Meulaboh – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat mengapresiasi rencana pembangunan jembatan gantung di Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, yang diinisiasi Kapolri untuk memulihkan akses masyarakat dan pelajar pascabanjir.
Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Barat, Irwan, M.Si., saat mendampingi kunjungan rombongan Polda Aceh meninjau lokasi jembatan yang rusak, Kamis (23/7/2026). Irwan hadir mewakili Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM.
Irwan mengatakan, banjir yang melanda wilayah Aceh Barat beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan infrastruktur, termasuk jembatan penghubung di Desa Sikundo. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas belajar mengajar, terutama akses transportasi pelajar menuju sekolah.
“Jembatan gantung maupun jembatan darurat yang dibangun masyarakat belum dapat menjamin keselamatan anak-anak saat menyeberangi sungai menuju sekolah,” ujar Irwan.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyampaikan terima kasih kepada Kapolri dan Kapolda Aceh atas perhatian yang diberikan melalui rencana pembangunan kembali jembatan gantung tersebut.
“Mudah-mudahan apa yang disampaikan Irwasda Polda Aceh dapat segera terwujud sehingga memberikan rasa aman dan kepastian bagi peserta didik maupun masyarakat yang melintasi sungai,” katanya.
Selain mendukung pembangunan jembatan di Desa Sikundo, Irwan menyebutkan Pemkab Aceh Barat juga akan memprioritaskan rehabilitasi sejumlah sekolah yang terdampak banjir di Desa Jambak, Canggai, dan Alue Lhok agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan optimal.
Sementara itu, Irwasda Polda Aceh Kombes Pol. Iskandar mengatakan, kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolri kepada Kapolda Aceh untuk meninjau langsung kondisi jembatan yang rusak sekaligus melaksanakan kegiatan bakti sosial.
“Selain melihat kondisi lokasi, kami juga meninjau rencana pembangunan jembatan gantung agar aktivitas masyarakat dan anak-anak sekolah menuju tempat pendidikan dapat kembali berjalan lancar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagai solusi sementara akan dibangun jembatan darurat menggunakan sistem katrol atau sling yang dapat dimanfaatkan pelajar untuk menyeberangi sungai hingga pembangunan jembatan gantung permanen selesai.
“Besok akan mulai dibangun jembatan sementara menggunakan katrol atau sling agar anak-anak lebih aman menuju sekolah. Selanjutnya, atas arahan Kapolri akan segera dibangun jembatan gantung yang aman dan nyaman bagi pelajar maupun masyarakat,” kata Iskandar.
Pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat memulihkan mobilitas masyarakat sekaligus memastikan aktivitas pendidikan di wilayah terdampak banjir kembali berjalan normal.
Editor: Dahlan










