Pidie Jaya – Ribuan peserta dari berbagai sekolah baik dari jenjang pendidikan dasar hingga jenjang pendidikan menengah atas memadati sepanjang jalan protokol Kabupaten dalam ajang karnaval memeriahkan HUT Pidie Jaya ke 19.
Peserta karnaval dilepas oleh Sekretaris Daerah Pidie Jaya Dr. Munawar Ibrahim, S.Kp, M.PH bersama Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan
Kesejahteraan Rakyat Setdakab drh. Muzakkir, M.M, yang turut di dampingi oleh sejumlah unsur Forkopimda, Mideun Meurah setia, Meureudu, pada Sabtu, 13/6/2026.
Mengusung tema “Pidie Jaya Bangkit Bersyariat, Pulih Bersama” tersebut menampilkan beragam kreasi bertema budaya, pendidikan, nilai-nilai keislaman, potensi daerah, serta hasil pembangunan daerah.
” Karnaval menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan HUT Kabupaten Pidie Jaya sekaligus momentum membangkitkan semangat masyarakat di tengah proses pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah beberapa waktu lalu ” Ucap Sekda Munawar
Lanjutnya partisipasi ribuan pelajar merupakan bukti nyata semangat kebersamaan, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya daerah yang terus tumbuh di tengah masyarakat.
Tambahnya Karnaval bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi wadah edukatif yang mengajarkan anak-anak mengenal dan mencintai keberagaman budaya, memperkuat kerja sama, serta menumbuhkan rasa percaya diri.
Momentum Hari Jadi Kabupaten Pidie Jaya juga diharapkan menjadi sarana mengenang perjuangan para pendiri daerah sekaligus memperkuat tekad bersama untuk membangun Pidie Jaya yang lebih maju dan berdaya saing. Imbuh Munawar
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pidie Jaya, Teuku Muhalil, S.E., M.Si., Ak, mengatakan karnaval memiliki nilai strategis dalam pembentukan karakter generasi muda.
“Melalui kegiatan ini kita ingin menumbuhkan karakter anak-anak agar mencintai keberagaman, memahami nilai-nilai keislaman, menghargai budaya lokal, serta memiliki sikap disiplin dan tanggung jawab ” ucap Muhalil
Lanjut Muhalil bahwa Antusiasme pihak sekolah baik dari siswa maupun guru, telah menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini sangat positif serta perlu terus dilestarikan dengan dukungan seluruh pihak.
Lebih lanjut Teuku Muhalil mengatakan, dunia pendidikan tidak hanya berfungsi mencerdaskan peserta didik, tetapi juga menjadi motor penggerak pemulihan sosial masyarakat pascabencana. Karena itu, kegiatan yang melibatkan kreativitas dan partisipasi aktif pelajar perlu terus didorong sebagai bagian dari upaya melahirkan generasi Pidie Jaya yang berkarakter, berprestasi, dan mencintai daerahnya. Pungkasnya. (R)










