Home / Pemko Banda Aceh

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:00 WIB

Illiza: Wastra Aceh Harus Jadi Produk Kreatif Bernilai Ekonomi dan Berdaya Saing

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal secara simbolis membuka Pelatihan Bordir Kreatif Berbasis Wastra Aceh dengan memasangkan tanda peserta kepada perwakilan peserta di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh, Selasa (14/7/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal secara simbolis membuka Pelatihan Bordir Kreatif Berbasis Wastra Aceh dengan memasangkan tanda peserta kepada perwakilan peserta di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh, Selasa (14/7/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, secara resmi membuka Pelatihan Bordir Kreatif Berbasis Wastra Acehdi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh, Selasa (14/7/2026).

Pelatihan yang berlangsung selama lima hari tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banda Aceh dengan BPVP Banda Aceh sebagai upaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sektor kerajinan bordir.

Sebanyak 20 peserta dari berbagai gampong di Banda Aceh mengikuti pelatihan yang ditujukan bagi pelaku industri kecil menengah (IKM) dan perajin bordir. Materi yang diberikan meliputi pengembangan desain berbasis wastra Aceh, teknik pembuatan pola, praktik membordir, proses finishing, pengendalian mutu, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran.

Dalam sambutannya, Illiza mengapresiasi sinergi antara Dekranasda dan BPVP yang dinilainya menjadi langkah nyata dalam memperkuat daya saing UMKM lokal.

Baca Juga :  Peukan Raya Ramadan 2026 Resmi Dibuka di Banda Aceh, 150 Brand UMKM Ramaikan PRR hingga 13 Maret

“Saat ini yang dibutuhkan bukan hanya produk yang bagus, tetapi juga produk yang mampu menjawab kebutuhan pasar,” ujar Illiza.

Ia menegaskan bahwa wastra Aceh bukan sekadar kain tradisional, tetapi juga mengandung nilai sejarah, budaya, dan identitas masyarakat Aceh yang harus terus dilestarikan.

“Pelestarian budaya akan semakin bermakna apabila mampu menghadirkan kesejahteraan. Ketika motif khas Aceh diolah menjadi produk fesyen maupun suvenir, maka budaya dan ekonomi dapat tumbuh beriringan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Illiza juga memaparkan potensi ekonomi Banda Aceh yang memiliki jumlah penduduk sekitar 269.552 jiwadengan 47.460 pelaku UMKM. Menurutnya, sektor UMKM menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Tegaskan Tidak Ada Toleransi Kekerasan Anak di Banda Aceh

Ia juga menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 6,95 persen menjadi 5,45 persen dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Menurut Illiza, pelatihan ini merupakan bagian dari implementasi program prioritas CEPAT (Ciptakan Ekonomi yang Produktif, Akseleratif, dan Tumbuh) sekaligus mendukung program Banda Aceh Academy dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik aparatur pemerintah maupun masyarakat.

Dekranasda Targetkan Lahirkan Perajin Berdaya Saing

Ketua Dekranasda Kota Banda Aceh, Amir Ridha, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen organisasi dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor kerajinan.

“Kami ingin melahirkan perajin yang mampu menghasilkan karya berkualitas sekaligus memiliki nilai ekonomi tinggi. Pelestarian budaya akan semakin kuat jika mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap produk bordir berbasis wastra Aceh yang dihasilkan para peserta nantinya memiliki ciri khas Banda Aceh serta mampu menembus pasar yang lebih luas.

Baca Juga :  Idang Meulapeh & Kuah Beulangong Warnai Maulid Raya Banda Aceh

Sementara itu, Sekretaris Dekranasda Kota Banda Aceh, Inayati Sa’aduddin Djamal, menjelaskan bahwa pelatihan ini diperuntukkan bagi perajin yang telah memiliki kemampuan dasar membordir.

“Yang kita lakukan adalah meningkatkan keterampilan mereka agar produk yang dihasilkan mampu bersaing, tidak hanya di Aceh, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” kata Inayati.

Ia juga menekankan pentingnya membangun jejaring antarpengrajin agar mampu berkolaborasi dalam memenuhi permintaan pasar, termasuk pesanan dalam jumlah besar.

“Kami berharap bordir berbasis wastra Aceh tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga berkembang menjadi produk unggulan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat,” tutupnya.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Jelang MTQ, LPTQ Banda Aceh Perkuat Pembinaan Kafilah dari Tahfidz hingga KTIQ

Pemko Banda Aceh

Peukan QRIS Ramadhan 2026 Resmi Ditutup di Banda Aceh, Dorong Transaksi Digital UMKM

Pemko Banda Aceh

Dessy Maulidha Apresiasi Kekompakan PKK Baiturrahman dalam Aksi Sosial Ramadan

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Raih Opini WTP 18 Kali Berturut-turut dari BPK-RI

Pemko Banda Aceh

FKKA Aceh Dikukuhkan, Illiza Dorong Berbagi Praktik Baik dan Percepatan Pemulihan Daerah

Pemko Banda Aceh

illiza: Kolaborasi TNI AU dan Pemko Banda Aceh Jadi Kunci Jawab Tantangan Daerah

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Gelar Pasar Murah SPHP, Wali Kota Pantau Langsung Harga Pangan

Pemko Banda Aceh

Ajang Olahraga di Banda Aceh Bangkitkan Semangat Kompetisi Sehat