Home / Daerah

Kamis, 2 Oktober 2025 - 17:32 WIB

Kapolda Aceh Deklarasikan “Green Policing” untuk Perangi Tambang Ilegal

mm Redaksi

Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menanda tangani petisi deklarasi Green Policing atau pemolisian hijau sebagai upaya memberantas tambang ilegal. dok. Polda Aceh

Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menanda tangani petisi deklarasi Green Policing atau pemolisian hijau sebagai upaya memberantas tambang ilegal. dok. Polda Aceh

Banda Aceh – Kapolda Aceh, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, menginisiasi deklarasi “Green Policing” sebagai upaya pemberantasan tambang ilegal di wilayah Aceh. Kegiatan tersebut digelar di Aula Machdum Sakti Polda Aceh, Kamis (2/10/2025), dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Green Policing merupakan pendekatan yang mengintegrasikan filosofi, strategi, dan kegiatan kepolisian bersama masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan. Program ini menjadi strategi Kapolda Aceh dalam mencegah penambangan liar di seluruh Aceh.

Baca Juga :  Dirlantas Polda Aceh Cek Kesiapan Inovasi SIM Corner dan Layanan Ganti STNK 5 Tahunan di MPP

Dalam deklarasi itu, dilakukan penandatanganan bersama sebagai komitmen menolak segala bentuk Pertambangan Tanpa Izin (PETI). Isi deklarasi mencakup dukungan terhadap pemerintah dalam menyosialisasikan larangan PETI, mendukung realisasi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, berbagi informasi valid terkait aktivitas PETI, serta berkoordinasi dalam penegakan hukum secara terpadu.

Baca Juga :  Otoritas Pelabuhan Ulee Lheue Imbau Penumpang Beli Tiket Resmi Demi Keselamatan dan Perlindungan Asuransi

“Green Policing adalah wujud komitmen Polri menjaga alam Aceh untuk generasi mendatang. Tambang ilegal bukan hanya soal hukum, tetapi juga menyangkut kelestarian hidup kita semua,” tegas Kapolda Aceh.

Baca Juga :  Pangdam IM Dorong Profesionalisme dan Sinergi di Acara Sertijab Pejabat Kodam Iskandar Muda

Kapolda juga menekankan bahwa tambang ilegal harus menjadi perhatian serius karena aktivitas ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga merusak hutan, mencemari sungai, memicu longsor, menyebabkan banjir, hingga menimbulkan konflik sosial.

Abituren Akabri 1991 itu mengajak masyarakat mendukung upaya pemberantasan tambang ilegal dengan tidak terlibat dan segera melaporkan jika menemukan indikasi aktivitas PETI di lapangan.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Polda Aceh Gelar Donor Darah pada Puncak Bakti Kesehatan Serentak Hari Bhayangkara ke-79

Daerah

Bupati Aceh Timur Gelar Operasi Pasar Beras Murah untuk Pastikan GPM Terwujud

Daerah

Muhammad Jusuf Kalla Tekankan Perdamaian Aceh Harus Diisi Pembangunan

Daerah

Polisi Temukan Bong Sabu dalam Mobil dan Amankan 5 Knalpot Brong Saat Razia di Ingin Jaya Aceh Besar

Daerah

Hujan Tak Halangi Satgas Lalu Lintas Edukasi Pengendara

Daerah

Warga Antusias Serbu Gerakan Pangan Murah Polres Bener Meriah

Daerah

Bupati Aceh Selatan Serahkan Bantuan untuk Pasien Bocor Jantung

Daerah

Tuanku Muhammad Tekankan Sistem Drainase dan Ruang Terbuka Hijau untuk Cegah Banjir Banda Aceh