Home / Daerah / TNI-Polri

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:47 WIB

TNI AD Rampungkan Jembatan Modular 30 Meter di Aceh Tamiang, Akses Warga Tanjung Genteng Kembali Normal

mm Tiara Ayu Juneva

Jembatan Modular bantuan Kementerian Pertahanan RI resmi menghubungkan kembali Desa Tanjung Genteng dan Desa Tanjung Macang pascabanjir bandang di Aceh Tamiang, Kamis (26/02/2026). Foto: Dok. Istimewa

Jembatan Modular bantuan Kementerian Pertahanan RI resmi menghubungkan kembali Desa Tanjung Genteng dan Desa Tanjung Macang pascabanjir bandang di Aceh Tamiang, Kamis (26/02/2026). Foto: Dok. Istimewa

Aceh Tamiang – Personel gabungan TNI Angkatan Darat yang terdiri dari Kodim 0117/Aceh Tamiang, Zidam IM, Yonzipur 10/JP/2 Kostrad, dan Yonif TP 899/BSG berhasil menyelesaikan pembangunan Jembatan Modular di Dusun Bandar Baru, Desa Tanjung Genteng, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (26/02/2026).

Pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk respons cepat atas terputusnya akses penghubung utama masyarakat akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Tamiang beberapa waktu lalu. Bencana tersebut mengakibatkan jembatan lama di Desa Tanjung Genteng mengalami kerusakan parah hingga tidak dapat difungsikan, sehingga aktivitas masyarakat sempat terhambat.

Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Arm. Raden Subhi Fitra Jaya, S.Sos., M.M., saat dikonfirmasi oleh Penerangan Kodim menjelaskan bahwa jembatan yang dibangun merupakan Jembatan Modular tipe 1-1 dengan panjang 30 meter dan lebar 4 meter.

Baca Juga :  Bupati Aceh Utara Minta Pengukuran Ulang Lahan PTPN IV Cot Girek, Sengketa dengan Warga Memanas

“Jembatan Modular ini merupakan dukungan dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Pembangunannya menjadi langkah strategis dalam memulihkan kembali akses transportasi masyarakat yang sebelumnya terputus akibat diterjang banjir bandang dan tanah longsor,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dandim menyampaikan bahwa keberadaan jembatan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat karena menghubungkan Desa Tanjung Genteng dengan Desa Tanjung Macang. Jalur ini merupakan akses vital yang digunakan warga dalam menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan perekonomian, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga urusan sosial kemasyarakatan lainnya.

“Kehadiran Jembatan Modular ini menjadi infrastruktur penting yang sangat berpengaruh terhadap kelancaran mobilitas warga. Dengan kembali normalnya akses ini, diharapkan roda perekonomian masyarakat dapat berjalan lebih lancar dan stabil,” ungkapnya.

Baca Juga :  Polda Aceh Gelar Upacara Hari Juang Polri 2025, Angkat Tema Polri untuk Masyarakat Menuju Indonesia Maju

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan jembatan tersebut merupakan bukti nyata komitmen TNI AD dalam membantu pemerintah daerah serta masyarakat, khususnya dalam percepatan pemulihan wilayah pascabencana dan peningkatan konektivitas antarwilayah.

“Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam percepatan pembangunan ini. Kami berharap jembatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tutup Dandim.

Sementara itu, Datok Penghulu Desa Tanjung Genteng, Yuli Mansyah, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada TNI AD serta seluruh pihak yang telah bekerja keras membangun jembatan tersebut.

Baca Juga :  Wali Kota Banda Aceh Hadiri Peringatan 21 Tahun Tsunami Aceh dan Doa Bersama Korban Bencana

“Jembatan Modular ini merupakan harapan besar masyarakat Tanjung Genteng setelah jembatan lama terputus diterjang banjir bandang. Kami sangat bersyukur karena kini akses penghubung antarwilayah sudah kembali dapat digunakan,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan tersebut agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang dan tetap dalam kondisi baik.

Kehadiran Jembatan Modular di Dusun Bandar Baru ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah di Kecamatan Kejuruan Muda, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat proses pemulihan wilayah pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Dengan pulihnya akses transportasi, berbagai aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal, sehingga stabilitas sosial dan ekonomi di wilayah tersebut semakin terjaga.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

DPD Ormas Gerakan Rakyat Kota Banda Aceh Bahas Pembentukan Kepengurusan 

Daerah

Bener Meriah Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah, IPH September M1 Catat Deflasi -0,18%

Daerah

Prajurit Yonif 112/DJ Bagikan Nasi dan Pengobatan Gratis di Puncak Jaya

Daerah

Wakili Bupati, Kadisparpora Aceh Besar Hadiri Pembukaan Turnamen Voli HUT ke-79 Bhayangkara

Daerah

Disdik Aceh Tegaskan Larangan Pungutan Pada Penerimaan Siswa Baru
Pangdam IM

Daerah

Pangdam IM Apresiasi TNI dan Warga, Irigasi Aceh Timur Maju

Daerah

Tiba di Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono Dipeusijuek

Daerah

Bhabinkamtibmas Pintu Rime Gayo Sambangi Kampung Wih Porak, Ingatkan Warga Jaga Kamtibmas