Home / Pendidikan

Sabtu, 27 September 2025 - 08:30 WIB

Kemenag Luncurkan Modul PKRR Islami untuk Guru Madrasah

mm Redaksi

Peluncuran Modul Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja (PKRR) perspektif Islam. dok. Kemenag RI

Peluncuran Modul Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja (PKRR) perspektif Islam. dok. Kemenag RI

Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) resmi meluncurkan Modul Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja (PKRR) dalam perspektif Islam. Modul ini digunakan untuk pelatihan daring berbasis Massive Open Online Course (MOOC) Pintar serta kegiatan Training of Facilitator (TOF) bagi guru madrasah se-Indonesia.

Peluncuran berlangsung Jumat (26/9/2025) dengan dihadiri tokoh lintas kementerian, lembaga, ormas keagamaan, dan mitra internasional. Kehadiran modul ini diharapkan memperkuat literasi kesehatan reproduksi yang selaras dengan ajaran Islam.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menegaskan pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi sejak dini. “Pendidikan reproduksi tidak hanya soal literasi, tapi juga menjaga kesehatan, memahami aspek keagamaan, dan memastikan keberlangsungan keturunan secara sehat sesuai syariat. Dalam Islam, menjaga keturunan atau hifzhun nasl adalah bagian dari maqashid syariah yang sangat penting,” ujarnya.

Baca Juga :  MAN IC Pekalongan Akhiri Matsama, Pemetaan Potensi Siswa Baru Ungkap Banyak Calon Dokter dan Saintis

Amien juga menekankan peran orang tua dalam memberikan pembekalan agar siswa mendapat penguatan dari sekolah maupun keluarga.

Ketua Pengawas Yayasan Gemilang Sehat Indonesia (YGSI), Nur Jannah, menyebut peluncuran modul ini sebagai tonggak penting. Sejak 2011, YGSI telah melatih lebih dari 1.800 guru dan menjangkau 42.000 siswa di 12 provinsi melalui program kesehatan reproduksi. “Anak-anak kita membutuhkan pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif, berbasis ilmu pengetahuan, namun tetap sesuai dengan nilai agama. Modul ini jadi pegangan berharga bagi guru madrasah dan pesantren,” kata Nur Jannah.

Baca Juga :  Mendikdasmen Dorong Implementasi Smart Classroom bagi SMA dan SMK di Aceh

Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, M. Arskal Salim GP, melaporkan antusiasme guru sangat tinggi. “Hingga September 2025, tercatat 40.806 guru madrasah telah mendaftar mengikuti MOOC Pintar. Angka ini menunjukkan kebutuhan guru akan modul pendidikan kesehatan reproduksi yang benar dan sesuai Islam,” jelasnya.

Baca Juga :  Pondok Pesantren Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Santri Jadi Prioritas Hari Santri 2025

Selain itu, 30 guru terpilih kini tengah mengikuti TOF di Ciputat untuk disiapkan sebagai fasilitator nasional. Program ini diharapkan mampu mencegah pernikahan dini, kekerasan seksual, hingga fenomena marriage scar dan pernikahan tanpa anak yang marak di kalangan muda.

Dengan melibatkan ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah dalam penyusunan, Kemenag optimistis modul PKRR Islami ini dapat menjadi panduan nasional bagi madrasah di seluruh Indonesia.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Bunda Guru Aceh Apresiasi Semangat Juang Guru Pascabencana di Aceh Tamiang

Pendidikan

Pendaftaran SPMB Aceh Gelombang II Dibuka, Pilih SMA, SMK, atau SLB Sesuai Domisili
Wamenag

Pendidikan

Wamenag Dorong Madrasah Jabar Jadi Pusat Keunggulan Pendidikan

Pendidikan

IAIN Ponorogo Resmi Berstatus UIN Kiai Ageng Muhammad Besari
Guru Aceh

Pendidikan

Guru Aceh Tembus Level Internasional, Belajar AI di China

Pendidikan

UIN Surakarta Hadirkan Kelas Penyelesaian Sengketa Pemilu Pertama di Indonesia

Pendidikan

Menag Dorong Pesantren Pimpin Kebangkitan Peradaban Islam

Daerah

Peduli Korban Banjir Bandang, Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Aceh Kirim Bantuan ke Pidie Jaya