ABDYA — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Aceh Barat Daya (Abdya) menuai sorotan dari pihak sekolah.
Pihak sekolah menilai menu makanan yang mereka terima pada Jumat (17/4/2026) tidak mencerminkan standar gizi maupun kesesuaian anggaran.
Pihak sekolah secara terbuka menyampaikan keluhan terhadap kualitas dan variasi menu para siswa tersebut.
Dalam konfirmasi media, Kepala MAN 1 Abdya, Saiful Azhari mengungkapkan bahwa menu MBG terlihat jauh dari standar harga yang semestinya.
“Kami melihat menu yang tersedia sangat sederhana dan kami menduga tidak sesuai dengan standar anggaran. Ini menimbulkan pertanyaan besar terkait pengelolaan dana bagi kebutuhan gizi anak-anak,” ujarnya.
Menu yang diterima siswa pada hari tersebut terdiri dari roti isi sederhana, beberapa potong mentimun, satu potong gorengan, serta beberapa camilan kecil.
Secara kasat mata, komposisi tersebut belum memenuhi unsur gizi seimbang yang menjadi tujuan utama program MBG.
Pihak sekolah bahkan melakukan estimasi kasar terhadap nilai satu porsi makanan siswa.
Berdasarkan perhitungan tersebut, harga per porsi hanya berkisar antara Rp6.000 hingga Rp7.000.
“Sederhana, nilai makanan ini tidak lebih dari tujuh ribu rupiah. Kami tidak mengetahui apakah angka tersebut memang sesuai dengan ketentuan, namun jika perbandingan dengan standar yang ada, tentu ini menjadi perhatian serius,” lanjutnya.
Program MBG sendiri merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi siswa di seluruh Indonesia.
Program ini harus mampu mendukung tumbuh kembang anak serta meningkatkan konsentrasi belajar melalui asupan makanan yang sehat dan bergizi.
Meski demikian, pihak MAN 1 Abdya menegaskan bahwa mereka tetap mendukung penuh program tersebut.
Mereka menilai MBG sebagai langkah positif dan bentuk nyata kepedulian negara terhadap generasi muda.
Namun, pelaksanaan di lapangan perlu pengawasan secara ketat agar tidak menyimpang dari tujuan awal.
“Kami sangat mendukung program ini. Ini program yang baik dan sangat dibutuhkan oleh siswa. Namun, pelaksanaan di lapangan harus sesuai dengan aturan. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan secara tidak wajar,” tegasnya.
Pihak sekolah juga menyoroti peran penyedia dan penyalur makanan yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas layanan.
Mereka berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam distribusi makanan tersebut.
“Kami berharap pemerintah atau instansi terkait dapat melakukan pengawasan lebih ketat. Program ini sangat baik, tetapi jika pelaksanaannya tidak sesuai, maka tujuan mulia tersebut bisa tercoreng,” tambahnya.
Selain itu, pihak sekolah juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran. Mereka menilai bahwa keterbukaan informasi dapat menjadi salah satu langkah untuk mencegah terjadinya penyimpangan.
Keluhan ini tidak hanya menjadi perhatian bagi pihak terkait di tingkat lokal, tetapi juga dapat menjadi bahan evaluasi di tingkat nasional.
Rancangan program MBG sudah baik membutuhkan implementasi yang konsisten dan bertanggung jawab agar manfaatnya benar-benar ada.
Sejumlah siswa yang menerima menu tersebut juga mengaku bahwa porsi makanan belum cukup mengenyangkan.
Mereka berharap ke depannya menu dapat lebih bervariasi dan memenuhi kebutuhan gizi harian.
“Kami berharap makanannya bisa lebih banyak dan lebih enak. Kadang masih terasa kurang,” ujar salah satu siswa.
Dengan adanya keluhan ini, pihak sekolah berharap ada perbaikan segera agar kualitas program MBG tetap terjaga.
Mereka menilai bahwa keberhasilan program ini tidak hanya kebijakan di tingkat pusat, tetapi juga oleh integritas dan komitmen para pelaksana di lapangan.
Program MBG dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi siswa.
Namun, tanpa pengawasan yang ketat dan evaluasi berkelanjutan, potensi penyimpangan akan tetap menjadi ancaman yang dapat mengurangi efektivitas program tersebut.
Pihak MAN 1 Abdya menegaskan bahwa mereka akan terus memantau pelaksanaan program ini dan siap memberikan masukan demi perbaikan ke depan.
Mereka berharap seluruh pihak dapat bekerja sama untuk memastikan bahwa setiap rupiah anggaran negara benar-benar untuk kepentingan anak-anak bangsa.
“Kami hanya ingin program ini berjalan sebagaimana mestinya. Anak-anak berhak mendapatkan makanan yang layak dan bergizi sesuai dengan tujuan program,” tutup Kepala MAN 1 Abdya.
Editor: RedaksiReporter: Abdul Rani











