Home / Aceh Barat

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 19:31 WIB

Bupati Aceh Barat Hadiri MUDAB Akbar III dan Istighatsah Kubra HUT RI ke-80

mm Syaiful AB

Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM menghadiri kegiatan Mubahatsah Ulama Dayah (MUDAB) Akbar dan Istighatsah Kubra Kemerdekaan Republik Indonesiake 80 tahun 2025 di Dayah Ruhul Qurani Islamic Boarding School, Desa Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan. dok. Pemkab Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM menghadiri kegiatan Mubahatsah Ulama Dayah (MUDAB) Akbar dan Istighatsah Kubra Kemerdekaan Republik Indonesiake 80 tahun 2025 di Dayah Ruhul Qurani Islamic Boarding School, Desa Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan. dok. Pemkab Aceh Barat

Aceh Barat – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM menghadiri kegiatan Mubahatsah Ulama Dayah (MUDAB) Akbar III sekaligus Istighatsah Kubra dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Dayah Ruhul Qurani Islamic Boarding School, Desa Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan, Sabtu (23/8/2025).

Dalam sambutannya, Tarmizi menyebutkan bahwa MUDAB Akbar merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi ulama dan pemerintah. Ia menegaskan, pihaknya selalu mengikuti arahan para ulama dalam menghadapi berbagai tantangan daerah.

Baca Juga :  Car Free Day Aceh Barat Meriah, Doorprize Umrah hingga Motor Listrik Dibagikan

“Walaupun ada tantangan yang dihadapi pemerintah, keputusan ulama menjadi pegangan kami. Pemerintah saat ini Samikna Wa Atho’na kepada seluruh ulama di Aceh Barat,” kata Tarmizi.

Pada MUDAB Akbar III, ulama kharismatik Aceh, Abu Mudi, hadir sebagai pemateri dengan tema tentang nikah sirih. Menurut Tarmizi, praktik nikah sirih berbahaya karena merugikan anak di masa depan yang tidak diakui secara hukum negara.

Baca Juga :  Usai Libur Lebaran, Bupati Aceh Barat Sidak ke Dinas dan Kecamatan: Kehadiran ASN Hampir 100 Persen

“Pemerintah hadir untuk meminimalisir jumlah nikah sirih. Semoga setelah pengajian Abu Mudi, praktik ini tidak ada lagi di Aceh Barat,” ujarnya.

Selain persoalan nikah sirih, Tarmizi menyoroti tiga tantangan besar lain yang dihadapi pemerintah bersama ulama, yaitu aliran sesat, judi online, dan narkoba. Ia menilai judi online telah banyak memicu perceraian, sementara narkoba kini juga menyasar anak-anak sekolah.

Baca Juga :  Buka RKPD 2026, Bupati Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Tarmizi berharap persatuan ulama dan pemerintah terus terjalin erat demi menjaga masyarakat Aceh Barat. Ia juga memohon doa agar dirinya dan jajaran tetap istiqamah serta amanah dalam memimpin.

“Sampai saat ini kami merasa dimudahkan Allah dari mara bahaya, salah satunya berkat doa ulama. Selamat atas pelaksanaan MUDAB Akbar III, saatnya ulama, pemerintah, dan santri bersatu,” tutupnya.***

Editor: DahlanReporter: Syaiful AB

Share :

Baca Juga

Aceh Barat

Asisten Setdakab Aceh Barat Buka Musrenbang RKPD 2027 di Samatiga dan Bubon

Aceh Barat

Indeks Pelayanan Publik Capai 4,07, Aceh Barat Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang PEKPPP

Aceh Barat

UMKM Aceh Barat Tampil di Pameran Kriya Unggulan Dekranasda

Aceh Barat

Aceh Barat Dukung Pendidikan Dayah, Bupati Tarmizi: Kami Ingin Santri Menjadi Ulama Faqih dan Pemimpin Adil

Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Tinjau RS Regional Meulaboh, Minta Pemerintah Aceh Kembalikan Anggaran Pembangunan
Mahar

Aceh Barat

Adat dan Syariat Harus Selaras, MAA Bahas Makna Mahar

Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Tinjau Jalan Terputus di Meureubo, Kerahkan Alat Berat untuk Penanganan Darurat

Aceh Barat

Polisi Gelar Patroli Dialogis, Warga Meulaboh Rasakan Aman