Bener Meriah – Masyarakat Kampung Gunung Sayang, Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/ 2026 M dengan menggelar kegiatan keagamaan yang dirangkai dengan santunan anak yatim dan tausiah. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan keimanan, serta menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Reje (Kepala Kampung) Gunung Sayang, Juandi, Ketua Petue atau Badan Permusyawaratan Desa (BPD) beserta anggota, imam kampung, aparatur kampung, serta seluruh lapisan masyarakat. Tausiah keagamaan disampaikan oleh Tgk. Rahmat.
Reje Gunung Sayang, Juandi, menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, mari kita meneladani akhlak Rasulullah, menyayangi anak yatim, peduli terhadap fakir miskin, serta saling membantu sesama. Kepedulian dan kebersamaan harus terus kita jaga dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Juandi.
Ia menegaskan, santunan anak yatim merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang perlu terus ditumbuhkan di tengah masyarakat. Menurutnya, perhatian kepada anak yatim tidak hanya diwujudkan melalui bantuan materi, tetapi juga dengan memberikan kasih sayang dan dukungan agar mereka merasa diperhatikan.
Juandi juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap fakir miskin dan warga yang membutuhkan bantuan. Ia berharap semangat berbagi dan gotong royong terus terpelihara sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling peduli.
Sementara itu, dalam tausiahnya, Tgk. Rahmat menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada jamaah tentang pentingnya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Maulid Nabi yang dirangkai dengan santunan anak yatim tersebut menjadi wujud kebersamaan masyarakat Kampung Gunung Sayang dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan memperkuat hubungan silaturahmi antara pemerintah kampung, tokoh agama, dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kecintaan kepada Rasulullah SAW semakin kuat dan kepedulian terhadap anak yatim serta fakir miskin terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat Kampung Gunung Sayang.(*)
Editor: Dahlan










