Banda Aceh – Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, ST, mengajak generasi muda untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan, memperkuat edukasi pencegahan HIV/AIDS, serta menjauhi perilaku seksual berisiko.
Hal tersebut disampaikan Farid dalam kegiatan Reses II Masa Persidangan III DPRK Banda Aceh Tahun 2026 bersama para pemuda di Aula Bapelkes Aceh, Kamis (2/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Farid menekankan bahwa peningkatan kasus HIV/AIDS menjadi perhatian serius yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk generasi muda sebagai kelompok yang memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kesehatan di lingkungan masyarakat.
Menurutnya, pemuda dapat menjadi mitra pemerintah dalam upaya pencegahan melalui edukasi sebaya, penyebaran informasi kesehatan yang benar, serta keterlibatan dalam berbagai program sosial dan kesehatan.
“Pemuda Banda Aceh harus menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat. Edukasi dan kepedulian bersama sangat diperlukan agar generasi muda mampu memahami risiko perilaku yang dapat berdampak terhadap kesehatan dan masa depan mereka,” ujar Farid.
Ia menyampaikan bahwa berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, kasus HIV/AIDS masih menjadi perhatian karena banyak ditemukan pada kelompok usia produktif. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi pengingat pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan deteksi dini.
Farid juga mendorong pemuda untuk aktif mendukung program pemerintah, seperti pemeriksaan kesehatan, kampanye hidup sehat, serta penyebaran informasi mengenai pencegahan penyakit menular.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Peran pemuda sangat dibutuhkan untuk menjadi agen edukasi di sekolah, kampus, komunitas, maupun lingkungan tempat tinggal,” katanya.
Menurut Farid, pembentukan karakter generasi muda perlu berjalan seiring dengan penguatan nilai agama, budaya, serta kepedulian terhadap kesehatan diri dan lingkungan.
Ia berharap pemuda Banda Aceh dapat menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang sehat, positif, dan berdaya guna bagi masyarakat.
Sementara itu, salah seorang peserta reses dari Gampong Lambaro Skep, Firdausi, menyambut baik penyampaian tersebut. Ia mengatakan pemuda memiliki tanggung jawab untuk ikut berkontribusi dalam menjaga kesehatan dan masa depan generasi berikutnya.
“Kami sebagai pemuda siap membantu pemerintah melalui edukasi kepada teman sebaya, ikut menyebarkan informasi positif, serta mengajak lingkungan sekitar menerapkan pola hidup sehat,” ujarnya.
Kegiatan reses bersama pemuda tersebut menjadi ruang dialog antara masyarakat dan DPRK Banda Aceh sekaligus momentum memperkuat peran generasi muda dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang kesehatan dan sosial.
Editor: Dahlan










