Lhoksukon – Kodam Iskandar Muda (IM) mengerahkan prajuritnya ke lokasi banjir di Kabupaten Aceh Utara untuk membantu proses evakuasi dan penyaluran bantuan kepada warga yang terdampak. Ribuan penduduk di sejumlah kecamatan masih terjebak banjir setelah hujan deras melanda wilayah tersebut sejak Sabtu (22/11/2025).
“TNI harus hadir di tengah masyarakat yang sedang kesulitan. Seluruh prajurit di jajaran Kodam IM saya perintahkan untuk bergerak cepat membantu evakuasi, distribusi bantuan, dan pengamanan wilayah rawan,” tegas Pangdam IM, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, Minggu (23/11/2025).
Kodam IM turut menyiagakan Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) sebagai dukungan siaga penuh dalam menghadapi kemungkinan banjir susulan. “Pasukan ini merupakan ujung tombak dalam pengecekan kesiapan satuan Kodam IM untuk memastikan respons bencana dapat dilakukan secara sigap dan profesional,” ujarnya.
BPBD Aceh Utara melaporkan lebih dari 3.000 jiwa terdampak, sementara sekitar 1.400 warga mengungsi ke pos-pos aman. Sejumlah akses jalan terputus akibat tingginya genangan, terutama di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Baktiya, Seunuddon, Langkahan, dan Muara Batu.
“TNI akan bekerja sama dengan seluruh pihak, termasuk Polri, BPBD, Basarnas, dan relawan untuk memastikan keselamatan masyarakat,” kata Pangdam IM menambahkan bahwa tugas penanggulangan bencana merupakan amanat undang-undang.
Ia menegaskan prajurit di lapangan harus bekerja cepat dan humanis. “Kehadiran TNI harus membawa rasa aman, memberikan harapan, dan menumbuhkan kenyamanan bagi warga yang sedang menghadapi musibah,” ujarnya.
Pemerintah daerah sebelumnya telah menetapkan Status Siaga Darurat Penanganan Banjir selama 54 hari hingga 15 Januari 2026.***
Editor: RedaksiReporter: Redaksi












