Home / Daerah / Pemko Banda Aceh

Kamis, 27 November 2025 - 12:20 WIB

Tuanku Muhammad Tekankan Sistem Drainase dan Ruang Terbuka Hijau untuk Cegah Banjir Banda Aceh

mm Tiara Ayu Juneva

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad. Foto: Dok. Istimewa

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Hujan lebat beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Banda Aceh dan sekitarnya tergenang air, termasuk kawasan Jalan T. Nyam Arief depan Polda Aceh. Dampak banjir tidak hanya terjadi di Banda Aceh, tetapi juga melanda kabupaten dan kota lain di Aceh, bahkan hingga menimbulkan longsor dan kerugian materi maupun korban jiwa.

Menyikapi kondisi tersebut, Tuanku Muhammad, Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, meminta Dinas PUPR, Perkim Kota Banda Aceh, dan BNPB untuk segera memetakan kawasan yang terdampak banjir. Menurutnya, pemetaan merupakan langkah awal krusial untuk merencanakan dan membangun sistem drainase efektif di masa depan.

Baca Juga :  Kapolres Hadiri Penyambutan Brigif 90 dan Yonif TP 854 di Aceh Tengah

“Salah satu bencana yang kerap terjadi di Kota Banda Aceh adalah banjir. Maka fokus pembangunan ke depan harus menyiapkan sistem drainase yang baik. Pemetaan drainase harus dilakukan saat kebanjiran seperti ini,” jelas Tuanku Muhammad.

Dengan pemetaan yang akurat, pembangunan drainase akan lebih optimal dan dapat mengidentifikasi area paling rentan, sehingga banjir berulang dapat dicegah.

Baca Juga :  Banjir dan Longsor di Aceh Jadi Sejarah Pahit, SAPA Dorong Pembenahan Lingkungan

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, karena penyumbatan drainase akibat sampah merupakan salah satu penyebab utama banjir.

Selain itu, Tuanku Muhammad menekankan pentingnya perencanaan tata ruang yang mempertimbangkan dampak lingkungan, termasuk ruang terbuka hijau dan daerah resapan air. Menurutnya, pembangunan kawasan baru harus memperhitungkan kemampuan tanah menahan banjir agar air dapat tersalur dengan baik.

“Kedepan, ruang terbuka hijau dan daerah resapan banjir harus kita buat. Jika tidak, Banda Aceh akan terkurung air karena tidak ada jalur untuk menurunkan air. Kawasan pembangunan baru harus ditata dengan baik,” tegasnya.

Baca Juga :  Operasi Zebra 2025, Polres Lhokseumawe Gencar Edukasi

Tuanku Muhammad juga mengapresiasi pembangunan drainase yang dilakukan pada masa almarhum Walikota Mawardy Nurdin. Ia menilai saat ini hanya sebagian kecil kawasan Banda Aceh yang masih terdampak banjir. Ia turut memuji respons cepat Walikota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, yang turun langsung mengecek lokasi banjir.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Disdukcapil Banda Aceh Jemput Bola KTP Warga Berkebutuhan Khusus

Daerah

Tokoh Dermawan Aceh Nyak Sandang Tutup Usia, Penyumbang Pesawat Pertama RI Berpulang
Bireuen

Daerah

Aceh dan Bireuen Perkuat Sinergi Tangani Dampak Banjir

Pemko Banda Aceh

Diskominfotik Banda Aceh Raih Dua Penghargaan Bergengsi 2025 untuk Pelayanan Publik dan Keterbukaan Informasi

Pemko Banda Aceh

Banda Aceh Perkuat Sinergi dengan BI untuk Stabilkan Harga Pangan Jelang Ramadan 2026

Daerah

Bupati Aceh Timur Instruksikan Pemilihan Geuchik Definitif di Seluruh Gampong

Daerah

Kapolres Aceh Tengah Baru : Ajak Warga Jaga Kamtibmas Lewat Safari Subuh di Bebesen

Daerah

Satgas Kodim 0106/Aceh Tengah: Progres Jembatan Gantung Kalaili Capai 49,5 Persen