Banda Aceh – Mengeklik tautan survei yang tidak jelas sumbernya atau mengunduh permainan dari situs tidak resmi dapat membuka celah keamanan pada perangkat digital. Risiko yang muncul bukan hanya gangguan pada telepon genggam, tetapi juga kemungkinan data pribadi pengguna diakses pihak lain.
Kepala Bidang E-Government Diskominfotik Banda Aceh, Asna Mardhia, mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membuka tautan maupun mengunduh aplikasi yang belum dipastikan keamanannya. Kebiasaan tersebut perlu diperhatikan, terutama ketika anak-anak menggunakan telepon genggam untuk bermain gim.
Menurut Asna, pengguna sering kali tidak mengetahui apakah tautan atau aplikasi yang diakses membawa virus maupun program berbahaya. Dampaknya pun tidak selalu sebatas mengganggu perangkat, tetapi berpotensi menjangkau informasi pribadi yang tersimpan di dalamnya.
“Kadang kita mengakses link survei atau mencoba permainan baru. Anak-anak juga sering diberi HP untuk bermain gim. Kita tidak tahu virusnya menyerang ke mana, apakah hanya perangkat atau sampai mengambil data pribadi,” ujar Asna, Sabtu (7/11/2026).
Ia menjelaskan, risiko semakin perlu diwaspadai apabila pengguna menyimpan informasi sensitif di dalam perangkat, termasuk kata sandi akun. Informasi tersebut dapat menjadi sasaran apabila perangkat atau akun pengguna berhasil diakses pihak yang tidak bertanggung jawab.
Asna juga mengingatkan kebiasaan menyimpan atau mengambil tangkapan layar kata sandi di telepon genggam. Menurutnya, informasi penting seperti itu perlu dijaga agar tidak mudah diketahui atau diakses orang lain.
Karena itu, masyarakat diminta lebih teliti sebelum mengeklik tautan, terutama yang berasal dari sumber tidak dikenal atau tidak resmi. Pengguna juga perlu memastikan aplikasi yang diunduh berasal dari sumber tepercaya dan tidak mudah tergiur tautan yang menawarkan sesuatu tanpa kejelasan.
Kewaspadaan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan informasi dan privasi data pribadi. Sebab, perlindungan data tidak cukup hanya dengan menjaga kata sandi, tetapi juga harus dimulai dari kebiasaan berhati-hati saat mengakses tautan dan menggunakan aplikasi digital. (Adv)
Editor: Dahlan











