Home / Pendidikan

Senin, 1 September 2025 - 21:58 WIB

UIN Surakarta Hadirkan Kelas Penyelesaian Sengketa Pemilu Pertama di Indonesia

mm Redaksi

Kelas penyelesaian sengketa pemilu. dok. Kemenag RI

Kelas penyelesaian sengketa pemilu. dok. Kemenag RI

Surakarta – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta mencetak sejarah baru dalam pendidikan hukum dan demokrasi di Indonesia. Untuk pertama kalinya, sebuah fakultas resmi menghadirkan Kelas Penyelesaian Sengketa Pemilu yang terstruktur dan terintegrasi dengan lembaga penyelenggara pemilu.

Kelas perdana ini diinisiasi oleh Kepala Laboratorium Fakultas Syariah, Bakhrul Amal, bekerja sama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sukoharjo. Hadir langsung Eko Budiyanto, Anggota Bawaslu Sukoharjo Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, dalam peresmian yang digelar di Aula Fakultas Syariah, Senin (1/9/2025).

Baca Juga :  Bunda PAUD Aceh Utara Kunjungi PAUD Abdul Aziz di Syamtalira Bayu, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini

Dekan Fakultas Syariah UIN Surakarta, Muh Nashiruddin, menegaskan bahwa program ini menjadi laboratorium demokrasi pertama yang lahir di universitas di Indonesia.

“Kelas ini bukan hanya sekadar kuliah, melainkan forum pembelajaran sistematis mengenai sengketa pemilu yang kerap menjadi titik rawan dalam perjalanan demokrasi kita,” ujarnya.

Program dirancang berlangsung selama 12 kali pertemuan dengan format kelas interaktif yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan praktisi pemilu. Materi pembahasan mencakup aspek hukum, etika, hingga praktik penyelesaian sengketa, mulai dari verifikasi calon, perselisihan kampanye, hingga potensi sengketa hasil.

Baca Juga :  OMI Bidang Sains 2025 Banjir Peminat, 204 Ribu Siswa Ikut Seleksi

Ketua Bawaslu Sukoharjo, Rochmad Basuki, menyambut baik kerja sama ini. “Demokrasi yang sehat memerlukan basis intelektual. Kolaborasi dengan kampus seperti ini membuka ruang baru agar pengawasan dan penyelesaian sengketa tidak semata-mata teknis, melainkan juga berbasis pengetahuan,” katanya.

Mahasiswa dari berbagai program studi terlihat antusias mengikuti kuliah perdana. Mereka tidak hanya mendengarkan paparan, tetapi juga terlibat dalam diskusi kritis terkait praktik demokrasi dan tantangan keadilan elektoral di Indonesia.

Baca Juga :  Police Goes To School, Sat Binmas Polres Aceh Utara Edukasi Siswa SDN 4 Tanah Pasir

Menurut Prof. Nashiruddin, kelas ini merupakan bagian dari misi besar Fakultas Syariah untuk menghadirkan pendidikan hukum yang kontekstual dengan kebutuhan bangsa.

“Kami ingin mahasiswa belajar dari realitas. Sengketa pemilu adalah wajah nyata dari hukum yang berinteraksi dengan politik dan masyarakat. Dari sini lahir pemahaman yang utuh,” tegasnya.

Kelas Penyelesaian Sengketa Pemilu akan berlangsung hingga akhir semester. Pihak fakultas berharap inovasi ini menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain untuk ikut melahirkan ruang pembelajaran demokrasi yang membumi.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Kebersamaan Wali Murid dan Sekolah Warnai Hari Perdana di SDN 1 Blang Jorong

Pemko Banda Aceh

Guru TK di Kuta Raja Dilibatkan dalam Program Literasi Perpustakaan Banda Aceh lewat MoU

Pendidikan

Kemendikdasmen Jaring Guru Belum Berserdik, Akses PPG Guru Tertentu Dibuka Lebih Luas

Parlementarial

Irwansyah Ajak Siswa SDIT Islah Banda Aceh Berani Bermimpi Besar Demi Masa Depan

Pemerintah Aceh

Santri Dayah Aceh Kembali Belajar, Pemerintah Fokus Pemulihan Pascabanjir

Pendidikan

Disdikbud Aceh Selatan Gandeng Bank Aceh Syariah, Transaksi Dana BOS Bakal Nontunai

Pendidikan

Kemenag Umumkan 153 Penerima Beasiswa Zakat Indonesia 2025, Dapat Fasilitas Hingga Rp140 Juta

Pemerintah Aceh

Empat Program Strategis Dicanangkan, Pendidikan Dayah di Aceh Siap Lebih Berkualitas dan Berdaya Saing