Home / Politik

Selasa, 26 Agustus 2025 - 07:00 WIB

Wamenag Paparkan Inovasi Mushaf Al-Qur’an Isyarat saat Terima Menteri Besar Kelantan

mm Redaksi

Menteri Besar Kelantan Malaysia, Mohd Nassuruddin Bin Haji Daud (kiri) dan Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i (kanan). Dok. Kemenag RI

Menteri Besar Kelantan Malaysia, Mohd Nassuruddin Bin Haji Daud (kiri) dan Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i (kanan). Dok. Kemenag RI

JAKARTA – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i memaparkan inovasi Mushaf Al-Qur’an Isyarat bagi Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW) saat menerima kunjungan Menteri Besar Kelantan Malaysia, Mohd Nassuruddin Bin Haji Daud, di Kantor Pusat Kementerian Agama RI, Senin (25/8/2025).

“Kami memiliki mushaf Al-Qur’an yang belum ada di dunia, yakni Mushaf Al-Qur’an Isyarat bagi Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara,” jelas Romo.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Staf Khusus Menteri Agama Nona Gayatri Nasution, Direktur Penerangan Agama Islam Zayadi, Direktur Jaminan Produk Halal Muhammad Fuad Nasar, Direktur Pesantren Basnang Said, serta Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Thobib Al Asyhar.

Baca Juga :  Bawaslu Pangkalpinang Terima Dana Hibah Rp5,1 Miliar untuk Pilkada Ulang

Romo menerangkan, mushaf tersebut menjadi terobosan baru yang belum pernah ada di negara lain. Ia menegaskan, inovasi ini merupakan bentuk nyata pelayanan Kemenag dalam mewujudkan akses pendidikan Al-Qur’an yang inklusif bagi penyandang disabilitas.

“Selain itu, kami juga sedang mengembangkan metode bimbingan Al-Qur’an untuk Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara, dengan metode pembelajaran khusus. Program ini baru ada di Indonesia dan belum ada di negara lain,” lanjutnya.

Baca Juga :  Gubernur Mualem Serahkan Remisi, Ribuan Napi Aceh Dapat Pengurangan Hukuman

Romo juga membuka peluang kerja sama dengan Negeri Kelantan. Menurutnya, calon instruktur pembelajaran Al-Qur’an bagi PDSRW dapat dikirim untuk mengikuti pelatihan di Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kemenag RI.

“Para calon instruktur tersebut dapat dilatih di sini. Setelah lulus pelatihan dan memperoleh sertifikat, mereka bisa kembali ke negerinya untuk mengembangkan metode pembelajaran Al-Qur’an tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Besar Kelantan, Mohd Nassuruddin, mengungkapkan bahwa Kelantan adalah negeri di Malaysia dengan mayoritas penduduk Muslim. Ia menyebut, pembangunan di Kelantan berlandaskan ajaran Islam, termasuk melalui pondok pesantren.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Yakin Presiden Prabowo Akan Berikan Respons Positif untuk Sengketa Tanah Blang Padang

“Di Kelantan, kami membangun negeri dengan berasaskan ajaran Islam. Kami juga memiliki banyak pondok pesantren, meskipun tidak sebanyak di Indonesia,” sebutnya.

Nassuruddin menambahkan, pihaknya tertarik menjajaki kerja sama dengan Kemenag RI, khususnya dalam bidang pendidikan Islam dan pesantren.

“Kami melihat di Indonesia banyak pesantren serta ulama yang memiliki ilmu tinggi. Kami berharap banyak peluang-peluang hubungan baik yang dapat dijalin, khususnya di bidang pendidikan, seperti mushaf Al-Qur’an Isyarat ini,” pungkasnya.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

Istri Gubernur Aceh Raih AMKI Kartini Award 2026: Terima Kasih Suamiku

Politik

Komisi I DPR Setujui Anggaran Kemhan dan TNI 2026 Sebesar Rp187,1 Triliun

Politik

Wamenhan Terima Audiensi Panitia IMEDIC 2025, Siap Dukung Penguatan Kedokteran Milite

Parlementarial

DPRA Tetapkan Lima Komisioner KIA 2025–2029, Hasil Seleksi Ketat dan Uji Kelayakan

Hukrim

RKUHAP Dikritik dalam Forum Ilmiah: Penyidik dan Penuntut Tidak Boleh Disatukan

Politik

Komisi VIII DPR RI Serahkan Bantuan Pendidikan dan Inkubasi Bisnis ke Lembaga Keagamaan di Yogyakarta

Politik

Ratusan Warga hingga Eks Kombatan GAM Jemput Ketua PSI Aceh T Rival Amiruddin, Konvoi Keliling Banda Aceh

Opini

DPD PBN Aceh: Dari Rakyat untuk Bhayangkara, Semoga Semakin Dicintai