Home / Ekbis

Kamis, 10 Juli 2025 - 16:07 WIB

Utang Membengkak, Aceh Selatan Lakukan Efisiensi Anggaran Rp104 Miliar

mm Redaksi

Ilustrasi - Pada sambutannya Bupati minta doa dan dukungan masyarakat untuk bangun Aceh Selatan. dok. Ist

Ilustrasi - Pada sambutannya Bupati minta doa dan dukungan masyarakat untuk bangun Aceh Selatan. dok. Ist

Aceh Selatan — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan terjebak dalam jeratan utang ratusan miliar rupiah yang membayangi kas daerah. Kondisi ini memaksa Pemkab melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp104 miliar sebagai upaya penyelamatan keuangan daerah.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, serta hasil review utang oleh Inspektorat, utang belanja Pemkab Aceh Selatan pada tahun anggaran 2024 mencapai angka mencengangkan, yaitu Rp184.214.570.873,99. Tidak hanya itu, dana earmark yang sudah digunakan sepanjang tahun 2024 juga mencapai Rp132.362.340.202,33.

Dengan kondisi tersebut, Pemkab Aceh Selatan mengalami defisit riil sebesar Rp267.364.205.368,01 pada tahun yang sama. Situasi keuangan yang kian “mencekik” itu kian berat setelah pemerintah pusat memangkas anggaran daerah melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, yang berimbas pada pengurangan anggaran daerah hingga Rp104 miliar.

Baca Juga :  BNI Xpora Bawa 3 UKM F&B Indonesia Tembus Pasar Korea di SFH 2025

Bupati Aceh Selatan H. Mirwan mengakui bahwa kondisi fiskal daerah saat ini tidak baik-baik saja akibat tingginya utang dan potensi defisit yang besar.

“Kita start membangun Aceh Selatan dengan kondisi anggaran yang minus, tentunya ini menjadi tantangan bagi kita untuk terus membenahi dan mencari solusi agar berbagai program pembangunan di daerah tetap dapat berjalan nantinya,” ujarnya pada Kamis, 10 Juni 2025.

Utang Membayangi, Pemkab Aceh Selatan Cari Solusi

Tumpukan utang yang membengkak diibaratkan seperti bom waktu yang mengancam jalannya roda pemerintahan. Namun, H. Mirwan bersama wakilnya, H. Baital Mukadis, menyatakan optimistis bisa mengatasi krisis fiskal ini melalui pembenahan tata kelola keuangan daerah serta menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah provinsi dan pusat.

Baca Juga :  Defisit APBN 2025 Melebar, Menkeu Usul Pakai SAL Rp85,6 Triliun

“Kita optimis bahwa setiap penyakit ada obatnya, setiap persoalan ada solusinya, begitupun dengan persoalan kondisi keuangan daerah Aceh Selatan saat ini. Secara internal Pemerintahan, kita terus berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pembenahan tata kelola keuangan daerah, disamping itu kita terus melakukan pendekatan dan lobi-lobi baik ke Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat untuk menjemput program-program pembangunan untuk Aceh Selatan tercinta,” jelasnya.

Bahkan, di tengah krisis keuangan yang mengancam, Bupati Aceh Selatan tetap meluncurkan program 100 hari kerja. Langkah ini dilakukan sebagai komitmen nyata untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, meski anggaran dalam kondisi minus.

Baca Juga :  BSI Aceh Tetap Buka di Hari Libur, Layanan Aktif di 53 Cabang

“Alhamdulillah, dengan semangat kebersamaan membangun daerah program-program 100 hari kerja dapat kita luncurkan semaksimal mungkin walaupun kondisi keuangan daerah sedang tidak baik-baik saja. Ini membuktikan bahwa dengan semangat kebersamaan kita perlahan akan bangkit menuju perubahan,” katanya.

H. Mirwan juga berharap masyarakat memberikan dukungan moral dan doa untuk membantu Pemkab membawa Aceh Selatan keluar dari krisis.

“Do’a dan dukungan masyarakat adalah kekuatan bagi kami dalam berupaya semaksimal mungkin membawa Aceh Selatan dari kondisi minus menuju ke arah yang lebih maju dan produktif,” pungkasnya.***

Editor: RedaksiReporter: Syaiful AB

Share :

Baca Juga

Ekbis

BSI Dorong Ekonomi Hijau dan Optimalisasi Zakat, Raih Penghargaan Bergengsi

Daerah

Bank Aceh Buka Lowongan Kerja untuk Tenaga Profesional, Cek Syarat dan Cara Daftarnya!

Ekbis

Klaim Asuransi Umum Naik 4,8 Persen, Capai Rp10,9 Triliun di Awal 2025

Ekbis

Suheli Pijat, Terapis Refleksi Jakarta dengan 45 Ribu Pengikut di Media Sosial

Ekbis

Tahun 2025 Penuh Tantangan, BI Sebut Perekonomian Aceh Tunjukkan Sinyal Pemulihan

Ekbis

Potensi Wakaf Rp2.000 Triliun, BWI Gelar Seminar Nasional di Jakarta

Aceh Besar

Aceh Besar Upayakan Swasembada Pangan dengan Optimalisasi Lahan Pertanian Baru

Ekbis

Waspada Phishing ‘CoreTax’, Bank Aceh Imbau Nasabah Lindungi Data Pribadi