Home / Pendidikan

Sabtu, 27 September 2025 - 08:00 WIB

Wamenag Dorong PTKIN Fokus Halal Industri dan Manajemen Pesantren

mm Redaksi

Wamenag Romo Muhammad Syafii menjadi narasumber Studium Generale di UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. dok. Kemenag RI

Wamenag Romo Muhammad Syafii menjadi narasumber Studium Generale di UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. dok. Kemenag RI

Banda Aceh – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii menegaskan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) harus tampil lebih adaptif dan visioner dalam menghadapi tantangan zaman. Hal ini ia sampaikan dalam Studium Generale bertajuk “Strategi Pengembangan PTKIN dalam Perspektif Asta Cita Prabowo–Gibran” di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, Jumat (26/9/2025).

Romo Syafii mendorong PTKIN untuk memperkuat konsentrasi di bidang Halal Industri dan Manajemen Pesantren. Menurutnya, Indonesia memiliki populasi santri terbesar di dunia, sementara industri halal tengah berkembang secara global. “PTKIN harus hadir di garis depan, menyiapkan SDM unggul di dua sektor strategis ini,” tegasnya.

Baca Juga :  9.000 Mahasiswa Baru Ikuti PBAK UIN Jakarta 2025, Hadirkan Tokoh Nasional dan Publik Figur

Ia menyebut perhatian pemerintah terhadap pendidikan semakin besar. Alokasi anggaran pendidikan dalam APBN 2025, kata Syafii, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah, sebagaimana ditegaskan Presiden Prabowo Subianto. “Ini bukan hanya soal membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan semua anak bangsa memiliki kesempatan yang sama dalam menggapai cita-citanya,” ujarnya.

Baca Juga :  Lima Ilmuwan PTKIN Masuk Top 2% Scientist Worldwide 2025

Wamenag menekankan PTKIN tidak boleh dipandang hanya sebagai menara gading, melainkan benteng intelektual yang mempromosikan Islam moderat, mencegah radikalisme, dan memperkuat ketahanan ideologi bangsa. “Kerukunan adalah prasyarat utama pembangunan, dan PTKIN berada di garda terdepan untuk menjaga hal itu,” imbuhnya.

Ia juga mengingatkan bahwa persaingan global kini bertumpu pada teknologi canggih, seperti kecerdasan buatan, satelit, hingga drone. Karena itu, menurutnya, pendidikan menjadi kunci menghadapi era baru. “PTKIN harus mampu mencetak generasi yang siap dengan keterampilan teknologi sekaligus memiliki visi kebangsaan,” tegasnya.

Baca Juga :  Lonjakan Peserta PPG Madrasah 2025 Capai 95 Ribu Guru, Naik 794 Persen dalam Dua Tahun

Dorongan ini sejalan dengan capaian UIN Ar-Raniry yang telah masuk dalam program World Class University di bawah RPJMN 2025–2029. Kampus tersebut juga berhasil meraih Akreditasi Institusi Peringkat Unggul dan unggul dalam publikasi ilmiah yang terindeks Scopus.

“Pemerintah mendukung penuh agar PTKIN tidak hanya kompetitif di tingkat global, tetapi juga tetap berakar kuat pada kebutuhan umat,” pungkas Romo Syafii.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Plt. Kadisdik Aceh Terima Delegasi Kedutaan Besar Malaysia, Bahas Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Pelatihan Guru

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh: Penguatan SDM Vokasi Jadi Kunci Daya Saing Global

Pemerintah Aceh

Perkuat Tata Kelola Digital, Dinas Pendidikan Dayah Aceh Gelar Pelatihan Pengisian SKP ASN Berbasis E-Kinerja

Pendidikan

Menag Dorong Pondok Pesantren Al Ikhlas Assalam Terapkan Kurikulum Cambridge

Pendidikan

Delegasi MAN 2 Kota Malang Raih Tiga Penghargaan di Korea Youth Summit 2025

Pendidikan

Siswa MAN IC OKI Lolos Presentasi di Siswa MAN IC OKI Lolos Presentasi di AICIS+ 2025

Pendidikan

Kemenag Perluas Beasiswa PJJ untuk Cetak Guru Profesional
MAN IC

Pendidikan

MAN IC Serpong Raih Medali Perunggu di Kompetisi Sains Internasional ASPC 2025