Home / Nasional

Rabu, 3 September 2025 - 09:00 WIB

Maulid Nabi Muhammad SAW Tingkat Kenegaraan 1447 H Digelar di Masjid Istiqlal, Momentum Kebangsaan dan Spiritualitas

mm Redaksi

Zayadi dalam rapat koordinasi persiapan Maulid tingkat Kenegaraan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (2/9/2025). dok. Kemenag RI

Zayadi dalam rapat koordinasi persiapan Maulid tingkat Kenegaraan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (2/9/2025). dok. Kemenag RI

JAKARTA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tingkat kenegaraan 1447 H akan digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada 4 September 2025. Acara akan diawali dengan istighasah, doa, serta zikir kebangsaan yang terbuka untuk jemaah umum.

Direktur Penerangan Agama Islam, Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, Ahmad Zayadi, berharap peringatan ini menjadi momentum kebangsaan sekaligus penguatan spiritualitas umat.

“Dalam kondisi bangsa yang dinamis, kita membutuhkan energi spiritual yang menyejukkan. Maulid Nabi dapat menjadi wasilah untuk merajut rekonsiliasi nasional. Semangat kasih sayang dan persaudaraan yang dibawa Nabi Muhammad SAW harus kita aktualisasikan dalam kehidupan berbangsa,” ujar Zayadi saat rapat koordinasi persiapan Maulid tingkat kenegaraan di Masjid Istiqlal, Selasa (2/9/2025).

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Lakukan Pertemuan Tindak Lanjut dengan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah RI

Ia menekankan, maulid tingkat kenegaraan bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi juga wahana rekonsiliasi sosial. “Momentum kelahiran Nabi Muhammad SAW selalu relevan untuk membangun harmoni, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta memperkuat kohesi nasional,” tambahnya.

Peringatan Maulid tahun ini dikemas lebih inklusif. Istighasah akan menjadi pembuka rangkaian acara sebagai doa kolektif bangsa. Keterlibatan masyarakat dalam doa bersama ini mencerminkan bahwa Maulid Nabi bukan hanya milik umat Islam, tetapi juga bagian dari kebersamaan bangsa Indonesia.

Baca Juga :  KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 Evakuasi Korban KM. Maju Jaya yang Terbalik di Perairan Utara Bangka

Rapat koordinasi pemantapan peringatan dihadiri perwakilan Kementerian Luar Negeri, unsur TNI, manajemen Masjid Istiqlal, serta sejumlah pejabat Kementerian Agama, termasuk jajaran Ditjen Bimas Islam dan unit terkait yang terlibat langsung dalam kepanitiaan.

Analis Kebijakan Ahli Muda Subdit Dakwah dan HBI Ditjen Bimas Islam, Ria Arlina, mengulas aspek teknis pelaksanaan. Ia menjelaskan kelancaran acara akan sangat bergantung pada koordinasi detail di lapangan, mulai dari penataan tamu hingga distribusi konsumsi.

Baca Juga :  Masjid Jadi Pusat Gerakan Lingkungan, Kemenag Gandeng Bank Sampah Digital

“Karena di area utama Masjid Istiqlal tidak diperkenankan makan dan minum, maka snack akan dikemas dalam goodie bag sehingga bisa dibawa pulang. Mekanisme distribusi untuk tamu VIP dan undangan lain perlu kita koordinasikan secara ketat agar berjalan tertib,” ujarnya. Panitia menyiapkan seribu snack box untuk tamu, 500 di antaranya khusus VIP.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

Indonesia Jadi Contoh Kehidupan Beragama Dunia, Kemenag Ajak Semua Berperan
Hari Guru

Nasional

Hari Guru 2025, Menag: Guru Warisan Nabi dan Penuntun Jiwa

Ekbis

Rupiah Menguat ke Rp16.256 Usai Mendengar Iran-Israel Gencatan Senjata

Nasional

950 Peserta Hadiri Rakornas KAHMI Bahas Pangan, Energi, dan SDM Bangsa

Nasional

Menag Tegaskan Harmoni Agama dan Adat di Kalimantan Tengah

Nasional

Akses Jalan Nasional Pulih, Jembatan Bailey Jadi Solusi Darurat Pascabanjir di Aceh

Nasional

Kemenag Umumkan Tata Tertib Wawancara Beasiswa Zakat Indonesia 2025, Wajib Patuh!

Nasional

Sekjen Kemenag: Pejabat Baru Harus Tunjukkan Kapasitas, Loyalitas, dan Komitmen