Home / Daerah / News

Senin, 26 Mei 2025 - 11:52 WIB

Laka Lantas di Aceh Capai 1.293 Kasus, Korban Didominasi Usia Produktif

Redaksi

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit bus di Gampong Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, pada Kamis (8/5/2025) lalu.

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit bus di Gampong Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, pada Kamis (8/5/2025) lalu.

BANDA ACEH – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh mencatat sebanyak 1.298 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah Aceh sepanjang Januari hingga Mei 2025.

Dari data tersebut menunjukkan bahwa korban kecelakaan didominasi oleh masyarakat dengan usia produktif, yakni rentang usia 17 hingga 29 tahun.

“Kecelakaan lalu lintas berpotensi menghilangkan generasi Aceh karena usia produktif umur 17 sampai 29 tahun paling banyak menjadi korban kecelakaan di jalan Aceh,” kata kata Dirlantas Polda Aceh Kombes Pol Muhammad Iqbal Alqudusy, Senin (26/5/2025).

Baca Juga :  Dibandingkan Tahun Sebelumnya, Angka Kecelakaan Hari Kedelapan Ops Ketupat Seulawah 2025 Menurun

Iqbal mengungkap, dari total 1.298 kasus kecelakaan lalu lintas di Aceh, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 270 Jiwa, luka berat 157 jiwa, dan luka ringan 1.971 jiwa. Serta kerugian material senilai Rp2,8 miliar.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2024 tercatat 3.518 kasus kecelakaan lalu lintas dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 631 jiwa dan kerugian material Rp9,4 miliar.

Baca Juga :  Tiga Rumah Terbakar di Aceh Besar, 8 Freezer dan 5 Kulkas Ikut Habis Dilalap Si Jago Merah

Melihat tren tersebut, Dirlantas menegaskan bahwa kecelakaan lalu lintas bukan musibah atau kejadian biasa, melainkan sebagai salah satu mesin pembunuh di Aceh.

“Anggapan masyarakat bahwa kecelakaan lalu lintas adalah kejadian atau sebagai musibah biasa harus diubah. Karena faktanya kecelakaan di Aceh sudah sangat luar biasa, boleh dikatakan darurat dan dampaknya sangat luar biasa, berbanding lurus dengan kemiskinan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Iqbal mendorong, sosialisasi keselamatan berlalu lintas harus menjadi prioritas utama bagi seluruh stakeholder di Aceh untuk menyelamatkan dan menjaga kehidupan, termasuk membangun peradaban dan berjuang untuk kemanusiaan bagi warga Aceh.

Baca Juga :  Polisi Temukan Ada Pemberian Tiket Tak Sesuai dengan yang Dibayar di Objek Wisata Lhoknga

“Saya selalu menekankan bahwa kecelakaan lalu lintas adalah mesin pembunuh utama di Aceh. Kecelakaan lalu lintas bukanlah hal yang dapat dianggap remeh, tapi harus ditanggapi dengan serius dan segera. Dengan kesadaran dan tindakan bersama, kita dapat mengurangi angka kecelakaan dan menciptakan Kamseltibcarlantas,

Editor: redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Tingkatkan Perlindungan Nasabah, Bank Aceh Syariah Teken MoU dengan Kejati Aceh

Daerah

Aceh Utara Tambah 9 Tower Telekomunikasi, Akses Internet Kini Merata hingga Pedalaman
Kapolda Aceh

Daerah

Kapolda Aceh Minta Penegakan Hukum Lalu Lintas Lebih Humanis

Aceh Besar

Anggota DPRK Aceh Besar Lobi Proyek Smart City Ke Investor Korea Selatan

Daerah

FGD Koalisi HAM: Pulau Sudah Kembali, Kini Saatnya Bangun Masa Depan

Daerah

Bank Aceh Salurkan Zakat Rp500 Juta untuk 1.216 Mustahiq

Daerah

Glee Madat Siap Jadi Sentra Jagung Unggul, Bupati Aceh Besar Beri Lampu Hijau

Daerah

Ribuan Warga Aceh Timur Tuntut Cabut Izin Sawit Bermasalah