Home / Nasional

Jumat, 13 Februari 2026 - 11:46 WIB

Bimas Islam Gandeng 12 Dubes Bahas Kerja Sama Global

mm Syaiful AB

FGD Kemenag dan Dubes negara sahabat. Dok. Kemenag RI

FGD Kemenag dan Dubes negara sahabat. Dok. Kemenag RI

Jakarta – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama menggelar Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Kemitraan Internasional bersama 12 kedutaan besar negara sahabat di Jakarta, Kamis (12/2/2026). Forum ini membahas sepuluh area strategis kerja sama di bidang keagamaan.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan dari Mesir, Afghanistan, Turki, Aljazair, Maroko, Irak, Pakistan, Yordania, Kuwait, Arab Saudi, Yaman, dan Iran. Turut hadir Sekretaris Ditjen Bimas Islam Lubenah, Direktur Penerangan Agama Islam Muchlis M. Hanafi, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ahmad Zayadi, serta perwakilan Kementerian Luar Negeri.

Baca Juga :  KPK Panggil Dewan Gubernur BI & Sekretaris Fraksi PDIP di Kasus CSR

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan kolaborasi lintas negara menjadi langkah penting dalam memperkuat diplomasi keagamaan Indonesia sekaligus mendukung program prioritas Kementerian Agama.

“Kami berharap forum focus group discussion ini mendapatkan insight dan masukan dari negara-negara sahabat, mulai dari layanan keagamaan, penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran, hingga kerja sama di bidang zakat dan wakaf,” ujar Abu Rokhmad.

Ia menambahkan, “Kesempatan hari ini sangat baik untuk mendiskusikan secara jernih potensi kerja sama yang akan kita lakukan pada tahun-tahun mendatang. Semoga diskusi ini menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat kita tindak lanjuti bersama.”

Baca Juga :  Rupiah Menguat ke Rp16.256 Usai Mendengar Iran-Israel Gencatan Senjata

Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Lubenah, menegaskan FGD ini menjadi forum koordinasi strategis antara Kementerian Agama, Kementerian Luar Negeri, dan negara sahabat untuk memperluas peluang kemitraan internasional di bidang keagamaan.

“Diplomasi keagamaan dipandang tidak hanya sebagai sarana syiar, tetapi juga sebagai medium dialog dan kolaborasi lintas negara yang mencakup aspek sosial, budaya, dan edukasi,” ujar Lubenah.

Baca Juga :  Kasasi Harvey Moeis Ditolak MA, Tetap Dihukum 20 Tahun Penjara

Dalam diskusi tersebut, peserta membahas sepuluh bidang kerja sama, meliputi layanan keagamaan bagi diaspora Indonesia, penguatan pengelolaan masjid lintas negara, kerja sama zakat dan wakaf, penguatan penyuluhan keagamaan, penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran internasional, seminar Islam internasional, pertukaran dai dan khatib, diplomasi budaya Islam, kerja sama hisab dan rukyat, serta integrasi nilai-nilai ekoteologis dalam perlindungan lingkungan.

Melalui forum ini, Bimas Islam berharap dapat merumuskan langkah konkret dan berkelanjutan dalam memperkuat peran Indonesia pada diplomasi keagamaan di tingkat global.***

Editor: DahlanReporter: Syaiful AB

Share :

Baca Juga

Nasional

Menag Nasaruddin Umar Dukung Buton Tengah Jadi Kota Santri Lewat Hibah Tanah untuk Pesantren dan Kampus IAIN

Nasional

Mualem Dorong Kejelasan Skema Rehabilitasi Pascabencana dalam Rakor Nasional di Kemendagri

Nasional

Wamenag Ajak Penggemar One Piece Kibarkan Semangat Nasionalisme

Daerah

Mendikdasmen Pimpin Upacara Hari Pertama Sekolah Pasca Banjir di Aceh Tamiang

Nasional

Bintang Bulan Berkibar, Seruan Merdeka dan Referendum Terpampang di Spanduk Aksi

Nasional

Sertifikasi Tanah Wakaf Naik 80 Persen di Triwulan III 2025

Aceh Besar

Tingkatkan SPBE, Pemkab Aceh Besar Studi Tiru ke Sumedang

Hukrim

Kejagung Bantah Wilmar Group: Rp11,8 Triliun Bukan Dana Jaminan