Home / Aceh Barat / Pemerintah

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:54 WIB

Sambut Ramadhan 2026, Forkopimda Aceh Barat Imbau Warga Jaga Syariat dan Ketertiban

mm Tiara Ayu Juneva

Forkopimda Aceh Barat mengeluarkan seruan bersama menyambut Ramadhan 1447 H di Meulaboh, Selasa (18/2/2026). Foto: Dok. Istimewa

Forkopimda Aceh Barat mengeluarkan seruan bersama menyambut Ramadhan 1447 H di Meulaboh, Selasa (18/2/2026). Foto: Dok. Istimewa

Meulaboh – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Barat mengeluarkan seruan bersama dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 hijriah/2026 M, seruan tersebut ditujukan kepada seluruh elemen masyarakat.

Poin pertama, bagi kaum muslimin dan muslimat, meningkatkan ilmu pengetahuan agama dan memperbanyak amal ibadah dengan penuh keimanan dan kesadaran untuk memperoleh maghfirah dan nilai – nilai ketaqwaan,. Menghindari perbuatan yang dapat mengurangi dan membatalkan puasa seperti perbuatan berkaitan dengan pornografi, porno aksi, judi, permainan domino dan perbuatan tercela lainnya.

Poin kedua, bagi aparatur negara, agar melaksanakan tugas dengan sebaik baiknya, penuh tanggung jawab, disiplin jam kerja serta memelihara koda etik dan kehormatan korp aparatur negara, menjaga syiar Ramadhan di tempat kerja masing – masing.

Poin ketiga, bagi BKM masjid dan meunasah, agar dapat menyiapkan fasilitas ibadah yang bersih dan nyaman, memakmurkan masjid dan meunasah dengan melaksanakan shalat tarawih, tadarus al quran dan ibadah lainnya, mengarahkan para Da’I dan Da’iyah agar dapat menyampaikan pesan – pesan yang menyejukkan dan mendamaikan.

Baca Juga :  Wakil Gubernur Silaturahmi ke Kediaman Almarhum Abu Tumin Blang Bladeh, Disambut Langsung Putra dan Pimpinan Dayah

Poin keempat, bagi pimpinan formal, non formal dan pimpinan perusahaan, memberi kesempatan bagi karyawan yang beragama islam untuk melaksanakan ibadah Ramadhan tepat pada waktunya, menjadi tauladan bagi masyarakat dalam melaksanakan ibadah syiar Ramadhan serta akhlak terpuji, menjadi pelopor dalam rangka memelihara perdamaian dan memperkuat integritas bangsa.

Poin kelima, bagi generasi muda islam, senantiasa mempelopori kegiatan yang bernuansa islam dan menjauhi diri dari perbuatan maksiat serta tercela, menyemarakkan kegiatan kepemudaan dan remaja masjid dengan melaksanakan kegiatan keagamaan atau pesantren kilat, tidak berkendara berboncengan dengan pasangan yang bukan mahramnya.

Baca Juga :  Aceh Barat Usung Desa Pasi Pinang Jadi Percontohan Anti Korupsi

Poin keenam, bagi pedagang, pemilik kafe, warung atau kedai makanan dan minuman, tidak menjual makanan dan minuman mulai pukul 05.00 WIB sampai dengan 15.30 WIB, tidak membuka warung, cafe, restoran, supermarket, usaha dagang dan jasa lainnya pada saat pelaksanaan shalat isya sampai dengan selesainya shalat tarawih.

Tidak memberikan peluang kepada pelanggan untuk bermain judi online, main kartu atau batu domino yang sifatnya pertaruhan atau judi di tempat penjualannya, agar menyarankan duduk tidak berdekatan bagi pasangan non muhrim di tempat dagangannya, agar menyediakan tempat shalat yang memadai.

Poin ketujuh, bagi pengusaha hotel, losmen, wisma, homestay, cafetaria dan tempat hiburan lainnya, bagi pengusaha penginapan dilarang menerima tamu yang non muhrim, dilarang menggelar billiard, karaoke dan hiburan lainnya selama Ramadhan untuk menjaga kenyamanan ibadah.

Baca Juga :  Kementerian Kehutanan Tegaskan Komitmen Lindungi Kawasan Hutan Raja Ampat

Poin kedelapan, bagi media massa, cetak dan elektronik, mendukung sepenuhnya seruan Bersama ini dan mempublikasikannya kepada masyarakat luas, meningkatkan siaran dan terbitan yang bernuansa islami.

Poin kesembilan, bagi non muslim, menghormati pelaksanaan ibadah puasa dalam rangka pembinaan toleransi dan kerukunan antar umat beragama demi terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa, khusus bagi WNA yang non muhrim yang berada di wilayah Aceh Barat diimbau untuk menghormati kearifan lokal selama bulan Ramadhan.

Poin kesepuluh, bagi pihak keamanan, ketertiban Satpol PP dan WH, melakukan pengawasan ketentraman dan ketertiban umum serta pelanggaran syariat islam dan melakukan tindakan hukum sesuai dengan perundang – undangan dan qanun yang berlaku.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Parlementarial

Anggota DPRA Bunda Salma dan Menag RI Bahas Pelaksanaan Syariat Islam di Aceh

Nasional

Pemprov Kalteng Salurkan Bantuan Rp2,8 Miliar untuk Korban Banjir Bandang di Aceh

Aceh Besar

Bappeda Aceh Besar Apresiasi Partisipasi Masyarakat Pulo Aceh dalam Penginputan Usulan Musrenbang

Aceh Besar

Wabup Syukri Pimpin Rakor R3P Aceh Besar, Fokus Percepatan Rehabilitasi Pascabencana

Aceh Barat

Wabup Aceh Barat Jamuan Habib Sayyid Salim Bin Jindan di Meulaboh

Aceh Barat

Aceh Barat Dorong Integrasi Data Daerah Lewat Forum Saturasi

Aceh Besar

Disdikbud Aceh Besar Pastikan Program Beut Kitab Bak Sikula Transparan dan Tepat Sasaran

Aceh Barat

Aceh Barat Dukung Pendidikan Dayah, Bupati Tarmizi: Kami Ingin Santri Menjadi Ulama Faqih dan Pemimpin Adil