Home / Parlementarial

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:44 WIB

Ketua DPRA Tekankan Pencegahan Korupsi Harus Dimulai dari Penguatan Integritas

mm Redaksi

Ketua DPR Aceh, Zulfadhli pimpin rapat koordinasi pencegahan korupsi bersama KPK RI. Foto: Dok. Istimewa

Ketua DPR Aceh, Zulfadhli pimpin rapat koordinasi pencegahan korupsi bersama KPK RI. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Ketua DPRA Zulfadhli menegaskan bahwa upaya pencegahan korupsi harus menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Menurutnya, langkah preventif jauh lebih efektif dibandingkan penindakan setelah terjadinya pelanggaran hukum.

Pernyataan tersebut disampaikan Zulfadhli saat membuka Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Gedung Utama DPRA, Jumat (19/6/2026). Kegiatan itu dihadiri pimpinan dan anggota DPRA serta seluruh pimpinan DPR kabupaten/kota se-Aceh.

Dalam forum tersebut, Zulfadhli menekankan pentingnya memperkuat integritas seluruh unsur penyelenggara pemerintahan, termasuk lembaga legislatif yang memiliki fungsi penganggaran, legislasi, dan pengawasan.

Baca Juga :  Irwansyah: Tempat Usaha Kuliner di Banda Aceh Wajib Sediakan Mushala dan Jaga Kebersihan

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang tersedia, tetapi juga oleh tata kelola yang transparan dan akuntabel. Karena itu, pemahaman terhadap potensi penyimpangan dan risiko korupsi perlu terus diperkuat di semua tingkatan pemerintahan.

“Upaya pencegahan harus menjadi prioritas bersama. Dengan memperkuat integritas dan pengawasan, potensi terjadinya penyimpangan dapat diminimalkan sejak awal,” kata Zulfadhli.

Ia menegaskan, DPRA berkomitmen mendukung terwujudnya pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi melalui pelaksanaan fungsi pengawasan yang lebih efektif dan bertanggung jawab.

Baca Juga :  Daniel Abdul Wahab Serahkan Bantuan Ambal Sajadah untuk Masjid Kemukiman Lamjabat

Zulfadhli juga menilai kehadiran KPK dalam forum tersebut menjadi momentum penting bagi pimpinan legislatif di Aceh untuk memperluas pemahaman terkait strategi pencegahan korupsi serta tata kelola pemerintahan yang baik.

Menurutnya, sinergi antara KPK dan lembaga legislatif diperlukan untuk memperkuat pengawasan terhadap penggunaan anggaran daerah sekaligus memastikan setiap program pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain itu, ia berharap hasil diskusi dan pemaparan dari tim KPK dapat menjadi bekal bagi seluruh pimpinan DPRK dan DPRA dalam menjalankan tugas pengawasan secara lebih optimal.

Baca Juga :  Mundurnya Dua Pejabat Jadi Sorotan, DPRK Aceh Besar Diminta Usut Krisis Internal Pemkab

Di hadapan peserta rapat, Zulfadhli mengingatkan bahwa kepercayaan publik terhadap pemerintah dan lembaga legislatif hanya dapat dibangun melalui integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap kebijakan yang diambil.

“Ukuran keberhasilan pemerintahan bukan semata-mata pada besarnya kewenangan yang dimiliki, tetapi pada kemampuan menjaga kepercayaan masyarakat melalui kerja yang jujur dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Rapat koordinasi tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan pencegahan korupsi yang dilakukan KPK melalui koordinasi dan supervisi kepada pemerintah daerah serta lembaga legislatif di Aceh.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Parlementarial

DPRA Minta Pemerintah Evaluasi Izin Indomaret dan Alfamart di Aceh, Dinilai Belum Berdampak pada Ekonomi Lokal

Parlementarial

Paripurna DPRK Banda Aceh Bahas Jawaban Wali Kota atas Pendapat Banggar terhadap Raqan APBK 2025

Parlementarial

DPRA Lakukan Sidak ke RSUDZA Temukan Banyak Kekurangan

Parlementarial

DPRK Banda Aceh: Fraksi PAN Dorong Evaluasi Total Pengelolaan Parkir Kota

Parlementarial

MTsN 1 Model Banda Aceh Tembus Top 10 Nasional, Wakil Ketua DPRK Sampaikan Apresiasi

Parlementarial

DPRK Banda Aceh Siap Kawal Implementasi Qanun P4GN untuk Wujudkan Kota Bersih Narkoba
Banleg DPR RI

Parlementarial

Banleg DPR RI Kunjungi Aceh, Tampung Aspirasi Revisi UUPA

Parlementarial

Lahan Kosong Depan Masjid Raya Baiturrahman Jadi Sorotan, DPRK Banda Aceh Dorong Dijadikan RTH