Home / Nasional / Peristiwa

Senin, 16 Juni 2025 - 12:26 WIB

Gubernur Aceh soal Potensi Migas di 4 Pulau Berpolemik: Setara Andaman

mm Tika Fitri Lestari

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (kanan) berdampingan dengan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (kedua kanan).

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (kanan) berdampingan dengan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (kedua kanan).

Aceh – Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan empat pulau yang saat ini berpolemik memiliki potensi sumber daya alam energi dan gas bumi, sehingga banyak pihak yang menginginkan wilayah tersebut.

Keempat pulau yang berpolemik antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara yaitu Pulau Lipan, Pulau Mangkir Besar, Pulau Mangkir Kecil dan Pulau Panjang.

Bahkan Mualem mengatakan potensi kandungan gas di pulau tersebut setara dengan Blok Andaman.

Baca Juga :  Kementerian Kehutanan Tegaskan Komitmen Lindungi Kawasan Hutan Raja Ampat

“Kenapa sekarang berebut empat pulau itu? Tahu ndak? Itu kandungan energi kandungan gas sama besar di Andaman (blok migas Andaman) itu permasalahannya,” kata Mualem usia melantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sabang, Sabtu (14/6).

Mualem juga tidak ingin ribut-ribut mempersoalkan pulau tersebut karena sudah memiliki bukti kuat berupa dokumen-dokumen.

“Tapi yang jelas empat pulau itu hak kita, kita punya. Buat apa kita berteriak ini berteriak itu, ini itu hak kita, cuma kita slow aja gak apa-apa,” ujarnya.

Baca Juga :  Anak Kecil Jualan di Lampu Merah, Isa Alima Desak Pemerintah Bertindak

Sebelumnya Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) Nasri Djalal mengatakan dari data historis di lokasi empat pulau itu pernah dilakukan pengeboran migas pada 1970-1973.

Apalagi letak pulau itu berdekatan dengan Blok Offshore South West Aceh (OSWA) atau Blok Singkil yang saat ini dikelola oleh perusahaan Conrad Asia Energy Ltd. Jaraknya hanya sekitar 30 kilometer.

Baca Juga :  Satreskrim Polresta Banda Aceh Kejar Tersangka Penipuan Jual Beli Mobil Online hingga Tangerang

“Dari data historis mencatat pengeboran migas pernah dilakukan di wilayah itu antara tahun 1970 hingga 1973, seperti di Telaga Satu, Singkil Satu, dan Lakota Satu,” kata Nasri, Jumat (13/6).

BPMA juga belum bisa memastikan berapa banyak cadangan migas di wilayah empat pulau tersebut. Pihaknya akan melanjutkan studi terhadap potensi migas melalui aktivitas eksplorasi lanjutan.

Editor: Tika Fitri LestariSumber: https://CNNIndonesia.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Distribusi Bantuan Satgas Garuda Merah Putih-II Capai 39,2 Ton, Misi Diperpanjang hingga 28 Agustus

Nasional

Wamenag: Fahmi Ummi Mitra Strategis Perkuat UMKM Aceh

Hukrim

Tak Terbukti Ada Penggelapan di PWI, Polda Metro Hentikan Penyelidikan

Nasional

Pemerintah Pusat dan Aceh Gelar Rakor Rehabilitasi dan Rekonstruksi Infrastruktur Pascabencana

Nasional

Kemenag Luncurkan EWS Si-Rukun, Sistem Deteksi Dini Konflik Sosial

Hukrim

Putusan PN Batam Soal Kapal MT Arman 114, Integritas Hakim jadi sorotan Publik

Nasional

Hindu Berjapa untuk Indonesia Damai, Ribuan Umat Ikuti Doa Bersama

Peristiwa

BNPB Catat Sejumlah Bencana di Pekan Kedua Agustus 2025, Karhutla dan Angin Puting Beliung Terjadi