Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal memimpin apel gabungan Pemerintah Kota Banda Aceh di halaman Balai Kota, Senin (7/9/2026).
Apel rutin yang digelar setiap awal bulan tersebut diikuti para pejabat di lingkungan Pemko Banda Aceh, termasuk kepala sekolah, keuchik, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dalam arahannya, Illiza menyampaikan sejumlah hal terkait peningkatan pelayanan publik, kerja sama internasional, penguatan sektor kesehatan, hingga penegakan syariat Islam di Kota Banda Aceh.
Berkenaan dengan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-67, Illiza mengapresiasi kinerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banda Aceh atas berbagai prestasi yang telah diraih. Ia mengingatkan bahwa semangat belajar harus terus dimiliki, tidak hanya oleh peserta didik, tetapi juga seluruh ASN.
“Kita tidak boleh merasa cukup dengan apa yang sudah kita lakukan. Kalau hari ini pelayanan kita masih lambat, kita perbaiki. Kalau masyarakat masih kesulitan mendapatkan informasi, kita benahi,” ujar Illiza.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemko Banda Aceh kembali melanjutkan kerja sama dengan Kota Higashimatsushima, Jepang. Kerja sama yang sebelumnya berakhir pada 2020 tersebut kembali diperbarui melalui penandatanganan MoU secara daring pada 26 Agustus 2025.
Menurut Illiza, kerja sama tersebut mencakup sejumlah bidang, salah satunya mitigasi bencana. Ia berharap hubungan kedua kota dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Hubungan Banda Aceh dengan Higashimatsushima bukan hubungan yang baru. Kedua kota sama-sama memiliki pengalaman menghadapi bencana tsunami. Saya minta kerja sama ini benar-benar ditindaklanjuti dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” katanya.
Pada apel tersebut, Illiza juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pejabat Pengelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) kepada 11 Puskesmas di Banda Aceh.
Ia meminta para kepala puskesmas menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya serta terus meningkatkan kompetensi melalui berbagai pelatihan guna memperbaiki mutu pelayanan kesehatan.
“Dengan BLUD, Puskesmas diberikan ruang pengelolaan yang lebih fleksibel. Tetapi kewenangan yang lebih besar harus diikuti dengan tanggung jawab yang lebih besar. Pengelolaan harus transparan, akuntabel, dan tetap mengikuti aturan yang berlaku,” sebutnya.
Dalam kesempatan itu, Illiza turut memaparkan sejumlah penghargaan yang diterima Pemko Banda Aceh dalam beberapa waktu terakhir. Di antaranya Serambi Award kategori Pelopor Puskesmas Keliling dan layanan Disdukcapil, serta Pemimpin Daerah Award dari iNews TV kategori Informasi dan Inovasi Daerah.
Banda Aceh juga meraih peringkat ketiga kategori Akses Penduduk terhadap Layanan Pendidikan tingkat kota dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sumatera di Batam.
Posisi tersebut berada di bawah Kota Sawahlunto dan Kota Sungai Penuh. Penghargaan itu diberikan dalam kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri di Kepulauan Riau.
“Jangan bekerja untuk mengejar penghargaan. Kita bekerja untuk masyarakat. Kalau kemudian kerja kita mendapat penghargaan, kita syukuri. Tetapi setelah itu kita harus bekerja lebih baik lagi,” ucap Illiza.
Lebih lanjut, Illiza meminta seluruh jajaran Pemko Banda Aceh terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memastikan tidak terjadi praktik pungutan liar (pungli) di lapangan.
Ia menyebutkan Pemko Banda Aceh juga telah menambah pemasangan CCTV di sejumlah ruas jalan. Selain itu, kewenangan camat bersama Satpol PP dan WH diperluas untuk membantu mengawasi kondisi kota serta menertibkan berbagai pelanggaran di tengah masyarakat.
Terkait pencurian dan perusakan fasilitas umum, Illiza mengajak aparatur gampong, camat, dan masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan.
“Jika melihat, tolong foto dan video. Jangan kita biarkan terjadi lagi,” katanya.
Ia menegaskan Pemko Banda Aceh akan terus menjaga kebersihan dan keindahan kota sekaligus memperbaiki tata kelola pemerintahan.
Illiza juga menegaskan komitmen Pemko Banda Aceh dalam penegakan syariat Islam. Menurutnya, penegakan syariat harus dilakukan secara adil dan tidak pandang bulu.
“Penegakan syariat Islam tidak pandang bulu, baik internal maupun eksternal dan di tengah-tengah masyarakat. Tolong pantau rekan-rekan sendiri,” ujarnya.
Illiza kemudian mengajak seluruh ASN untuk memperkuat kolaborasi dan bersama-sama membangun Banda Aceh menjadi kota yang lebih baik ke depan.
Editor: Dahlan










