Home / Daerah

Selasa, 23 September 2025 - 09:00 WIB

Bupati Aceh Utara Minta Pengukuran Ulang Lahan PTPN IV Cot Girek, Sengketa dengan Warga Memanas

mm Syaiful AB

Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil atau Ayahwa menerima laporan. dok. Pemkab Aceh Utara

Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil atau Ayahwa menerima laporan. dok. Pemkab Aceh Utara

Aceh Utara – Sengketa lahan antara PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Regional 6 dan masyarakat di Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara, memasuki babak baru. Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil atau Ayahwa, sepakat dengan pihak perusahaan untuk melakukan pengukuran ulang agar kepastian batas lahan jelas dan tidak merugikan baik perusahaan maupun petani lokal.

Kepala Kantor Pertanahan Aceh Utara, Muhammad Reza, menyebutkan PTPN IV telah mengajukan perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) dengan luas 7.500 hektare di Cot Girek. “HGU PTPN itu berakhir 26 November 2026. Lima tahun sebelum berakhir HGU, umumnya perusahaan mengajukan perpanjangan,” kata Reza, Senin (22/9/2025).

Baca Juga :  Bupati Aceh Utara Instruksikan ASN Ikut Gotong Royong Massal di Monumen Islam Samudera Pasai

Reza menjelaskan, pengukuran ulang lahan sebenarnya sudah dilakukan pada pertengahan 2024. Namun, hasilnya masih menunggu pemeriksaan tim gabungan dari Kanwil Pertanahan Aceh, Pemprov Aceh, dan Pemkab Aceh Utara.

“Harus diketahui, kalau lahan di atas 1.000 hektare itu kewenangan Kementerian ATR/BPN, di bawah 1.000 hektare kewenangan Kanwil Pertanahan, dan 25 hektare baru Kantor Pertanahan kabupaten/kota,” ujarnya. Ia menegaskan, keputusan perpanjangan HGU, pelepasan sebagian lahan, atau bahkan pembatalan perpanjangan sangat bergantung pada hasil tim gabungan tersebut.

Baca Juga :  Komisi VIII DPR RI Dukung Pembangunan Asrama Haji DIY di Kulon Progo, Tingkatkan Kenyamanan Jemaah

“Jadi sangat tergantung hasil tim bersama antara Kantor Pertanahan dengan pemerintah daerah,” tegas Reza.

Konflik Lahan Satya Agung

Selain PTPN IV, persoalan serupa juga muncul pada PT Satya Agung di Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara. “Satya Agung memperpanjang HGU nomor 18 luasnya 200 hektare. Kewajiban mereka memasang patok, baru Kantor Pertanahan mengukur ulang. Namun sekarang terhenti atas kesepakatan bersama antara Panitia Khusus DPRD Aceh Utara dengan Satya Agung dan masyarakat,” jelas Reza.

Menurutnya, proses pengukuran ulang lahan Satya Agung berada di bawah kewenangan Kanwil Pertanahan Provinsi Aceh. “Intinya urusan tanah ini bukan Kantor Pertanahan sendiri, jadi ini bersama pemerintah daerah,” ucapnya.

Baca Juga :  Akun FB Palsu Catut Nama Gubernur Aceh, Tawarkan Bantuan Dana Sosial

Sebelumnya, Bupati Ayahwa meminta pengukuran ulang lahan PTPN IV Cot Girek setelah masyarakat memprotes. Warga menilai sebagian kebun mereka diklaim masuk dalam kawasan HGU perusahaan.

Selain PTPN IV, konflik lahan di Aceh Utara juga melibatkan PT Satya Agung di Geureudong Pase serta PT Bapco di Paya Bakong. Persoalan ini membuat pemerintah daerah diminta lebih tegas dalam memastikan keadilan antara kepentingan perusahaan perkebunan dan hak-hak petani lokal.***

Editor: DahlanReporter: Syaiful AB

Share :

Baca Juga

Kapolres Lhokseumawe

Daerah

Kapolres Lhokseumawe Hadiri Maulid Nabi di SMKN 1, Ajak Siswa Teladani Akhlak Rasul

Aceh Barat

Garasi Terbakar Sempat Bikin Panik Warga di Lhoknga Aceh Besar, Begini Kronologinya

Daerah

1 Wanita Diamankan dari Kafe di Banda Aceh, Duduk Sampai Dini Hari
Seleksi PAG

Daerah

Kapolda Aceh Tinjau Seleksi PAG, Tekankan Profesionalisme

Daerah

Bangun Generasi Hebat, Reje Gunung Sayang Dukung Hari Anak Nasional.

Daerah

Sambut Ramadhan 1447 H, Forkopimda Banda Aceh Imbau Penyesuaian Jam Usaha dan Larangan Petasan

Daerah

Dinsos Aceh Gelar Dzikir dan Doa, Wujud Empati untuk Masyarakat Terdampak Bencana

Daerah

TNI dan BWS Sumatera I Genjot Irigasi Aceh Utara