Home / Daerah

Minggu, 28 September 2025 - 19:16 WIB

Brigif TP 90/YGD Ubah Lahan Tidur Jadi Sumber Pangan dan Ekonomi Masyarakat

mm Syaiful AB

Brigif TP 90/YGD Olah lahan tidur jadi lahan produktif. dok. Pendam IM

Brigif TP 90/YGD Olah lahan tidur jadi lahan produktif. dok. Pendam IM

Banda Aceh – Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP) 90/Yudha Giri Dhanu (YGD) aktif mengoptimalkan lahan tidur menjadi lahan pertanian produktif sekaligus mengembangkan bidang peternakan. Program ini bertujuan mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah kegiatan.

Lahan yang sebelumnya tidak produktif kini dibersihkan, digemburkan, dan ditata untuk ditanami berbagai komoditas pertanian, seperti sayuran, jagung, semangka, pisang, kacang tanah, dan cabai rawit. Prajurit TNI bersama warga setempat juga memberikan pendampingan teknis mulai dari pengolahan tanah, teknik penanaman, hingga perawatan tanaman agar hasil optimal.

Tidak hanya di sektor pertanian, bidang peternakan juga dikembangkan. Beberapa kandang untuk kambing, sapi, ayam kampung, bebek, dan entok dibangun serta dikelola dengan pola pemeliharaan teratur. Keberadaan hewan ternak ini selain memenuhi kebutuhan protein hewani, juga menambah peluang ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi di KEK Arun, Hari Ini Mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Dimintai Keterangan

Data yang dihimpun menunjukkan total luas lahan pertanian yang berhasil dibuka mencapai 9,6 hektar, sementara jumlah hewan ternak yang dipelihara mencapai 359 ekor. Angka ini menegaskan kontribusi nyata TNI dalam ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.

Komandan Brigif TP 90/YGD, Kolonel Inf Hulisda Melala, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan dasar masyarakat. “Keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat. Warga tidak hanya menerima hasil, tetapi juga berperan dalam setiap proses mulai dari pengolahan, penanaman, hingga pemeliharaan lahan dan ternak,” jelasnya.

Baca Juga :  Wakili Bupati, Kadisdik Dayah Hadiri Penglepasan dan Wisuda Syahadah Al Quran 30 Juz ke-VII Ma'had Daarut Tahfiz Al-Ikhlas

Masyarakat setempat menyambut baik program tersebut. Mereka merasa terbantu oleh pendampingan prajurit TNI yang memberi tenaga sekaligus keterampilan baru dalam mengelola pertanian dan peternakan, serta berharap kegiatan ini dapat terus meningkatkan pendapatan keluarga.

Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., mengapresiasi langkah Brigif TP 90/YGD. “Ketahanan pangan merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas bangsa. Kerja sama antara prajurit TNI dan masyarakat diharapkan memberikan manfaat nyata, baik dalam pemenuhan kebutuhan pangan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Kapolda Aceh Turun Langsung Tenangkan Massa Aksi di Depan DPRA

Mayjen TNI Joko Hadi Susilo menambahkan, keberhasilan program ini diharapkan menjadi contoh bagi satuan lain di jajaran Kodam Iskandar Muda untuk terus berinovasi mendukung pembangunan pemerintah. “Harapan kita semua, kegiatan ini tidak hanya memberi hasil jangka pendek, tetapi mampu berlanjut secara berkesinambungan sehingga masyarakat mandiri dalam bidang pangan. Dengan demikian, ketahanan pangan nasional akan semakin kuat, dan kemanunggalan TNI-Rakyat semakin kokoh,” tegas Pangdam IM.***

Editor: DahlanReporter: Syaiful AB

Share :

Baca Juga

Daerah

UNADA Banda Aceh Gelar Yudisium Sarjana Angkatan Pertama, Cetak 50 Lulusan Perdana

Daerah

Balita Penderita Bocor Jantung Dampingan BFLF Tutup Usia, Jenazah Dipulangkan ke Aceh Barat

Daerah

Amankan Aksi Serikat Tani, Polres Aceh Utara Turunkan 130 Personel

Daerah

SPS Aceh Rayakan HUT ke-79 di Tapak Sejarah Radio Rimba Raya

Daerah

Kodam IM Kawal Ketat Koperasi Merah Putih Dongkrak Ekonomi Aceh

Daerah

Wakil Bupati Aceh Besar Serahkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakar di Gampong Limpok
Seleksi PAG

Daerah

Kapolda Aceh Tinjau Seleksi PAG, Tekankan Profesionalisme

Daerah

APEKSI 2026 di Banda Aceh, Peserta Kunjungi Museum Tsunami dan Situs Sejarah Bencana