Home / Daerah

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 17:27 WIB

Dua Karya Budaya Aceh Timur Masuk WBTb Nasional 2025

mm Syaiful AB

Aceh Timur Sabet Dua Karya Budaya Warisan Budaya Tak Benda 2025. dok. Diskominfo Kab. Aceh Timur

Aceh Timur Sabet Dua Karya Budaya Warisan Budaya Tak Benda 2025. dok. Diskominfo Kab. Aceh Timur

Aceh Timur – Kabupaten Aceh Timur kembali menorehkan prestasi di bidang kebudayaan. Dua karya budaya asal daerah ini, Rapa’i Bandar Khalifah dan Khanduri Jrat, berhasil direkomendasikan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia tahun 2025.

Dua karya budaya dari wilayah pantai timur Aceh tersebut masuk dalam daftar 17 karya budaya dari Provinsi Aceh yang direkomendasikan oleh Kementerian Kebudayaan RI untuk ditetapkan sebagai WBTb tahun ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur, Bustami, S.Pd, M.Si, menjelaskan bahwa Rapa’i Bandar Khalifah termasuk dalam domain seni pertunjukan, sementara Khanduri Jrat berada pada domain adat istiadat, ritus, perayaan, dan sistem ekonomi tradisional.

Baca Juga :  Wagub Aceh Dorong Pelayaran Internasional Krueng Geukueh-Penang Beroperasi Maksimal

“Sebelumnya Aceh Timur telah memiliki beberapa warisan budaya yang ditetapkan sebagai WBTb, yakni Pisang Sale (2022), Muniren Reje (2023), dan Kenduri Uten (2023). Tahun ini kita menambah dua lagi, sehingga total sudah ada lima karya budaya asal Aceh Timur yang tercatat sebagai WBTb Indonesia,” ujar Bustami dengan bangga, dilansir dari halaman resmi Pemkab Aceh Timur, Sabtu, 11 Oktober 2025.

Ia menambahkan, proses seleksi berlangsung ketat mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi, dan memerlukan kesiapan data serta dokumentasi yang lengkap.

Baca Juga :  Lhokseumawe Toreh Prestasi Nasional, Sayuti Abubakar Terima BAZNAS Award 2025

“Meski terkendala anggaran, tim kita bekerja maksimal dengan semangat menjaga marwah budaya daerah. Alhamdulillah, hasilnya membanggakan bagi Aceh Timur,” tambahnya.

Secara terpisah, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tersebut.

“Saya menyampaikan selamat dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam pelestarian dan pengusulan dua karya budaya ini. Ini bukan hanya soal penghargaan, tetapi tentang upaya kita menguatkan kembali identitas dan jati diri budaya Aceh Timur,” kata Bupati Al-Farlaky.

Bupati menegaskan bahwa pelestarian budaya harus terus menjadi bagian dari pembangunan sosial Aceh Timur. Menurutnya, pengakuan nasional ini menjadi bukti bahwa Aceh Timur memiliki kekayaan budaya yang hidup dan berakar kuat di masyarakat.

Baca Juga :  Disdik Aceh terbitkan edaran jam malam untuk pelajar

“Dengan menjaga dan memperkenalkan warisan budaya kita kepada generasi muda, berarti kita sedang menjaga keberlanjutan sejarah dan karakter bangsa. Saya berharap capaian ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus mengangkat nilai-nilai luhur warisan nenek moyang,” tutupnya.

Alhasil, dengan bertambahnya dua karya budaya tersebut, Aceh Timur kini memiliki lima WBTb yang diakui secara nasional, meneguhkan posisinya sebagai salah satu daerah dengan kekayaan budaya yang terus lestari di Provinsi Aceh.***

Editor: DahlanReporter: Syaiful AB

Share :

Baca Juga

Daerah

Demam Piala Dunia, Masyarakat Pidie Jaya Padati Lokasi Nobar Final Spanyol Vs Argentina

Daerah

Ketua TP-PKK Aceh Antar Bantuan ke Gampong Kubu Bireuen yang Terisolasi Akibat Banjir

Daerah

Antisipasi Masuknya Narkoba dan Bahan Terlarang Polresta Banda Aceh Tingkatkan Razia Kendaraan

Daerah

Use Ferawati Resmi Pimpin GOW Bener Meriah 2025-2030

Daerah

Polsek Pintu Rime Gayo Imbau Warga Kibarkan Merah Putih dan Tingkatkan Kewaspadaan Sambut HUT RI ke-80

Daerah

Truk Pengangkut Kopi Kecelakaan di Bener Meriah, Sopir Meninggal Dunia

Daerah

Lonjakan Harga Sawit Tuai Keluhan, Ketua APKASINDO Perjuangan Minta Solusi Konkret

Daerah

Pastikan Kualitas Pemenuhan Gizi, Dandim 0115/Simeulue, Tinjau Dapur Sppg Bako Parangai