SIMEULUE– Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) mengecam keras upaya kudeta terhadap Ketua KPA Simeulue dilakukan dengan memanfaatkan momentum peringatan Haul Wali Nanggroe Almarhum Tgk. Hasan Muhammad di Tiro. Jumat, (05/06/2026).
Menurutnya, kegiatan haul yang seharusnya menjadi wadah mengenang jasa perjuangan dan mempererat persatuan rakyat Aceh tidak boleh dijadikan alat untuk kepentingan politik kelompok tertentu.
Adrimansyah (Torik) Jubir KPA Simeulue menegaskan bahwa Haul Wali Nanggroe merupakan agenda sakral yang bertujuan mengenang perjuangan pendiri Gerakan Aceh Merdeka (GAM), serta memperkuat nilai-nilai persatuan, menjaga amanah perjuangan yang telah diwariskan kepada generasi Aceh saat ini.
Karena itu, segala bentuk manuver yang berpotensi memecah belah organisasi dinilai bertentangan dengan semangat yang diwariskan Almarhum Hasan Tiro.
“Kami sangat mengecam keras ada pihak-pihak yang mencoba menunggangi momentum haul untuk kepentingan politik praktis atau agenda tertentu yang dapat mengganggu soliditas KPA wilayah Simeulue”. tegas Jubir KPA dalam keterangannya.
Lebih lanjut, ia juga meminta masyarakat dan pihak terkait tidak terpengaruh dengan hasil rapat yang tidak sesuai prosedur organisasi tersebut. KPA wilayah Simeulue, tetap berpegang pada pengurus yang melalui mekanisme resmi yaitu diketuai Hermansyah atau Man Kobra yang sesuai AD/ART.
Di akhir pernyataannya, Jubir KPA menegaskan bahwa pihak-pihak yang melakukan pergantian pengurus mengaku dari KPA wilayah lhok tapak tuan yang telah berdomisili di Simeulue.
“ini perlu dipertanyakan kepada panglima wilayah lhok tapak tuan siapa mereka sebenarnya..? yang mencoba-coba memeca belah pengurus KPA Simeulue yang telah bekerja untuk masyarakat”. Pungkasnya
Editor: DahlanReporter: Agus Muliadi










