Home / Pemerintah Aceh

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Dek Fadh Usul Pokja Ekonomi dalam Desk Koordinasi Aceh untuk Atasi Kemiskinan dan Pengangguran

mm Redaksi

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, bersama Ketua MPU Aceh, Tgk.H.Faisal Ali, Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Aceh, Drs. Syakir, M.Si, dan para Kepala SKPA/Biro/Instansi terkait, mengikuti Rapat Koordinasi Persiapan Pembentukan Desk Aceh dalam rangka Penguatan Substansi Politik dan Keamanan yang diselenggarakan Kemenko Polkam RI secara virtual, di Ruang Kerja Wakil Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu (19/8/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, bersama Ketua MPU Aceh, Tgk.H.Faisal Ali, Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Aceh, Drs. Syakir, M.Si, dan para Kepala SKPA/Biro/Instansi terkait, mengikuti Rapat Koordinasi Persiapan Pembentukan Desk Aceh dalam rangka Penguatan Substansi Politik dan Keamanan yang diselenggarakan Kemenko Polkam RI secara virtual, di Ruang Kerja Wakil Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu (19/8/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau Dek Fadh, menyatakan dukungan terhadap rencana pembentukan Desk Koordinasi Aceh di Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam).

Menurut Dek Fadh, keberadaan Desk Koordinasi Aceh dapat menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi antara Pemerintah Aceh dengan kementerian dan lembaga pemerintah pusat, terutama dalam mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Desk Koordinasi Aceh ini sangat bagus untuk pembangunan ekonomi Aceh. Kita berterima kasih kepada Bapak Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago,” kata Dek Fadh di Banda Aceh.

Pernyataan tersebut disampaikan Dek Fadh dalam rapat pertama pembentukan Desk Koordinasi Aceh yang digelar Kemenko Polkam secara hybrid pada Rabu (19/8/2026).

Rapat tersebut dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polkam, Mayjen TNI Heri Wiranto, serta diikuti perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Dr. Sumule Tumbo, selaku Direktur Penataan Daerah, Otsus dan DPOD Ditjen Otda.

Baca Juga :  H. Heri Julius: Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan USK Harus Dijaga demi Masa Depan Kesehatan Rakyat Aceh

Menurut Dek Fadh, pembentukan Desk Koordinasi Aceh merupakan instruksi Menko Polkam sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas kementerian/lembaga dan Pemerintah Aceh.

Dek Fadh menjelaskan, Desk Koordinasi Aceh diharapkan menjadi wadah untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan sekaligus menangani berbagai isu strategis di Aceh.

“Terutama untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan serta penanganan berbagai isu strategis di Aceh,” ujarnya melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi.

Ia mengatakan, keberadaan desk tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi, deteksi dini, pencegahan, penanganan, monitoring, dan evaluasi terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan Aceh.

Selain menjaga stabilitas politik dan keamanan, Desk Koordinasi Aceh juga diarahkan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan serta mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut termasuk pelaksanaan kekhususan dan otonomi khusus Aceh, pembangunan ekonomi, pelayanan dasar, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta stabilitas politik dan keamanan.

Baca Juga :  DPKA Aceh Percepat Digitalisasi Perpustakaan, 14 Ribu Judul Buku Kini Bisa Diakses Online

Dalam rapat tersebut, kementerian dan lembaga terkait pada prinsipnya mendukung pembentukan Desk Koordinasi Aceh. Namun, konsep, struktur, keanggotaan, pembagian tugas, dan mekanisme kerja masih perlu disempurnakan.

“Termasuk penetapan personel kementerian/lembaga dan unsur Pemerintah Aceh, agar pelaksanaan Desk Koordinasi Aceh efektif dan tidak tumpang tindih dengan kewenangan yang telah ada,” kata Dek Fadh.

Sejumlah kementerian dan lembaga direncanakan terlibat dalam Desk Koordinasi Aceh. Di antaranya Kemenko Polkam, Kemenko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kemendagri, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian Keuangan.

Selain itu, terdapat Kementerian Hukum, Kementerian HAM, Kemensetneg, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Perhubungan, Kemendikdasmen, Kementerian Ketenagakerjaan, BNPB, Kemensos, Kementerian Komunikasi dan Digital, Bakamla RI, TNI, Polri, BIN, BAIS, Kejaksaan RI, BSSN, Pemerintah Aceh, serta unsur kewilayahan terkait.

Menurut Dek Fadh, dukungan berbagai kementerian dan lembaga tersebut dapat menjadi peluang untuk mempercepat pembangunan Aceh.

Baca Juga :  Wali Nanggroe Aceh dan Kapolda Bahas Penanganan Bencana dan Stabilitas Kamtibmas

“Terutama terkait dengan perkembangan ekonomi Aceh, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan tentu saja termasuk pada penguatan tata kelola Pemerintah Aceh,” katanya.

Untuk memastikan aspek pembangunan ekonomi mendapatkan perhatian khusus, Dek Fadh mengusulkan agar Desk Koordinasi Aceh memiliki kelompok kerja (Pokja) tersendiri yang fokus menangani persoalan ekonomi Aceh.

Menurutnya, Pokja tersebut dapat diarahkan untuk membantu pemerintah dalam menangani persoalan kemiskinan dan pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sehingga dapat fokus dan kuat dalam membantu Aceh untuk menangani masalah kemiskinan dan pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Dek Fadh berharap proses pembentukan Desk Koordinasi Aceh dapat segera diselesaikan sehingga wadah koordinasi tersebut dapat mulai bekerja secara efektif.

“Pemerintah Aceh sangat mendukung. Bahkan berterima kasih mendapat dukungan yang sangat luar biasa tersebut,” pungkasnya.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Terowongan Geurutee

Pemerintah Aceh

Gubernur Mualem Dorong Pusat Percepat Terowongan Geurutee

Pemerintah Aceh

Yayasan AMANAH Jajaki Kolaborasi dengan Bank Indonesia Aceh untuk Perkuat UMKM dan Ekonomi Kreatif

Pemerintah Aceh

Gubernur Mualem Dorong KKP Perbaiki Sedimentasi Muara Sungai Aceh: Dampak Banjir dan Kesulitan Nelayan Teratasi

Pemerintah Aceh

Jelang Ramadhan 1447 H, Presiden Prabowo Transfer Dana Bantuan Sapi Meugang ke 19 Kabupaten/Kota di Aceh

Pemerintah Aceh

221 PPPK Paruh Waktu Dinas Pendidikan Dayah Aceh Ikuti Pelatihan e-Kinerja dan Pengisian SKP ASN

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Hadiri Haul Abu Tumin, Dorong Sinergi Pemerintah dan Ulama

Pemerintah Aceh

Aceh Terima Alokasi Rp27 Miliar dari RBP REDD+, Mualem Tekankan Perlindungan Hutan

Pemerintah Aceh

Biro PBJ Setda Aceh Gelar Rapat Kerja Fungsional, Perkuat Profesionalisme Pengadaan Pemerintah