Home / Pemko Banda Aceh

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:27 WIB

Illiza Sebut Foto Bencana Jadi Arsip Sejarah dan Acuan Kebijakan Kebencanaan

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menghadiri pameran foto

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menghadiri pameran foto "Prahara Pulau Emas" di Museum Tsunami Aceh, Senin (3/8/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyebut pameran foto bertajuk “Prahara Pulau Emas” memiliki nilai penting sebagai rekam jejak sejarah sekaligus media pembelajaran dalam menghadapi bencana di masa mendatang.

Hal tersebut disampaikan Illiza saat membuka roadshow pameran foto yang digelar Pewarta Foto Indonesia (PFI) di Museum Tsunami Aceh, Senin (3/8/2026).

Dalam sambutannya, Illiza menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara yang telah menggagas pameran tersebut. Menurutnya, dokumentasi visual dari berbagai peristiwa kebencanaan memiliki makna yang sangat penting, baik bagi masyarakat maupun pemerintah.

Baca Juga :  Zona Inspirasi KompasTV: Illiza Tegaskan Digitalisasi Bukan Gaya, tapi Kunci Layanan Publik Efektif

“Kami Pemerintah Kota Banda Aceh memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak yang telah menggagas roadshow pameran foto bertema Prahara Pulau Emas. Kegiatan ini sangat penting untuk mengabadikan sebuah kejadian, meski sayangnya masih banyak yang belum melihatnya sebagai sesuatu yang sangat sakral,” ujar Illiza.

Ia mengaku merasa terhormat karena Banda Aceh menjadi kota kedua yang disinggahi dalam rangkaian roadshow pameran tersebut sebelum nantinya berakhir di Kota Medan.

Menurut Illiza, setiap foto yang dipamerkan bukan sekadar gambar, melainkan rekaman sejarah yang menggambarkan secara nyata situasi ketika bencana terjadi. Melalui karya para pewarta foto, masyarakat dapat melihat langsung penderitaan para korban, suasana di lokasi bencana, hingga semangat masyarakat untuk bangkit kembali.

Baca Juga :  Illiza: APBK Harus Transparan dan Berpihak kepada Rakyat, Banda Aceh Kembali Raih WTP

“Foto-foto yang diabadikan pewarta foto jauh lebih berbicara. Mereka mampu menggambarkan penderitaan yang sesungguhnya, jerit tangis masyarakat, sekaligus menghadirkan harapan. Karya-karya itu juga mampu menggugah banyak pihak untuk hadir membantu proses pemulihan,” katanya.

Illiza menilai para pewarta foto juga memiliki peran sebagai relawan kemanusiaan. Mereka berani berada di lokasi-lokasi terdampak bencana demi mendokumentasikan setiap peristiwa yang kemudian menjadi bagian dari catatan sejarah bangsa.

Baca Juga :  Pemko dan Polda Aceh Gotong Royong di Pasar, Dorong Gerakan Lingkungan Bersih Berkelanjutan

Menurutnya, dokumentasi tersebut akan menjadi bahan refleksi sekaligus inspirasi bagi banyak pihak untuk memperkuat solidaritas dan mempercepat proses pemulihan pascabencana.

“Rekam jejak itu nantinya menjadi bahan refleksi, menginspirasi, sekaligus mendorong berbagai pihak untuk ikut membantu agar masyarakat dapat bangkit kembali,” ujarnya.

Ia menambahkan, foto-foto kebencanaan tidak hanya berfungsi sebagai arsip sejarah, tetapi juga dapat menjadi referensi penting dalam penyusunan kebijakan mitigasi dan penanggulangan bencana di masa mendatang.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Pesan Rumah Tangga Tangguh, Syeikh Reza dan Peggy Melati Sukma Sapa ASN Banda Aceh

Pemko Banda Aceh

Perkuat Silaturahmi, Illiza-Afdhal Buka Puasa Bersama Keuchik dan Imum Mukim Banda Aceh

Daerah

Banda Aceh Tuan Rumah HKB 2026, Kesiapsiagaan Bencana Diperkuat dengan EWS

Pemko Banda Aceh

Dessy Maulidha Ajak Anak PAUD Salsabila Belajar dengan Ceria di Balai Kota Banda Aceh

Pemko Banda Aceh

Illiza: Pengelolaan Zakat Harus Transparan dan Tepat Sasaran

Pemko Banda Aceh

Jelang Tahun Ajaran Baru, Anak Yatim di Kuta Alam Terima Bantuan Tas dan Perlengkapan Sekolah

Nasional

APCAT Summit 2026 di Jakarta, Pemko Banda Aceh Dorong Kebijakan Kota Sehat Berbasis Kearifan Lokal

Pemko Banda Aceh

Sekda Banda Aceh Lepas 114 Jemaah Calon Haji Kloter 12 di Halaman Balaikota