Simeulue – Setelah sempat menghentikan operasional selama libur panjang nasional, Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Simeulue kini kembali aktif beroperasi. Aktivitas pelayanan kembali dimulai untuk memastikan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak sekolah dan kelompok penerima manfaat lainnya.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG Simeulue Ellisa menyampaikan bahwa seluruh dapur MBG telah kembali beroperasi secara normal sejak hari pertama masuk kerja pasca libur panjang. Seluruh tenaga dapur, relawan, serta petugas distribusi kembali menjalankan tugas sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan.
“Setelah libur panjang, hari ini dapur MBG Simeulue kembali aktif. Kami memastikan seluruh proses, mulai dari pengolahan hingga pendistribusian makanan, berjalan dengan baik dan memenuhi standar kebersihan serta gizi,” ujarnya saat dikonfirmasi media ini Kamis, (08/01/2026)
Ia menjelaskan, selama masa libur panjang, operasional dapur memang dihentikan sementara untuk menyesuaikan kalender pendidikan dan aktivitas penerima manfaat. Namun, persiapan telah dilakukan jauh hari agar pelayanan dapat kembali berjalan optimal tanpa kendala.
Menu makanan yang disajikan tetap mengacu pada pedoman gizi seimbang, dengan menggunakan bahan pangan lokal yang segar dan berkualitas.
Selain mendukung kesehatan penerima manfaat, penggunaan bahan lokal juga bertujuan untuk membantu perekonomian masyarakat Simeulue, khususnya para petani dan pemasok bahan pangan.
Sejumlah penerima manfaat menyambut baik kembalinya operasional dapur MBG tersebut. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya program Makan Bergizi Gratis, terutama dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak di tengah aktivitas belajar yang kembali normal.
“Alhamdulillah, dapur MBG sudah aktif lagi. Anak-anak sangat terbantu, karena setiap hari mendapat makanan bergizi,” ungkap salah seorang wali murid.
Dengan aktifnya kembali dapur MBG pasca libur panjang, diharapkan program ini terus berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat di Kabupaten Simeulue.
Editor: Dahlan













