Home / Daerah / News

Minggu, 25 Mei 2025 - 11:13 WIB

Pak Ben Dorong Distan Usul Rehab Krueng Jreu-Seuneubok ke APBN 2026

Redaksi

Nabhani, S.I.Kom. Foto: Dok. Pribadi/AcehNow

Nabhani, S.I.Kom. Foto: Dok. Pribadi/AcehNow

Aceh Besar — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar, Nabhani, S.I.Kom., yang akrab disapa Pak Bhen, mendorong Dinas Pertanian Aceh Besar agar segera mengusulkan program rehabilitasi dua bendungan penting—Seuneubok dan Krueng Jreu—kepada kementerian terkait di Jakarta, supaya dapat diprioritaskan melalui skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2026.

Menurut Pak Bhen, kondisi dua bendungan tersebut saat ini sangat memprihatinkan dan berdampak langsung terhadap produktivitas lahan pertanian di sejumlah kawasan. Kerusakan fisik, sedimentasi, dan saluran irigasi yang tak lagi optimal menyebabkan pasokan air ke sawah-sawah warga menjadi tidak stabil. Hal ini dinilainya sebagai hambatan serius bagi peningkatan hasil panen dan kesejahteraan petani dalam menjaga program Ketahanan pangan Bapak Presiden prabowo subianto

Baca Juga :  Imigrasi Sabang Jalin Kerja Sama dengan Media NOA untuk Perkuat Publikasi Pelayanan

“Melalui kesempatan ini, kami minta Dinas Pertanian Aceh Besar segera menyusun proposal dan kajian teknis lengkap untuk diajukan ke Kementerian Pertanian dan Kementerian PUPR. Ini agar rehabilitasi dua bendungan tersebut bisa masuk dalam prioritas pembangunan nasional tahun 2026,” ujar Pak Bhen, Sabtu (24/5/2025).

Baca Juga :  Razia Busana di Aceh Besar, Temukan Temukan Pria Pakai Celana Pendek dan Wanita Pakaiannya Ketat

Ia menekankan bahwa persoalan irigasi bukan hanya soal infrastruktur, melainkan menyangkut langsung keberlangsungan hidup ribuan petani serta ketahanan pangan daerah. Jika sistem pengairan dibenahi, maka petani akan mampu meningkatkan frekuensi dan kualitas panen, yang pada gilirannya berdampak positif terhadap perekonomian lokal.

“Ketika irigasi lancar, petani bisa panen tiga kali. Tapi kalau bendungan rusak dan air tersumbat, petani hanya bisa panen satu kali atau malah gagal. Ini soal kesejahteraan, dan negara harus hadir,” tegasnya.

Baca Juga :  Dek Fadh Jadi Plh Gubernur Aceh, Lalu Apa Tugas & Wewenangnya? Berikut Penjelasannya

Lebih jauh, ia menyebutkan bahwa usulan ini sejalan dengan arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, sektor pertanian harus mendapat dukungan serius, termasuk melalui rehabilitasi infrastruktur dasar seperti bendungan dan saluran irigasi, demi menjamin keberlanjutan produksi pangan dalam negeri.

“Melalui mekanisme APBN dan dukungan Kementerian Pertanian serta Kementerian PUPR, kami berharap usulan ini segera masuk dalam program prioritas nasional. Ini demi sejahteranya para pemakai air di Aceh Besar dalam rangka menuju Indonesia Emas,” pungkas Pak Bhen.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

News

Gubernur Aceh Pimpin Apel Pagi Pasca Idul Fitri, Ajak Pegawai Disiplin Kerja

Daerah

Penyidik Satreskrim Polres Aceh Besar Kirim Berkas Dugaan Pemalsuan Dokumen Rekrutmen PPPK ke Jaksa

Daerah

Reje Juandi Tegaskan Pentingnya Sinergi dalam Ketahanan Pangan Desa

Daerah

Komisi VIII DPR RI Desak Pemerintah Tetapkan Banjir Aceh sebagai Bencana Nasional, Sekda Paparkan Kerusakan 165 Ribu Rumah

Daerah

Bangun Silaturahmi, Babinsa Koramil 08/Silih Nara Laksanakan Komsos
Muara Idi Rayeuk

Daerah

Muara Idi Rayeuk Makin Dangkal, Wagub Aceh Turun Tangan

Daerah

Tim Gabungan Timbang Berat Emas di Pasaran, Ini Hasilnya

Daerah

Wagub Aceh Hadiri Peringatan 21 Tahun Tsunami dan Doa Bersama untuk Korban Banjir