Home / Pemerintah Aceh

Kamis, 26 Februari 2026 - 12:26 WIB

Optimalisasi Satu Data dalam Pemulihan Layanan Dasar Pascabencana Aceh

mm Tiara Ayu Juneva

Pemerintah Aceh dan Bappenas bahas optimalisasi data untuk percepatan pemulihan pascabencana, Kamis (26/2/2026). Foto: Dok. Istimewa

Pemerintah Aceh dan Bappenas bahas optimalisasi data untuk percepatan pemulihan pascabencana, Kamis (26/2/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Pemerintah Aceh bersama Deputi Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan (PMKK) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menegaskan pentingnya optimalisasi pemanfaatan data dalam mempercepat pemulihan layanan dasar pascabencana. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan media briefing yang membahas penguatan konsolidasi dan integrasi data sebagai fondasi rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh, Kamis (26/2/2026).

Penanganan bencana di Aceh saat ini telah memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Pada fase ini, ketersediaan data yang valid, mutakhir, dan terverifikasi menjadi krusial agar intervensi pemerintah tepat sasaran, khususnya dalam pemulihan layanan kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, serta penguatan mata pencaharian masyarakat terdampak.

Deputi PMKK Bappenas menyampaikan bahwa pemulihan pascabencana harus dibangun di atas fondasi data yang kuat. “Rehabilitasi dan rekonstruksi tidak boleh berbasis asumsi. Kita membutuhkan data yang terverifikasi dan terintegrasi agar kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak, sekaligus membangun ketangguhan jangka panjang,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya keselarasan antara data pusat dan daerah agar proses perencanaan dan penganggaran berjalan efektif dan tidak tumpang tindih.

Baca Juga :  Wagub Fadhlullah Tegaskan Teladan Pahlawan di Hari Pahlawan

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh menegaskan bahwa Portal Satu Data Aceh menjadi rujukan utama dalam memastikan konsistensi informasi lintas sektor. “Dengan konsolidasi data melalui Satu Data Aceh, kami dapat melihat secara lebih utuh kondisi sosial ekonomi masyarakat terdampak, memetakan prioritas, dan memastikan bahwa intervensi rehabilitasi dan rekonstruksi tepat sasaran,” jelasnya.

Melalui mekanisme pemadanan data antara pusat dan daerah, termasuk pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), data sektoral perangkat daerah, serta data spasial kebencanaan, pemerintah memastikan bahwa informasi yang digunakan dalam perencanaan telah melalui proses verifikasi dan validasi berjenjang. Data yang telah ditetapkan kemudian disebarluaskan melalui Portal Satu Data Aceh sebagai referensi resmi dalam perencanaan, penganggaran, dan penetapan sasaran program

Baca Juga :  Sekda Aceh Tegaskan Peran Aceh dalam Revisi UUPA Nasional

Pendekatan berbasis analisis ini memungkinkan pengelompokan wilayah terdampak berdasarkan tingkat risiko dan karakteristik sosial ekonomi. Dalam sektor ekonomi produktif, misalnya, analisis terhadap estimasi pekerja pertanian terdampak dan kerusakan lahan membantu pemerintah menentukan bentuk dukungan yang sesuai, mulai dari bantuan sosial dan rehabilitasi lahan hingga penguatan ketahanan pangan lokal

Team Leader Program SKALA menyampaikan bahwa penguatan ekosistem data merupakan bagian penting dalam mendukung pemerintah daerah membangun pemulihan yang lebih tangguh. “SKALA mendukung pemerintah dalam memastikan data tidak hanya tersedia, tetapi juga dimanfaatkan secara optimal untuk perencanaan, penganggaran, dan monitoring pemulihan. Kolaborasi ini bertujuan mempercepat layanan dasar kembali berjalan dan memastikan kelompok rentan tidak tertinggal,” ujarnya.

Baca Juga :  Disdik Aceh Apresiasi Langkah Bupati Aceh Barat, Ajak Kepala Daerah Lain Bersama Bangun Karakter Anak Negeri

Program SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar) mendukung penguatan penyediaan, pemanfaatan, dan analisis data pascabencana melalui fasilitasi analisis sosial ekonomi pra dan pascabencana, fasilitasi penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), penguatan pemanfaatan aplikasi SEPAKAT, serta pendampingan pemadanan data lintas sektor.

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Aceh, Bappenas, dan mitra pembangunan, optimalisasi Satu Data Aceh diharapkan mampu mempercepat pemulihan layanan dasar, mengurangi kerentanan masyarakat terdampak, serta memperkuat ketangguhan daerah dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

News

Aceh Luncurkan Program “Satu Data” untuk Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Efisien

Pemerintah Aceh

Kadisdik Dayah Aceh Tegaskan Komitmen Bersama Cegah Kekerasan di Dayah

Daerah

Lembaga Wali Nanggroe Turunkan Relawan ke Aceh Tamiang, Fokus Pemulihan Pendidikan Pascabanjir dan Longsor

Pemerintah Aceh

ASN dan Non ASN Padati Apel Rutin di Dinas Pendidikan Aceh, Junaidi Tekankan Semangat Muda

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Apresiasi Relawan Rumah Zakat, Tekankan Peran Dukungan Psikologis Korban Bencana

Pemerintah Aceh

Wali Nanggroe Tegaskan Akses Layanan Kesehatan Harus Dibuka Luas bagi Warga Terdampak Bencana di Aceh

News

Mualem Tiba di Banda Aceh, Langsung Bekerja Hingga Larut Malam

Pemerintah Aceh

Mualem Kukuhkan 44 Anggota Paskibraka Aceh 2025 untuk HUT RI ke-80