Jakarta – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama menggelar Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Kemitraan Internasional bersama 12 kedutaan besar negara sahabat di Jakarta, Kamis (12/2/2026). Forum ini membahas sepuluh area strategis kerja sama di bidang keagamaan.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan dari Mesir, Afghanistan, Turki, Aljazair, Maroko, Irak, Pakistan, Yordania, Kuwait, Arab Saudi, Yaman, dan Iran. Turut hadir Sekretaris Ditjen Bimas Islam Lubenah, Direktur Penerangan Agama Islam Muchlis M. Hanafi, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ahmad Zayadi, serta perwakilan Kementerian Luar Negeri.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan kolaborasi lintas negara menjadi langkah penting dalam memperkuat diplomasi keagamaan Indonesia sekaligus mendukung program prioritas Kementerian Agama.
“Kami berharap forum focus group discussion ini mendapatkan insight dan masukan dari negara-negara sahabat, mulai dari layanan keagamaan, penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran, hingga kerja sama di bidang zakat dan wakaf,” ujar Abu Rokhmad.
Ia menambahkan, “Kesempatan hari ini sangat baik untuk mendiskusikan secara jernih potensi kerja sama yang akan kita lakukan pada tahun-tahun mendatang. Semoga diskusi ini menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat kita tindak lanjuti bersama.”
Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Lubenah, menegaskan FGD ini menjadi forum koordinasi strategis antara Kementerian Agama, Kementerian Luar Negeri, dan negara sahabat untuk memperluas peluang kemitraan internasional di bidang keagamaan.
“Diplomasi keagamaan dipandang tidak hanya sebagai sarana syiar, tetapi juga sebagai medium dialog dan kolaborasi lintas negara yang mencakup aspek sosial, budaya, dan edukasi,” ujar Lubenah.
Dalam diskusi tersebut, peserta membahas sepuluh bidang kerja sama, meliputi layanan keagamaan bagi diaspora Indonesia, penguatan pengelolaan masjid lintas negara, kerja sama zakat dan wakaf, penguatan penyuluhan keagamaan, penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran internasional, seminar Islam internasional, pertukaran dai dan khatib, diplomasi budaya Islam, kerja sama hisab dan rukyat, serta integrasi nilai-nilai ekoteologis dalam perlindungan lingkungan.
Melalui forum ini, Bimas Islam berharap dapat merumuskan langkah konkret dan berkelanjutan dalam memperkuat peran Indonesia pada diplomasi keagamaan di tingkat global.***
Editor: DahlanReporter: Syaiful AB












