Home / Parlementarial

Kamis, 23 April 2026 - 21:32 WIB

DPRK Banda Aceh Bahas Raqan Penyertaan Modal, Aset Tirta Daroy Ditinjau di Lapangan

mm Redaksi

Ketua Pansus DPRK Banda Aceh Tuanku Muhammad meninjau aset Perumda Tirta Daroy di Lambaro, Aceh Besar, Senin (20/4/2026). Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Ketua Pansus DPRK Banda Aceh Tuanku Muhammad meninjau aset Perumda Tirta Daroy di Lambaro, Aceh Besar, Senin (20/4/2026). Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Banda Aceh — Panitia Khusus (Pansus) DPRK Banda Aceh melakukan kunjungan lapangan ke unit produksi milik Perumda Tirta Daroy di Lambaro, Aceh Besar, Senin (20/4/2025).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka pembahasan Rancangan Qanun (Raqan) tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Kota Banda Aceh pada Perumda Tirta Daroy.

Pansus meninjau sejumlah aset dan fasilitas yang dibangun Pemerintah Kota Banda Aceh yang selama ini digunakan oleh Perumda Tirta Daroy untuk mendukung pelayanan air bersih bagi masyarakat.

Peninjauan Aset di Lapangan

Ketua Pansus DPRK Banda Aceh Tuanku Muhammad bersama anggota Pansus lainnya seperti Sofyan Helmi (wakil ketua), M. Arifin, Aiyub Bukhari, Ramza Harli, dan Zidan Al-Hafidz, meninjau langsung berbagai fasilitas.

Baca Juga :  Soroti Infrastruktur, Ramza Harli Minta Perbaikan Jalan di Banda Aceh Harus Berkualitas

Aset yang ditinjau meliputi jaringan perpipaan, reservoir, tanah dan bangunan, alat produksi, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Gampong Jawa yang sebelumnya merupakan hibah Kementerian PUPR kepada Pemerintah Kota Banda Aceh.

Aset tersebut juga direncanakan untuk dihibahkan kepada Perumda Tirta Daroy guna mendukung pengelolaan layanan air dan limbah.

Kepastian Status Aset

Tuanku Muhammad menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memastikan kondisi dan nilai aset sebelum dimasukkan dalam lampiran qanun penyertaan modal.

“Kami ingin memastikan apakah aset masih berfungsi, lokasinya, dan apakah masih mendukung kinerja Perumda Tirta Daroy,” ujarnya.

Baca Juga :  Tgk Agam Desak DPRA Bentuk Pansus, Bongkar Dugaan Pengkhianatan Negara Terkait Pengalihan Empat Pulau Aceh ke Sumut

Ia menambahkan, kejelasan status aset penting agar tidak menimbulkan temuan berulang dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) setiap tahun.

Penyertaan Modal Bukan Dana Tunai

Anggota Pansus DPRK Banda Aceh Sofyan Helmi menegaskan bahwa penyertaan modal dalam Raqan tersebut bukan berupa dana tunai, melainkan pengalihan aset pemerintah kota menjadi milik Perumda Tirta Daroy.

Menurutnya, banyak aset yang selama ini sudah digunakan oleh Perumda namun belum memiliki kejelasan status hukum.

“Penyertaan modal ini berupa aset yang dialihkan agar menjadi milik resmi Perumda,” jelasnya.

Baca Juga :  Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh Motivasi Siswa MIS Lamgugob Lewat Upacara Senin
Dorong Efisiensi Pengelolaan Aset

Pansus menilai penataan aset penting agar pengelolaan dan pemeliharaan lebih jelas dan tidak membebani anggaran daerah.

Jika aset sudah resmi menjadi milik Perumda, maka tanggung jawab pemeliharaan berada di bawah perusahaan daerah tersebut.

Penguatan Layanan Air Bersih

Anggota Pansus lainnya Aiyub Bukhari menekankan bahwa aset yang dialihkan harus benar-benar layak dan fungsional agar dapat meningkatkan pelayanan air bersih bagi warga Banda Aceh.

Ia juga mendorong agar setiap pembangunan infrastruktur air ke depan langsung diserahkan kepada Perumda Tirta Daroy setelah selesai dibangun.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Parlementarial

Dewan Apresiasi Konsistensi Illiza atas Penegakan Syariat di Banda Aceh

Parlementarial

Anggota DPRK Banda Aceh Desak Pemko Segera Terapkan Zonasi PKL

Parlementarial

Ketua DPRA Tekankan Pencegahan Korupsi Harus Dimulai dari Penguatan Integritas

Parlementarial

Rencana Kerja Tahunan DPRA 2026 Resmi Ditetapkan, Fokus Legislasi dan Pengawasan

Parlementarial

DPRA Soroti Lambannya Pemulihan Pascabencana, Armiyadi: Rakyat Butuh Kepastian

Parlementarial

DPRA Kumpulkan Legislator se-Aceh, KPK Soroti Penguatan Pencegahan Korupsi di Daerah

Parlementarial

DPRK Banda Aceh Komit Perjuangkan Rumah Layak Huni, Irwansyah: Kondisi Tidak Layak Harus Dihapus

Aceh Besar

Ketua DPRK Aceh Besar Hadiri Lepas Sambut Kajari dan Danlanud SIM di Meuligoe Bupati