Aceh Jaya – Kabar duka menyelimuti masyarakat Aceh. Tokoh dermawan sekaligus donatur pesawat pertama Republik Indonesia, Teungku Nyak Sandang, meninggal dunia pada Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Nyak Sandang menghembuskan napas terakhir di kediamannya di Gampong Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, dalam usia sekitar 100 tahun.
Kabar wafatnya tokoh bersejarah tersebut dibenarkan oleh pihak keluarga. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Aceh dan bangsa Indonesia.
Semasa hidupnya, Nyak Sandang dikenal luas sebagai salah satu sosok yang berkontribusi besar dalam pembelian pesawat Seulawah RI-001, pesawat pertama milik Indonesia yang menjadi cikal bakal penerbangan nasional.
Pada masa awal kemerdekaan, ia rela menyumbangkan harta pribadinya, termasuk menjual tanah dan emas, demi membantu perjuangan negara.
Kontribusi tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah, karena pesawat Seulawah RI-001 digunakan untuk mendukung perjuangan diplomasi Indonesia di kancah internasional.
Atas jasa besarnya, Nyak Sandang juga pernah menerima penghargaan Bintang Jasa Utama dari Presiden Republik Indonesia pada tahun 2025 sebagai bentuk apresiasi negara atas pengabdiannya.
Rencananya, jenazah almarhum akan dimakamkan di kampung halamannya di Gampong Lhuet, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya.
Kepergian Nyak Sandang tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia yang mengenangnya sebagai simbol ketulusan, pengorbanan, dan semangat perjuangan.
Editor: Dahlan










