Home / Pendidikan

Jumat, 21 November 2025 - 19:00 WIB

Menag Buka Kemah Harmoni Pramuka Jabar, Tekankan Persatuan

mm Redaksi

Menag Nasaruddin Umar saat membuka kemah bakti harmoni 4 Kanwil Jawa Barat. Dok. Kemenag RI

Menag Nasaruddin Umar saat membuka kemah bakti harmoni 4 Kanwil Jawa Barat. Dok. Kemenag RI

Sumedang – Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka Kemah Bakti Harmoni Beragama ke-4 Saka Amal Bakti Jawa Barat di Bumi Perkemahan Kiarapayung, Sukasari, Sumedang, Jumat (21/11/2025). Kegiatan ini diikuti 4.900 Pramuka Penegak dari madrasah, santri muadalah dan diniyah formal, hingga siswa SMA lintas agama se-Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Menag mengajak generasi muda menjadikan kemah sebagai ruang mempererat kebersamaan lintas keyakinan. “Kemah ini bukan hanya aktivitas rutin kepramukaan, tetapi momen penting untuk memperkuat persaudaraan dan harmoni antarsesama,” tukas Menag Nasaruddin Umar.

“Kegiatan ini menjadi kesempatan istimewa bagi kita semua untuk membangun keharmonisan. Di tengah dunia yang mudah terpolarisasi, pemuda harus menjadi penyejuk, pembawa kedamaian, dan jembatan penyatu,” imbuhnya.

Baca Juga :  IAIN Palangka Raya Kini UIN, Target Cetak SDM Berkualitas

Ia menegaskan keberagaman Indonesia adalah kekuatan pemersatu bangsa. Pengalaman kebersamaan, berbagi peran, dan hidup menyatu dengan alam dinilai penting dalam membentuk karakter pemuda. “Harmoni adalah agenda kebangsaan. Kemenag lahir untuk merawat kerukunan, menjadikan agama sebagai pemersatu bangsa,” terang Menag.

Menag juga menyampaikan bahwa kegiatan ini selaras dengan Asta Cita pemerintah yang menempatkan harmoni sosial sebagai kekuatan strategis bangsa.

Kakanwil Kemenag Jabar, Dudu Rohman, menyebut kemah bakti sebagai wadah pembinaan karakter Pramuka Penegak. “Kegiatan ini adalah kesempatan untuk mengasah kemampuan, membangun karakter, dan mempererat persaudaraan,” ujar Dudu Rohman.

Baca Juga :  Menag Serukan Toleransi, Bugis-Makassar Jadi Teladan

“Kalian berada pada usia yang penuh potensi. Gunakan kesempatan ini untuk menggali diri, belajar dari alam, dan memperkuat nilai Tri Satya dan Dasa Dharma dalam setiap langkah,” sambungnya.

Selama tiga hari, peserta akan mendapatkan pembinaan karakter, wawasan kebangsaan, penguatan moderasi beragama, serta kurikulum cinta berorientasi nilai Panca Waluya yang selaras dengan Satya dan Darma Pramuka.

Pada kesempatan itu, turut ditandatangani Deklarasi Pramuka Menanam Pohon sebagai dukungan terhadap program Ekoteologi dalam Asta Protas Menteri Agama. Setiap madrasah membawa dua bibit pohon matoa, terkumpul sekitar 2.000 pohon untuk penghijauan di berbagai lokasi.

Baca Juga :  Disdik Aceh Tegaskan Larangan Pungutan Pada Penerimaan Siswa Baru

Kemah Bakti Harmoni sendiri merupakan agenda tahunan Kanwil Kemenag Jabar yang menitikberatkan pada persaudaraan, kerukunan, dan perdamaian melalui kegiatan rekreasi-edukatif di alam terbuka. Kegiatan digelar komunitas Pramuka Saka Amal Bakti yang diakui Kwarda Jabar sejak 2019.

Menurut Dudu, kehadiran Saka Amal Bakti menjadi jawaban atas kebutuhan Pramuka di lingkungan madrasah dan pesantren sebagai wadah pembinaan nilai kebangsaan, keimanan, akhlak, dan sikap moderat. Ia berharap Saka Amal Bakti ke depan dapat memperoleh pengakuan dari Kwartir Nasional sehingga menjadi wadah resmi di seluruh Indonesia.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

SMP Islam Cendekia Darussalam: MPLS 2025/2026 Padukan Al-Qur’an dan Teknologi

Pemerintah Aceh

Plt Kadisdik Aceh Laporkan Progres Pemulihan Pendidikan Pascabencana kepada Gubernur Mualem

Pendidikan

O2SN Pendidikan Khusus 2025 Resmi Ditutup, Kadisdik Aceh: Anak-anak Emas Siap Harumkan Nama Daerah di Tingkat Nasional

Daerah

Disdik Aceh terbitkan edaran jam malam untuk pelajar

Pendidikan

UIN Datokarama Gelar Tes Hafalan Beasiswa Tahfidz 2025
Guru Aceh

Pendidikan

Guru Aceh Tembus Level Internasional, Belajar AI di China

Daerah

Safari Dakwah di SMPN 17 Banda Aceh, DSI Tekankan Pentingnya Motivasi Belajar dan Akhlak Mulia

Pendidikan

143 Guru Agama Buddha Ikuti PPG Daljab Angkatan III, Fokus pada Kurikulum Berbasis Cinta