Home / Aceh Barat / Pemerintah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Said Fadheil Lantik Pengurus Majelis Adat Aceh Barat, Tekankan Pelestarian Adat

mm Redaksi

Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil melantik pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Barat periode 2026–2031 di Aula Kantor Cabang Dinas Pendidikan, Selasa (6/10/2026). Foto: Dok. Pemkab Aceh Barat

Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil melantik pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Barat periode 2026–2031 di Aula Kantor Cabang Dinas Pendidikan, Selasa (6/10/2026). Foto: Dok. Pemkab Aceh Barat

Meulaboh – Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, S.H., melantik pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Barat periode 2026–2031 di Aula Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin), Selasa (6/10/2026).

Pelantikan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Aceh Barat, Dr. Ir. Kurdi, S.T., M.T., M.H., serta Asisten Administrasi Umum Setdakab Aceh Barat, Safrizal, S.P., M.Sc.

Dalam kesempatan itu, Said berpesan kepada Ketua MAA yang baru dilantik, Tgk. H. Mawardi Nyak Man, beserta seluruh jajaran pengurus agar menjalankan tugas dan tanggung jawab selama lima tahun ke depan dengan penuh komitmen.

Baca Juga :  MQK VIII Dayah Se-Barat Selatan Aceh Resmi Dibuka, Wabup Aceh Barat Tekankan Penguatan Tradisi Keilmuan

“Kami berharap amanah ini dapat dijalankan dengan penuh keikhlasan, kebersamaan dan komitmen untuk terus menjaga serta mengembangkan adat dan budaya Aceh di tengah kehidupan masyarakat yang terus mengalami perubahan,” kata Said.

Menurutnya, adat dan syariat merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat Aceh. Keduanya mengandung nilai-nilai yang mengajarkan adab, musyawarah, dan tanggung jawab.

“Karena itu, penguatan adat harus berjalan seiring dengan penguatan syariat. Dan dalam membangun masyarakat Aceh Barat, pemerintah dan ulama harus terus berjalan selaras,” ujarnya.

Baca Juga :  Peluncuran Kopdes Merah Putih oleh Presiden Prabowo Diundur ke 21 Juli 2025, Lokasi Tetap di Klaten

Said meyakini, keselarasan antara pemerintah, ulama, tokoh adat, dan masyarakat menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai persoalan di daerah.

Dalam hal ini, MAA memiliki posisi strategis untuk menjembatani nilai-nilai adat, tuntutan agama, dan dinamika kehidupan masyarakat hingga tingkat gampong.

Ia pun meminta pengurus MAA memperkuat penerapan nilai-nilai adat di tengah masyarakat, membangun komunikasi dengan ulama dan keuchik, serta terlibat aktif dalam menjaga ketertiban dan ketahanan sosial di setiap gampong.

Baca Juga :  Listrik Mati-Hidup Dua Hari, Prof. TM. Jamil : Jangan Jadikan Rakyat Korban dari Buruknya Pelayanan Publik

“Perkuat nilai adat di tengah masyarakat, bangun komunikasi dengan para ulama dan keuchik serta hadir bersama masyarakat dalam menjaga ketertiban dan ketahanan sosial di setiap gampong,” pesan Said.

Ia berharap MAA Kabupaten Aceh Barat semakin kuat, dekat dengan masyarakat, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga adat, syariat, serta persatuan masyarakat Aceh Barat.

Melalui kepengurusan periode 2026–2031, MAA diharapkan terus berperan dalam melestarikan adat dan budaya Aceh sekaligus memperkuat kehidupan sosial masyarakat yang harmonis.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh Barat

Wabup Aceh Barat Salurkan Bantuan Korban Ledakan Oksigen

Pemerintah

Pemkab Aceh Utara Salurkan 11 Mesin Jahit untuk Pemberdayaan Penyandang Disabilitas

Aceh Barat

Polsek Samatiga Gelar Patroli Dialogis di KUA, Warga Sambut Positif

Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Pimpin Rakor Barsela Bersama Kepala BNPB, Bahas Penanganan Banjir dan Longsor

Daerah

Wali Nanggroe Temui Mendagri, Bahas Dana Otsus dan Arah Pembangunan Aceh

Pemerintah

Dekranasda Aceh Tegaskan Komitmen Dukung UMKM pada Rakernas 2025 di Jakarta

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Pastikan ODGJ Bebas Pasung

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat dan KIA Sepakat Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi