Banda Aceh – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemenuhan hak pendidikan anak yatim dengan menyalurkan bantuan sosial berupa perlengkapan sekolah kepada 250 anak yatim yang berasal dari 11 gampong di sembilan kecamatan, Jumat (10/7/2026).
Bantuan yang diberikan meliputi tas sekolah, seragam, buku, serta berbagai perlengkapan belajar lainnya guna mendukung kebutuhan anak-anak dalam menyambut tahun ajaran baru.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis di Aula Kecamatan Ulee Kareng dan Aula Kecamatan Kuta Alam.
Dalam sambutannya, Illiza mengatakan bantuan itu merupakan bentuk kepedulian pemerintah agar anak-anak yatim dapat memulai tahun ajaran baru dengan perlengkapan yang memadai serta memiliki rasa percaya diri yang sama dengan teman-teman sebaya mereka.
“Kita akan segera memasuki tahun ajaran baru. Insya Allah tanggal 13 Juli anak-anak sudah mulai masuk sekolah. Karena itu, Pemko Banda Aceh membantu menyediakan berbagai perlengkapan sekolah, mulai dari seragam, buku, tas, hingga kebutuhan belajar lainnya untuk anak-anak yatim,” ujar Illiza.
Ia berharap bantuan tersebut mampu memberikan semangat kepada para penerima untuk terus belajar dan meraih cita-cita.
“Mudah-mudahan anak-anak kita bisa bersekolah dengan baik dan mendapatkan kesempatan yang sama seperti teman-temannya yang lain,” katanya.
Illiza menjelaskan, bantuan perlengkapan sekolah bagi anak yatim merupakan program rutin yang setiap tahun dilaksanakan Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Banda Aceh.
“Program ini sudah menjadi agenda tahunan kita. Tahun lalu kita laksanakan dan tahun ini kembali kita lanjutkan. Selain bantuan perlengkapan sekolah, kita juga memiliki program Belanja Yatim yang dilaksanakan setiap Ramadan. Ini adalah bentuk komitmen kita untuk terus hadir dan berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim,” ungkapnya.
Menurut Illiza, kepedulian terhadap anak yatim tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Mudah-mudahan semakin banyak pihak yang memiliki kemampuan dapat turut peduli terhadap anak-anak yatim, sehingga mereka dapat tumbuh dan bersekolah dengan rasa percaya diri, menggunakan perlengkapan yang sama seperti anak-anak lainnya tanpa ada perbedaan,” tuturnya.
Program bantuan sosial tersebut bertujuan membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah anak yatim, meringankan beban ekonomi keluarga maupun wali, meningkatkan motivasi belajar, serta mendukung pemerataan akses pendidikan di Kota Banda Aceh.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal dan Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, perhatian terhadap kesejahteraan anak yatim terus menjadi salah satu prioritas pembangunan sosial. Selain bantuan perlengkapan sekolah, Pemko Banda Aceh juga secara konsisten melaksanakan program Belanja Yatim setiap Ramadan, santunan sosial, serta mendorong partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam memperkuat perlindungan anak.
Editor: Dahlan










