Home / Pendidikan

Senin, 16 Februari 2026 - 09:15 WIB

Izzat Nugraha Raih Doktor Biologi Kelautan di Jepang

mm Syaiful AB

M Izzat Nugraha. Dok. Kemenag RI

M Izzat Nugraha. Dok. Kemenag RI

Jakarta — M. Izzat Nugraha berhasil mewujudkan cita-citanya menempuh pendidikan tinggi di Jepang hingga meraih gelar doktor Biologi Kelautan dari Tohoku University. Perjalanan akademik alumnus madrasah ini menjadi inspirasi tentang pentingnya ketekunan, disiplin, dan keberanian bermimpi besar.

Kepada Humas, Senin (16/2/2026), Izzat membagikan kisah perjalanan pendidikannya. Ia menekankan pentingnya fondasi pendidikan agama sejak dini, khususnya kebiasaan membaca Al-Qur’an yang ditanamkan orang tuanya saat bersekolah di SDIT Pesantren Darul Muttaqien, Bogor.

“Di SDIT Darul Muttaqien, saya dididik untuk membiasakan diri membaca Al-Qur’an. Di situ, saya juga mulai mengenal sains melalui lomba sains dan matematika, serta ditanamkan disiplin dan minat belajar sejak dini,” ujar Izzat.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke MTsN 3 Jakarta dan aktif dalam organisasi hingga dipercaya menjadi Ketua OSIS. Meski aktif berorganisasi, Izzat tetap mencatat prestasi akademik dengan meraih nilai tertinggi pada ujian sekolah dan nasional.

Baca Juga :  MTs Darul Ulum Banda Aceh Raih Juara 3 Umum di RIAB Fair 2025

Ia kemudian diterima di MAN Insan Cendekia Serpong (2013–2016). Di sekolah ini, minatnya pada biologi berkembang pesat. Ia terpilih sebagai anggota tim Olimpiade Biologi tingkat provinsi dan meraih juara III Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Nasional bidang Biologi.

Mimpi kuliah di Jepang telah tertanam sejak usia 13 tahun. Sebuah kartu telepon bergambar Mount Fuji pemberian ayahnya dari Tokyo menjadi simbol cita-cita yang terus dijaga.

Setelah lulus madrasah, Izzat langsung mendaftar ke Tohoku University dan dinyatakan lulus. Ia menempuh studi Marine Biology sejak 2016 dan menghadapi tantangan bahasa, budaya, serta keterbatasan finansial.

Baca Juga :  MQK VIII Dayah Se-Barat Selatan Aceh Resmi Dibuka, Wabup Aceh Barat Tekankan Penguatan Tradisi Keilmuan

Untuk bertahan hidup, ia bekerja paruh waktu sebagai kuli bangunan dan pengantar koran pada dini hari sebelum berangkat ke kampus.

“Saya pernah bekerja sebagai pekerja harian membongkar gedung tua, dan pernah menjadi pengantar koran pagi selama satu tahun lebih, dari jam 3 sampai 6 pagi, lalu ke kampus sekitar jam 9,” kenangnya.

Izzat menyelesaikan studi S1 pada 2020, melanjutkan S2 Biological Oceanography (2020–2022), dan meraih gelar doktor pada 2025. Selama studi, ia memperoleh berbagai dukungan beasiswa termasuk Presidential Fellowship dan program beasiswa pemerintah Jepang.

Fokus risetnya mencakup biologi kelautan, planktonologi, dan fenomena harmful algal bloom yang berpotensi membahayakan ekosistem laut. Ia juga melakukan penelitian persebaran plankton, analisis arus laut berbasis satelit, serta pemodelan konektivitas laut.

Baca Juga :  Seleksi Wawancara Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2025 Berlangsung Ketat, Diikuti 3.900 Peserta

Selain itu, ia sempat menjalani residensi doktoral di IPB University pada 2023 guna memperkuat kolaborasi riset Indonesia–Jepang.

Menurut Izzat, keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses panjang yang dijalani dengan kesabaran dan konsistensi.

“Selalu ada jalan meraih cita, selagi ada upaya dan tawakkal,” ucapnya.

Ia berpesan kepada generasi muda agar tidak ragu bermimpi besar dan memanfaatkan peluang pendidikan.

“Manfaatkan setiap peluang pendidikan yang ada. Jaga akhlak, integritas, dan semangat belajar. Dan, setelah itu harus kembali berkontribusi untuk bangsa dan umat,” tandasnya.***

Editor: DahlanReporter: Syaiful AB

Share :

Baca Juga

Daerah

Empat Hari Tahun Ajaran Baru Dimulai, Anak Yatim Tak Mampu Bersekolah Akhirnya Dibantu GEMANTARA

Pendidikan

Kemenag Siapkan MQK Internasional Pertama, Wajo Jadi Tuan Rumah

Pendidikan

Plt. Kadisdik Aceh Terima Delegasi Kedutaan Besar Malaysia, Bahas Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Pelatihan Guru

Pendidikan

UIN Surakarta Hadirkan Kelas Penyelesaian Sengketa Pemilu Pertama di Indonesia

Pendidikan

Kemenag Buka Pendaftaran PTP KIP Kuliah 2025, Ini Syarat dan Jadwalnya

Pendidikan

PPG 2025 Libatkan 3.700 Guru, Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan Hindu
Limbah Jagung Jadi Lampu Relaksasi

Pendidikan

Siswa di Pekalongan Olah Limbah Jagung Jadi Lampu Relaksasi

Aceh Besar

Dorong Transformasi Digital Pendidikan, Bupati Aceh Besar Temui Kementerian Komunikasi dan Digital RI