Home / Parlementarial

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:05 WIB

DPRA Soroti Lambannya Pemulihan Pascabencana, Armiyadi: Rakyat Butuh Kepastian

mm Tiara Ayu Juneva

Wakil Ketua Komisi III DPRA Armiyadi SP. Foto: Dok. Istimewa

Wakil Ketua Komisi III DPRA Armiyadi SP. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Anggota DPR Aceh, Armiyadi SP mendesak pemerintah mempercepat penanganan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Menurutnya, langkah cepat dan terukur sangat dibutuhkan agar perekonomian masyarakat segera pulih.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai, hingga kini masyarakat di sejumlah daerah masih menghadapi dampak serius akibat kerusakan infrastruktur dasar dan lahan pertanian yang belum tertangani dengan maksimal.

Wakil Ketua Komisi III DPRA itu menegaskan bahwa revitalisasi lahan persawahan terdampak bencana harus menjadi prioritas utama pemerintah, khususnya di wilayah Kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang dan Pidie Jaya, yang mengalami kerusakan cukup parah akibat bencana hidrometeorologi.

Baca Juga :  DPRA Dukung Pembentukan LPPD Syariah, Dorong Ekosistem Keuangan Daerah yang Inklusif

Armiyadi menjelaskan, keterlambatan penanganan pascabencana telah berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor pertanian sebagai sumber utama penghasilan.

“Jangan sampai masyarakat terlalu lama menunggu. Infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan irigasi harus segera diperbaiki supaya roda ekonomi rakyat kembali bangkit,” tegas Armiyadi, pada Kamis (14/5/2026).

Ia menilai, kerusakan jalan, jembatan, dan jaringan irigasi tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga memperburuk distribusi hasil pertanian serta aktivitas ekonomi masyarakat di daerah terdampak.

Baca Juga :  Irwansyah Cetak Gol Penentu, DPRK Banda Aceh Menang Tipis atas Aceh Besar di Laga Silaturahmi

Karena itu, Armiyadi meminta pemerintah daerah maupun pemerintah pusat tidak hanya fokus pada penanganan darurat saat bencana terjadi, tetapi juga serius dalam tahap pemulihan pascabencana yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Selain pemulihan sektor pertanian dan infrastruktur, Armiyadi juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana. Menurutnya, banyak masyarakat hingga kini masih hidup dalam kondisi serba terbatas dan membutuhkan kepastian tempat tinggal yang layak.

“Kepastian tempat tinggal sangat penting agar masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan secara normal dan membangun kembali aktivitas ekonomi mereka,” ujarnya.

Baca Juga :  Respon Keluhan Warga, DPRK Banda Aceh Minta Dishub Tertibkan Parkir Penyebab Kemacetan

Armiyadi menekankan bahwa pemulihan pascabencana harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi, mulai dari perbaikan infrastruktur dasar, pemulihan ekonomi masyarakat, hingga penyediaan hunian yang aman dan layak bagi korban terdampak.

Ia berharap pemerintah benar-benar hadir di tengah masyarakat dan menjadikan penanganan pascabencana sebagai agenda prioritas, sehingga masyarakat tidak terus-menerus berada dalam ketidakpastian setelah bencana berlalu.

“Kita berharap kebijakan pemerintah ke depan lebih berpihak kepada kepentingan rakyat Aceh, terutama dalam penanganan bencana dan pemulihan kehidupan masyarakat,” pungkasnya. []

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Parlementarial

DPRA Lakukan Sidak ke RSUDZA Temukan Banyak Kekurangan

Parlementarial

Aceh Besar Resmi Sahkan Qanun Perubahan APBK 2025, Bupati Tekankan Realisasi Program Tepat Sasaran

Parlementarial

DPRA Panggil Bappeda dan Dinas Keuangan Bahas Lambatnya Realisasi APBA 2025

Parlementarial

Ramadhan Bersama Ketua DPRK Banda Aceh 2026, Irwansyah Hadirkan Influencer Inspiratif untuk Anak Muda

Parlementarial

DPRK Banda Aceh Bahas Raqan Penyertaan Modal, Aset Tirta Daroy Ditinjau di Lapangan
Musriadi

Parlementarial

Musriadi: IPM Banda Aceh Bukti Pembangunan Berjalan Baik

Parlementarial

RDP DPRA Evaluasi Pergub Jaminan Kesehatan Aceh, Tekankan Perlindungan Hak Masyarakat

Parlementarial

Illiza Sa’aduddin Djamal: Pembangunan Banda Aceh Harus Berbasis Kolaborasi Semua Elemen