Home / Daerah

Minggu, 13 Juli 2025 - 21:31 WIB

Syech Muharram Dukung Aksi Sosial di Kawasan 3T

mm Redaksi

Bupati Aceh Besar Muharram Idris (Syech Muharram) menyambut panitia Bhakti Sosial Kesehatan. Foto: Acehnow

Bupati Aceh Besar Muharram Idris (Syech Muharram) menyambut panitia Bhakti Sosial Kesehatan. Foto: Acehnow

Aceh Besar – Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram) menerima audiensi panitia pelaksana Jambore Kemanusiaan Peduli Kesehatan Masyarakat Daerah Pesisir yang digagas oleh PPPKMI.

Jambore kemanusiaan ini direncanakan digelar pada 26–27 Juli 2025 di Kecamatan Lhoong, sebuah wilayah yang masuk dalam kategori 3T (Terpencil, Tertinggal, dan Terluar) di Kabupaten Aceh Besar.

Kegiatan itu akan berkolaborasi dengan PERSAGI dan KAPPAH Aceh, yang bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat pesisir, serta mengedukasi warga tentang pentingnya kesehatan keluarga dan pencegahan stunting.

“Saya sangat menyambut baik kegiatan ini. Lokasi di Kecamatan Lhoong sangat tepat karena merupakan kawasan 3T. Ini akan sangat membantu masyarakat, khususnya yang sulit menjangkau layanan kesehatan seperti Puskesmas,” ujar Bupati Syech Muharram, saat menerima panitia kegiatan di kediamannya, Komplek BTN Ajuen, Peukan Bada, pada Sabtu malam (12/7/2025).

Baca Juga :  Bupati Aceh Besar Tinjau Persiapan Beuradeun Jelang Lomba Gampong Tingkat Provinsi Aceh

Bupati berharap terjalin sinergitas yang kuat antara panitia dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Aceh Besar agar pelaksanaan kegiatan lebih maksimal dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara tepat.

Ia bahkan merekomendasikan agar kegiatan serupa dapat digelar di wilayah 3T lainnya. “Selama tidak berbenturan dengan regulasi, saya mendukung kolaborasi dengan OPD terkait agar kegiatan ini lebih optimal dan tepat sasaran,” tegasnya.

Baca Juga :  Wali Kota Banda Aceh Luncurkan Dua Mobil Patroli Baru Satpol PP/WH dari DOKA 2025

Wakil Bupati Aceh Besar, Drs. H. Syukri A. Jalil, turut memberikan masukan. Ia menekankan pentingnya memahami kultur dan adat istiadat masyarakat lokal agar kegiatan berjalan dengan baik dan diterima hangat oleh warga.

“Kita harus bisa membawa diri, menghargai budaya lokal, serta bersikap islami dalam pergaulan. Etika dan estetika pelayanan adalah kunci sukses kegiatan sosial di tengah masyarakat,” ujar Syukri.

Ketua PPPKMI Aceh Besar, Nurzahra, SSIT, MPH, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk keprihatinan atas kondisi kesehatan masyarakat pesisir dan komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Baca Juga :  Bupati Aceh Besar Lantik 6 Kepsek dan Serahkan SK Perpanjangan 356 Formasi Guru PPPK

Kegiatan akan mencakup khitanan massal, pemeriksaan kesehatan, demo masak anti-stunting, penyuluhan, pemutaran film edukasi, serta gotong royong di Masjid Jamik Kecamatan Lhoong.

Nurzahra juga memohon kesediaan Bupati Aceh Besar untuk membuka secara resmi kegiatan tersebut, yang akan didukung oleh Tim Commando Independen Kecamatan Lhoong dan dikomunikasikan lebih lanjut dengan Forkopimcam setempat.

Turut hadir dalam audiensi tersebut, Nurlaila (Ketua Umum KAPPAH Aceh), Maya Sopa, STP (Ketua PERSAGI Aceh Besar), Anwar (Bang Pok) (Ketua Satgas Commando Independen), dan Yusri, VE, ST dari Tim Media Commando Independen Aceh Besar.

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Calon Bintara TNI AD

Daerah

304 Calon Bintara TNI AD Jalani Sidang Akhir di Kodam IM

Daerah

Kepala SDN 1 Blang Jorong Beserta Dewan Guru dan Jajarannya Mengucapkan Selamat Hari Anak Nasional 2025

Daerah

Polsek Pintu Rime Gayo Imbau Warga Kibarkan Merah Putih dan Tingkatkan Kewaspadaan Sambut HUT RI ke-80

Daerah

Warga Kuta Alam Keluhkan Ekonomi, Aiyub Bukhari Janji Perjuangkan Solusi

Daerah

Penyidik Satreskrim Polres Aceh Besar Kirim Berkas Dugaan Pemalsuan Dokumen Rekrutmen PPPK ke Jaksa

Daerah

Bupati Aceh Timur Instruksikan Pemilihan Geuchik Definitif di Seluruh Gampong

Daerah

Koramil 01/Bandar dan Warga Kebut Pembangunan Jembatan Penghubung Dua Desa di Bener Kelipah

Daerah

Update Kasus Dugaan Pelecehan Santriwati di Banda Aceh, Begini Kata Kasat Reskrim