Home / Aceh Barat / Pendidikan

Minggu, 18 Januari 2026 - 15:13 WIB

MQK VIII Dayah Se-Barat Selatan Aceh Resmi Dibuka, Wabup Aceh Barat Tekankan Penguatan Tradisi Keilmuan

mm Redaksi

Foto Bersama Usai Pembukaan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) ke VIII antar Dayah se-Barat Selatan Aceh di Dayah ZUDI, Kecamatan Meureubo, Sabtu (17/1/2026). Foto: Dok. Pemkab Aceh Barat

Foto Bersama Usai Pembukaan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) ke VIII antar Dayah se-Barat Selatan Aceh di Dayah ZUDI, Kecamatan Meureubo, Sabtu (17/1/2026). Foto: Dok. Pemkab Aceh Barat

Meulaboh – Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, SH, secara resmi membuka kegiatan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) ke VIII Tahun 2025 antar Dayah se-Barat Selatan Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung di Dayah ZUDI, Desa Ujong Tanjong, Kecamatan Meureubo, Sabtu (17/1/2026).

Dalam sambutannya, Said Fadheil menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya MQK antar dayah se-Barat Selatan Aceh yang dipusatkan di Bumi Teuku Umar.

“Insyaallah seluruh rangkaian kegiatan MQK ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, melahirkan santri-santri terbaik, serta semakin menguatkan tradisi keilmuan dayah di wilayah Barat Selatan Aceh,” ujar Said.

Baca Juga :  PKK Aceh Barat Dorong Ikan Lumi-Lumi Jadi Ikon Kuliner Khas Daerah

Menurutnya, MQK merupakan ruang kompetisi yang sangat positif bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan dalam membaca, memahami, serta menyampaikan isi Kutub Turats atau kitab kuning secara ilmiah dan beradab.

“MQK bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi sarana menjaga kesinambungan tradisi keilmuan dayah yang moderat, mendalam, dan penuh hikmah. Sekaligus menanamkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam membangun perdamaian, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global,” katanya.

Baca Juga :  5.973 Guru Katolik Ikuti PPG 2025, Lulus Langsung Terima Tunjangan Profesi Tahun Depan

Said juga menegaskan bahwa para santri yang mengikuti MQK bukanlah hasil instan, melainkan telah melalui proses pembinaan yang serius, pembelajaran intensif, serta bimbingan langsung dari para guru dan pimpinan dayah.

Lebih lanjut, Pemkab Aceh Barat berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas santri melalui dukungan terhadap kegiatan keilmuan dan kompetisi seperti MQK.

“Dengan ikhtiar dan doa bersama, Aceh Barat diharapkan mampu meraih hasil terbaik pada MQK tingkat provinsi, sekaligus melahirkan santri unggul yang kelak berperan aktif menjawab persoalan umat dan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Satlantas Polres Aceh Barat Gelar Gerakan Pangan Murah, Warga Antusias Berburu Kebutuhan Pokok

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus memperkuat sinergi dengan dayah, baik dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia santri, dukungan kegiatan keilmuan, maupun penguatan peran alumni dayah di tengah masyarakat.

“Kita ingin lulusan dayah tidak hanya dihormati karena ilmunya, tetapi juga hadir memberikan solusi terhadap persoalan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan,” pungkas Said.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh Barat

Tunaikan Janji Kampanye, Bupati Aceh Barat Salurkan Bantuan BBM untuk Tukang Becak
Kemenag

Pendidikan

Kemenag Bantu Rp30 Juta untuk Santri Korban Musibah Magelang

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Pastikan PBM Semester Genap 2025/2026 Tetap Dimulai 5 Januari Meski Dilanda Bencana

Pendidikan

UIN Datokarama Gelar Tes Hafalan Beasiswa Tahfidz 2025

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Buka Puasa Bersama Penggiat Sosial dan Pendamping Desa di Pendopo Bupati

Pendidikan

MAN 2 Rembang Raih Rekor MURI, Kukuhkan 512 Anggota Pramuka Garuda

Aceh Besar

Seleksi Guru Beut Bak Sikula Aceh Besar: Bupati Pastikan Kualitas Tenaga Pengajar

Daerah

Marthunis Ajak Civitas Disdik Aceh Tanamkan Nilai Pengorbanan dan Integritas