Home / Pemko Banda Aceh

Senin, 2 November 2026 - 09:10 WIB

Illiza Dorong Investasi Berdampak Luas, UMKM Banda Aceh Dibuka Akses Bermitra dengan Perusahaan Besar

Ratish

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal saat menutup Program Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) 2026 di The Pade Hotel.. Foto: Humas Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal saat menutup Program Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) 2026 di The Pade Hotel.. Foto: Humas Banda Aceh

BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperkuat strategi pengembangan investasi dengan melibatkan pelaku usaha lokal sebagai bagian penting dari pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, penanam modal, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), investasi diharapkan tidak hanya menghadirkan peluang bisnis baru, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk tumbuh dan berkembang bersama.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menegaskan bahwa pengembangan UMKM harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penguatan kapasitas usaha, akses permodalan, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan jaringan pemasaran.

“Tugas kita bersama adalah menghubungkan potensi-potensi ini dengan permodalan, ilmu pengetahuan, teknologi digital, dan jaringan pasar yang lebih luas,” kata Illiza, dikutip pada Senin (2/11/2026).

Hal yang sama juga disampaikan Illiza saat menghadiri kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar kolaborasi PNM dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Banda Aceh, Jumat (14/8/2026) lalu.

Komitmen tersebut sejalan dengan langkah Pemko Banda Aceh yang mempertemukan pelaku UMKM dengan penanam modal melalui kegiatan Perintis Berdaya Connect Aceh Business Matching yang diselenggarakan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat di Ballroom Bapelkes, Banda Aceh, pada Kamis (27/8/2026).

Baca Juga :  Pemko Banda Aceh Lanjutkan Penertiban PKL, Jalur Simpang Barabung Ditutup Sementara

Kegiatan yang saat itu dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Banda Aceh, Faisal, S.STP, mempertemukan 21 pelaku UMKM dengan 13 Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN), khususnya dari sektor perhotelan dan kesehatan. Pertemuan tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan potensi usaha lokal sekaligus menjajaki peluang kemitraan dengan perusahaan.

Dari kegiatan itu, tercatat sebanyak 13 Letter of Intent (LoI) atau surat pernyataan minat kerja sama. Capaian ini menjadi langkah awal untuk membangun hubungan bisnis yang lebih konkret antara UMKM dan calon mitra usaha.

Bagi Illiza, keterlibatan UMKM dalam ekosistem investasi merupakan bagian penting dari upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Investasi yang berkembang di Banda Aceh diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas, termasuk membuka kesempatan bagi pengusaha lokal untuk menjadi bagian dari rantai pasok perusahaan.

Baca Juga :  Wali Kota Banda Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan Tahap II untuk Korban Banjir Bandang di Aceh Utara

Dengan terbukanya peluang kemitraan, UMKM dapat mengembangkan peran sebagai pemasok berbagai kebutuhan usaha, penyedia jasa, maupun mitra produksi. Sektor perhotelan dan kesehatan, misalnya, memiliki kebutuhan produk dan layanan yang dapat menjadi peluang pasar bagi pelaku usaha lokal.

Illiza menyebutkan, Banda Aceh memiliki 47.450 UMKM aktif yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pariwisata, kuliner, ekonomi kreatif, jasa pendidikan, usaha digital, hingga wisata bahari dan perikanan. Potensi tersebut merupakan kekuatan ekonomi yang perlu terus dikembangkan melalui dukungan lintas sektor.

Menurutnya, pengembangan usaha tidak cukup hanya mengandalkan tambahan modal. Pelaku UMKM juga perlu mendapatkan pengetahuan, pendampingan berkelanjutan, penguatan literasi keuangan, serta keberanian berinovasi agar mampu meningkatkan skala usaha dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Karena itu, Pemko Banda Aceh terus mendorong berbagai program penguatan ekonomi masyarakat, termasuk melalui Program CEPAT (Penguatan dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat) dalam RPJM Kota Banda Aceh 2025–2029. Pengembangan keterampilan melalui Banda Aceh Academy dan digitalisasi UMKM melalui Aplikasi Usaha Teman juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas serta daya saing pelaku usaha.

Baca Juga :  Disnaker Banda Aceh Bantu Gramedia Susun LKS Bipartit dan Aturan Kerja Berbasis Kearifan Lokal

Illiza menegaskan, Pemerintah Kota Banda Aceh terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi yang dapat memperkuat perekonomian masyarakat. Sinergi dengan lembaga keuangan, dunia usaha, investor, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu menciptakan ekosistem bisnis yang semakin produktif.

“Pemerintah Kota Banda Aceh siap membuka pintu kolaborasi selebar-lebarnya demi mewujudkan UMKM Banda Aceh yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi,” tegasnya.

Melalui penguatan kemitraan dan perluasan akses investasi, Pemko Banda Aceh optimistis pelaku UMKM lokal semakin memiliki kesempatan untuk naik kelas. Ke depan, kolaborasi yang terbangun diharapkan tidak hanya menghasilkan kesepakatan bisnis, tetapi juga mendorong tumbuhnya usaha baru, memperluas kesempatan kerja, dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian kota.[]

Editor: RedaksiReporter: Ratish

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

99,59 Persen ASN Hadir, Illiza Soroti Disiplin dan Kinerja Pasca Lebaran di Banda Aceh

Pemko Banda Aceh

Illiza Tekankan Penegakan Syariat Islam dalam Peringatan Maulid di Gampong Jawa

Pemko Banda Aceh

Welcome Dinner APEKSI di Banda Aceh Penuh Keakraban, Illiza Tekankan Semangat Kolaborasi

Pemko Banda Aceh

Illiza dan Wamen Komdigi Bahas Penguatan Talenta, Startup, dan Ekonomi Digital Banda Aceh

Pemko Banda Aceh

Liga Kolaborasi SSB Kota Banda Aceh 2026 Resmi Disiapkan, Dorong Lahirnya Bibit Atlet Sepak Bola

Pemko Banda Aceh

Perwal Nomor 44 Tahun 2026 Disosialisasikan, Pelaku Usaha Diingatkan soal Jaminan Sosial

Pemko Banda Aceh

Banda Aceh Buka Peluang Investasi Perhotelan dan Pengelolaan Sampah

Daerah

Listrik Padam dan Gas Langka, Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Nilai Negara Abai ke Rakyat Aceh