Home / Parlementarial

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:58 WIB

Peringati 21 Tahun MoU Helsinki, DPRA Dorong Penguatan Kekhususan Aceh

mm Redaksi

Ketua DPRA Zulfadhli bersama sejumlah pihak melepas burung sebagai simbol kebebasan dan perdamaian dalam rangka memperingati 21 tahun Damai Aceh di Banda Aceh, Kamis (14/8/2026). Foto: Dok. DPRA

Ketua DPRA Zulfadhli bersama sejumlah pihak melepas burung sebagai simbol kebebasan dan perdamaian dalam rangka memperingati 21 tahun Damai Aceh di Banda Aceh, Kamis (14/8/2026). Foto: Dok. DPRA

Banda Aceh – Memasuki 21 tahun perjalanan perdamaian Aceh sejak penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki pada 15 Agustus 2005, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Zulfadhli mengajak seluruh masyarakat untuk tidak sekadar bersyukur, tetapi juga bersama-sama merawat perdamaian yang telah dicapai.

Hal tersebut disampaikan Zulfadhli di sela persiapan peringatan Hari Damai Aceh di Banda Aceh, Kamis (14/8/2026).

Menurutnya, 21 tahun perdamaian Aceh bukan sekadar penanda perjalanan waktu, tetapi menjadi momentum untuk mengingat kembali proses panjang yang telah dilalui masyarakat Aceh hingga terciptanya kondisi damai.

Baca Juga :  Komisi III DPRA Soroti Pertemuan Mualem dengan Menteri Pertanian, Dinas Teknis Harus Dilibatkan

“Perdamaian Aceh adalah sesuatu yang harus kita syukuri dan jaga bersama. Ini merupakan hasil perjuangan panjang yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Zulfadhli.

Ia menilai situasi kondusif yang telah berlangsung lebih dari dua dekade memberikan ruang bagi pemerintah dan masyarakat untuk menjalankan pembangunan tanpa dibayangi ancaman konflik.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu fondasi penting bagi Aceh untuk terus membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun, Zulfadhli menegaskan bahwa menjaga perdamaian tidak cukup hanya dengan mempertahankan situasi keamanan. Seluruh hasil dan kesepakatan yang lahir dari proses perdamaian juga harus terus dikawal agar tetap memiliki makna dan manfaat bagi masyarakat Aceh.

Baca Juga :  DPRA Ingatkan SKPA Percepat Eksekusi Dana TKD Demi Percepat Pembangunan Aceh

Salah satu perhatian DPRA saat ini adalah mendorong penguatan kekhususan Aceh melalui jalur legislasi, termasuk mengawal pembahasan revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) yang tengah bergulir di tingkat pemerintah pusat.

“Perdamaian tidak berhenti pada tidak adanya konflik. Kita juga harus menjaga hasil-hasil perdamaian dan memastikan kekhususan Aceh terus diperkuat,” ujarnya.

Menurut Zulfadhli, penguatan regulasi tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan kewenangan khusus Aceh tetap relevan dan sejalan dengan semangat perdamaian yang telah disepakati melalui MoU Helsinki.

Baca Juga :  Lahan Eks Hotel Aceh dan Geunta Plaza Terbengkalai, DPRK Minta Pemko Jadikan RTH

Ia berharap peringatan 21 tahun Damai Aceh dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa perdamaian merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

“Dengan kebersamaan itu, saya yakin Aceh bisa melangkah lebih tenang dan percaya diri menghadapi tantangan ke depan,” tambahnya.

Rangkaian peringatan 21 tahun Damai Aceh dilaksanakan di Gedung Balai Meuseuraya Aceh, Banda Aceh. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga nilai-nilai perdamaian sekaligus mendorong agar semangat perdamaian diwujudkan melalui kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Parlementarial

17 Majelis Taklim Kuta Alam Ikuti Reses Farid Nyak Umar, Bahas Penguatan Pendidikan Al-Qur’an

Parlementarial

Irwansyah Dorong Komite Penanggulangan AIDS untuk Perkuat Pencegahan HIV/AIDS di Banda Aceh

Parlementarial

Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh Motivasi Siswa MIS Lamgugob Lewat Upacara Senin

Opini

Opini: Pendidikan Diniyah dan Muatan Lokal, Investasi Peradaban untuk Masa Depan Aceh

Hukrim

Belasan Rumah Warga di Baitusalam Dibobol Maling, Zulfikar Aziz Desak Polisi Bertindak Cepat

Parlementarial

H. Heri Julius: Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan USK Harus Dijaga demi Masa Depan Kesehatan Rakyat Aceh

Parlementarial

DPRA Gelar Family Gathering di Pantai Riting, Pererat Kebersamaan dan Kekompakan

Parlementarial

DPRA Minta Hasil Evaluasi LKPJ 2025 Jadi Dasar Perbaikan Kinerja Pemerintah Aceh