Juga :  Aceh Barat Buka Seleksi Terbuka Calon Dirut BUMD Pakat Beusaree, Pendaftaran 3–10 Desember 2025

“Pengawasan ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan energi, mencegah penimbunan, dan memastikan masyarakat mendapatkan haknya secara adil,” ujar Dodi.

Di sisi lain, salah seorang warga yang ditemui saat mengantre pembelian LPG di Gampong Ujong Tanjong, Kecamatan Meureubo, mengaku bahwa pelayanan di pangkalan yang didatanginya masih berjalan sesuai aturan.

“Alhamdulillah kami masih mendapatkan gas. Informasi yang beredar katanya di sini ada penjualan LPG ke luar desa, tapi itu tidak benar. Kami bisa membeli di sini sesuai ketentuan,” ungkapnya.

Baca Juga :  DWP Aceh Barat Gelar Majelis Taklim Tingkatkan Perempuan Cerdas

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Warga juga diminta untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya.

Pemkab menegaskan akan terus melakukan pengawasan secara berkala guna menjamin ketersediaan BBM dan LPG tetap aman dan merata bagi seluruh masyarakat, khususnya pascabencana hidrometeorologi.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh Barat

Aceh Barat Gelar Gotong Royong Massal Jelang Adipura 2025
Aceh Barat

Aceh Barat

Aceh Barat Fokus Genjot Sektor Produktif di Tahun 2026

Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Serahkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran di Padang Sikabu

Aceh Barat

Program Rajadesa 2026 Dimulai, Bupati Aceh Barat Minta Mahasiswa Dorong Ekonomi dan Kesehatan Gampong

Aceh Barat

Sidak Satpol PP, Bupati Aceh Barat Klarifikasi Isu Pengemis Tunanetra

Aceh Barat

ASN Aceh Barat Bersihkan Pantai Ujung Karang, Pemkab Dorong Gerakan Indonesia Asri

Aceh Barat

Sidak RSUD Cut Nyak Dhien, Bupati Aceh Barat Tinjau Perbaikan Fasilitas dan Pengawasan Dana Pasien Rujukan

Aceh Barat

Afrinda Novalia Lantik Tiga Ketua TP-PKK Kecamatan di Aceh Barat