Home / Aceh Besar / Pemerintah

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:32 WIB

Harapan Warga Lamteuba–Lampanah Leungah Terwujud, Seulawah Agam Segera Jadi Kecamatan Baru

mm Redaksi

Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris bersama perwakilan Kemendagri RI meninjau lokasi calon ibu kota Kecamatan Seulawah Agam di Gampong Meurah, Kemukiman Lamteuba, Selasa (20/1/2026). Foto: Dok. Prokopim Pemkab Aceh Besar

Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris bersama perwakilan Kemendagri RI meninjau lokasi calon ibu kota Kecamatan Seulawah Agam di Gampong Meurah, Kemukiman Lamteuba, Selasa (20/1/2026). Foto: Dok. Prokopim Pemkab Aceh Besar

Kota Jantho — Penantian panjang masyarakat Kemukiman Lamteuba dan Kemukiman Lampanah Leungah terhadap pemekaran Kecamatan Seulimum atau pembentukan kecamatan baru Seulawah Agam mulai menunjukkan titik terang. Harapan yang telah lama disuarakan warga tersebut kini perlahan bergerak menuju realisasi.

Langkah konkret dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar di bawah kepemimpinan Bupati H. Muharram Idris dengan melakukan kunjungan langsung ke lokasi calon ibu kota Kecamatan Seulawah Agam di Gampong Meurah, Kemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar, Selasa (20/1/2026). Kunjungan tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Dalam kunjungan itu, Bupati Aceh Besar hadir bersama perwakilan Kemendagri RI Edi Cahyo, SSTP, MAP, Anggota Komisi III DPR Aceh Eddi Shadiqin, SH, Asisten I Setdakab Farhan, AP, Asisten II Setdakab M. Ali, S.Sos., M.Si., Camat Seulimum, serta tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga :  Bupati Aceh Barat Pimpin Rakor Barsela Bersama Kepala BNPB, Bahas Penanganan Banjir dan Longsor

“Kita ingin menjawab harapan dan aspirasi masyarakat Kemukiman Lamteuba dan Lampanah Leungah yang sudah terlalu lama disuarakan. Keinginan warga untuk lahirnya kecamatan baru Seulawah Agam, mudah-mudahan segera terwujud. Saat ini prosesnya sedang berjalan,” ujar Bupati Aceh Besar, Muharram Idris.

Menurutnya, dari sisi persyaratan administratif maupun teknis, rencana pemekaran Kecamatan Seulawah Agam telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Seluruh persyaratan pada prinsipnya sudah terpenuhi. Jumlah wilayah mencapai 13 gampong dari minimal 10 gampong yang dipersyaratkan, jumlah penduduk juga sudah di atas 10 ribu jiwa, dan dokumen administrasi usulan sedang dalam proses,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Dalam Negeri RI, Edi Cahyo, SSTP, MAP, menegaskan bahwa kunjungan lapangan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan daerah serta terpenuhinya seluruh persyaratan pembentukan kecamatan baru.

Baca Juga :  Fadhlullah Silaturahmi dengan Direksi PT. PIM, Tegaskan Dukungan Pemerintah Aceh untuk Pengembangan Perusahaan

“Pada prinsipnya kami sangat mendukung rencana pemekaran wilayah kecamatan ini, tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku. Yang paling penting, usulan ini benar-benar berasal dari bawah, dari aspirasi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, setelah menerima usulan dari gubernur dan bupati, termasuk dokumen pendukung seperti luas wilayah, jumlah penduduk, serta ketersediaan sarana dan prasarana, tahapan selanjutnya adalah penyiapan Peraturan Daerah atau Qanun pembentukan kecamatan baru.

Dukungan juga datang dari Anggota Komisi III DPR Aceh, Eddi Shadiqin, SH. Ia menilai pembentukan Kecamatan Seulawah Agam sangat relevan untuk menjawab kebutuhan masyarakat setempat.

“Saya sangat mendukung pembentukan Kecamatan Seulawah Agam. Ini merupakan tanggung jawab moral untuk menjawab aspirasi masyarakat. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas pelayanan publik, pelayanan kesehatan dan pendidikan, mengoptimalkan potensi daerah, mempercepat pembangunan, memperpendek rentang kendali pemerintahan, serta mendorong pemerataan pembangunan yang pada akhirnya meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketua DPRA Zulfadhli Bacakan Teks Proklamasi di HUT RI ke-80 di Banda Aceh

Langkah awal pembentukan kecamatan baru ini turut disambut positif oleh masyarakat. Tokoh ulama Kemukiman Lamteuba, Tgk. Fauzi, menyampaikan apresiasi atas keseriusan Pemkab Aceh Besar dalam merespons aspirasi warga.

“Bagi kami ini langkah maju. Tokoh ulama dari Mukim Lamteuba dan Mukim Lampanah Leungah sudah sepakat dan menyerahkan sepenuhnya penentuan lokasi ibu kota kecamatan kepada Bapak Bupati. Yang terpenting adalah keseriusan Pemkab Aceh Besar. Belum genap setahun kepemimpinan beliau, tim dari Kemendagri sudah turun langsung ke lapangan. Kami masyarakat siap membantu apabila ada kendala dalam proses ke depan,” pungkasnya.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh Barat

Tarmizi: Jika Tidak Beroperasi, Perusahaan di Aceh Barat Akan Dicabut Izinnya dan Diganti Investor Baru

Aceh Besar

DLH dan DPRK Aceh Besar Tinjau PT Wahana Wirawan, Dorong Pelaku Usaha Taat Aturan Lingkungan

Aceh Besar

Lhoknga Trail Run 2025 Meriah, Wabup Syukri A Jalil: Momentum Promosi Wisata Aceh Besar

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Kunjungi Pemondokan Kafilah di MTQ ke-XXXVII Provinsi Aceh

Aceh Barat

Isi Kekosongan Jabatan, Bupati Aceh Barat Tunjuk Plt Kadis Pertanian dan Sekretaris Dinas Pangan

Aceh Besar

Bupati Muharram Idris: Peran PWI Vital Ciptakan Citra Positif Aceh Besar

Aceh Besar

Empat Kepala Puskesmas Resmi Dilantik, Wabup Aceh Besar Tekankan Pelayanan Prima

Aceh Besar

Wabup Aceh Besar Periksa Gelar Pasukan Satpol PP dan WH, Tegaskan Disiplin dan Tanggung Jawab