Home / Daerah / Nasional / Pendidikan

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:29 WIB

Mendikdasmen Pimpin Upacara Hari Pertama Sekolah Pasca Banjir di Aceh Tamiang

mm Tiara Ayu Juneva

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed memimpin upacara bendera hari pertama masuk sekolah pascabanjir di SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026). Foto: Dok. Disdik Aceh

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed memimpin upacara bendera hari pertama masuk sekolah pascabanjir di SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026). Foto: Dok. Disdik Aceh

Aceh Tamiang — Pascabanjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang dan sejumlah wilayah di Aceh, aktivitas pendidikan kembali berjalan normal. Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera hari pertama masuk sekolah tahun 2026 yang digelar di SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026).

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Kehadiran Mendikdasmen menjadi simbol kebangkitan dunia pendidikan sekaligus wujud nyata dukungan pemerintah pusat terhadap pemulihan sektor pendidikan pascabencana banjir besar yang sempat melumpuhkan aktivitas belajar mengajar dan perekonomian masyarakat.

Baca Juga :  Kodim 0106/Ateng Gelar Upacara Pembukaan TMMD ke - 126 Dalam Rangka Percepatan Pembangunan Di Wilayah Kabupaten Aceh Tengah

Upacara bendera tersebut diikuti secara gabungan oleh siswa SMA Negeri 4 Kejuruan Muda dan SMP Negeri 2 Kejuruan Muda. Sejumlah siswa tampak mengikuti upacara tanpa mengenakan seragam sekolah karena pakaian mereka hanyut terbawa banjir.

Dalam amanatnya, Abdul Mu’ti mengajak seluruh siswa untuk tetap bersyukur kepada Allah SWT serta membangkitkan semangat belajar dengan yel-yel bersama. Ia menegaskan bahwa musibah bukanlah hukuman, melainkan ujian dan pelajaran untuk membentuk karakter yang kuat dan tangguh.

“Walaupun kita kehilangan harta benda, bahkan pakaian, kita tidak boleh kehilangan cita-cita, optimisme, dan semangat belajar. Keterbatasan tidak boleh menghentikan langkah kita meraih masa depan,” tegas Abdul Mu’ti.

Baca Juga :  Kemenag Selamatkan Arsip Bersejarah Haji Lewat Workshop Digitalisasi di Jeddah

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para siswa, guru, pemerintah daerah, serta masyarakat yang terus bergotong royong sehingga proses pendidikan dapat kembali berjalan.

“Semangat belajar dan dedikasi bersama mampu melampaui berbagai keterbatasan, termasuk sarana dan prasarana sekolah. Dengan kepedulian semua pihak, pendidikan tetap berjalan untuk mencetak generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan berprestasi,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah melakukan pendataan terhadap fasilitas pendidikan yang rusak akibat banjir dan akan memberikan bantuan revitalisasi, baik untuk sekolah yang mengalami kerusakan ringan maupun berat.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Diminta Beri Keringanan Pajak 50 persen Semua Motor Milik Penyandang Disabilitas

“Pemerintah juga menyalurkan santunan bagi guru yang masih dalam perawatan serta bantuan school kit kepada sekitar 2.000 siswa terdampak banjir di Aceh Tamiang,” jelasnya.

Upacara hari pertama sekolah tersebut turut dihadiri Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin, S.Pd., MSP, pejabat eselon III di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh, serta sejumlah pejabat struktural lainnya.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Batalyon Teritorial YTP

Daerah

Aceh Tenggara Sambut Pembentukan Batalyon Teritorial YTP

Daerah

Lebih dari 1.500 Santri Ikuti Wawancara Beasiswa Indonesia Bangkit 2025

Daerah

Gampong Peunyeurat Siap Harumkan Banda Raya di Ajang Gelari Pelangi

Daerah

Wereng Serang Sawah di Aceh Utara, Dinas Pertanian Lakukan Penyemprotan Massal

Nasional

KTT BRICS di Brazil: Prabowo Tekankan Peran RI dalam Global South

Daerah

Hati-hati! Penipu Catut Nama Istri Gubernur Aceh Gentayangan di FB dan WA, Modus Bantu Modal Usaha

Daerah

Ketua Komisi I DPRA Kecam Kekerasan Aparat terhadap Konvoi Bantuan ke Aceh Tamiang

Daerah

Polda Aceh Bangun Gudang Ketahanan Pangan Berkapasitas Seribu Ton